Friday, November 3, 2017

Anak Kecil yang Sholat di Tengah Shaf Orang Dewasa

No comments :
 Terputuskan shaf yang ada anak kecil belum baligh sholat di tengahnya?
Sering kali pertanyaan ini ditanyakan kepada Ustadz pada waktu sesi tanya jawab. Pertanyaan itu adalah, "Terputuskan shaf yang ada anak kecil belum baligh sholat di tengahnya?"

Sebelum menjawab pertanyaan ini mari kita kenyataan yang ada di masjid-masjid di dekat rumah kita. Biasanya, yang paling duluan datang ke masjid pada saat masuk shalat lima waktu adalah anak-anak. Apalagi di masjid tersebut ada TPA atau MDA. Pastilah mereka duluan yang masuk ke masjid sebelum masyrakat setempat tiba. Orang-orang dewasa dan orang tua datang kadang-kadang datang setelah imam berdiri di depan dan berkata, "Rapatkan dan luruskan shaf!" Sementara anak-anak sudah sedari tadi mengatur shaf sebelum orang dewasa tiba.

Bukankah seharusnya orang yang datang terlambat tahu diri untuk shalat di shaf belakang atau di shaf depan yang masih kosong; dimanapun yang ada lowong; dengan tidak mengganggu shaf yang sudah dibentuk anak-anak?

Tapi, kenyataannya sebagian besar di antara kita memerintahkan anak-anak yang belum baligh tersebut sedikit bergeser ke pinggir, atau bahkan membubarkan shaf yang sudah mereka bentuk. Kita suruh mereka pindah, membuat shaf di belakang, karena khawatir masih akan ada orang dewasa yang datang terlambat dan menjadi makmum masbuk.


Tidak salah memang, karena memang begitu pernitah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, "Siapa yang menyambung shaf, Allah akan menyambungnya dan siapa yang memutus shaf, Allah Ta’ala akan memutusnya. (HR. Nasai 827)
Kembali ke pertanyaan awal, "Terputuskan shaf yang ada anak kecil belum baligh sholat di tengahnya?"

Selanjutnya mari kita istilah yang berhubungan dengan usia anak

1. Tamyiz

Tamyiz adalah istilah yang dipakai untuk menyebutkan usia anak yang sudah bisa membedakan antara yang baik dan yang buruk, bisa membedakan antara yang bermanfaat dan yang membahayakan dirinya. Dia bisa memahami shalat, dia tahu shalat itu tidak boleh kentut, tidak boleh lari-lari, atau bercanda. Dia tahu, najis tidak boleh disentuh, aurat harus ditutupi, dan sebagainya.

Indikator usia tamyiz lebih bersifat psikologis, dan bukan indikator fisik. Umumnya, anak menginjak usia tamyiz ketika berusia 7 tahun.

Shalat anak tamyiz statusnya sah. Meskipun dia belum baligh. Karena batas awal keabsahan ibadah adalah usia tamyiz dan bukan baligh. Untuk itulah, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kepada orang tua yang anaknya sudah sudah 7 tahun, agar mereka disuruh untuk shalat.

2.  Baligh

Usia di mana anak sudah mendapatkan beban syariat. Sehingga mereka berdosa ketika meninggalkan perintah agama atau melanggar larangan agama. Indikator usia ini adalah indikator fisik, untuk anak lelaki indikatornya mimpi basah – keluar mani -, sementara untuk wanita ditandai dengan datangnya haid.

Usia baligh sangat variatif, karena ada banyak faktor yang mempengaruhinya.

Anak yang sudah baligh sudah diwajibkan sholat. Itu artinya shalatnya sah jika dikerjakan sesuai rukunnya.

Selanjutnya, Syaik Athiyah Saqr dalam kitab Fatawa Al Azhar menyebtukan bahwa anak kecil (tamyiz) tidak memutuskan shaf apabila cukup 2 syarat:

1. Sudah berkhitan
Karena jika belum berkhitan ada najis yang terdapat di bawah kulit, yang disebut dengan hasyafah. Artinya, shalat anak kecil yang belum di khitan belumlah sah karena masih ada najis di bagian tubuhnya.

Baca juga artikel terkait lain:
 
2. Wudhu anak yang masih kecil tersebut (tamyiz) sempurna. 
Dengan demikian sholat anak kecil (tamyiz) tersebut syah, sama seperti sholat orang dewasa di sampingnya.

Jika kedua hal tersebut terpenuhi maka anak kecil (tamyiz) yang shalat di tengah shaf orang dewasa tidaklah memutuskan shaf. Jadi, tak perlulah kita suruh dia pindah untuk shalat di shaf belakang atau ke pinggir.

No comments :

Post a Comment

Pengunjung yang baik tidak akan meletakkan link hidup di kolom komentar!
Please dont put your link in comment box.

reno test