Monday, October 16, 2017

Model Pembelajaran Kurikulum K13 (Pengertian, Proses, Sintaks, dan Penjelasannya)

1 comment :

Kami yakin bahwa Bapak/Ibu guru semuanya sudah tahu istilah model pembelajaran yang diterapkan dalam  kurikulum tahun 2013 (K13). Secara garis besar model pembelajaran itu ada empat, yakni:

1. Model Pembelajaran Penyingkapan (penemuan dan pencarian)
2. Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL)
3. Model pembelajaran Project Based Learning (PjBL).
4. Model Production Based Training/Production Based Education (PBT/PBE)

Namun, ada hal yang menjadi masalah mengganjal, apakah semua kita, para guru ini, tahu apa yang dimaksud dengan keempat istilah di atas sehingga kita bisa menerapkannya di dalam kelas? Ingat, masing-masing model pembelajaran tersebut memiliki urutan langkah kerja (sintaks/syntax) yang berbeda.

Jika kita tidak memahami makna dari istilah model pembelajaran di atas bagaimana mungkin kita bisa memilih model pembelajaran yang tepat untuk kita terapkan. Dan, model pembelajaran ini harus kita tulis di dalam Rencana Program Pembelajaran (RPP), pada poin V; Model dan Metode Pembelajaran.


Namun, kami yakin bahwa sebenarnya Bapak/Ibu guru sudah pernah melaksanakan semua model pembelajaran yang dimaksud. Hanya saja, selama ini kita tidak tahu istilahnya. Sementara di RPP biasanya kita hanya menuliskan model pembelajaran yang diterapkan adalah ceramah, diskusi, tanya jawab; ceramah, diskusi, tanya jawab; selalu itu-itu saja. Padahal, pelaksanaannya di dalam kelas tidak seperti itu, sama sekali berbeda.

Baiklah Bapak/Ibu guru Sahabat Populer, agar kita tidak bingung lagi memilih model pembelajaran yang tepat, sekaligus kita tahu bagaimana melaksanakan model pembelajaran yang kita pilih tersebut, maka, mari kita lihat uraian tentang model pembelajan di atas lebih detail.

1. Model Pembelajaran Penyingkapan (Discovery Learning)

Model discovery learning adalah model pembelajaran untuk memahami konsep, arti, dan hubungan, melalui proses intuitif untuk sampai kepada suatu kesimpulan (Budiningsih, 2005:43).

Penyingkapan atau penemuan terjadi bila individu terlibat, terutama dalam penggunaan proses mentalnya untuk menemukan beberapa konsep dan prinsip.

Discovery dilakukan melalui observasi, klasifikasi, pengukuran, prediksi, penentuan, dan mengambil kesimpulan. Proses tersebut disebut cognitive process sedangkan discovery itu sendiri adalah the mental process of assimilating concepts and principles in the mind (Robert B. Sund dalam Malik, 2001:219).

A. Sintak model Discovery Learning
- Pemberian rangsangan (Stimulation);
- Pernyataan/Identifikasi masalah (Problem Statement);
- Pengumpulan data (Data Collection);
- Pembuktian (Data processing dan Verification), dan
- Menarik simpulan/generalisasi (Generalization).


B. Sintak model Penelitian/Penyelidikan (Inquiry Learning)
Model pembelajaran yang dirancang membawa peserta didik dalam proses penelitian melalui penyelidikan dan penjelasan dalam setting waktu yang singkat (Joice & Wells, 2003).

Model pembelajaran Inkuiri merupakan kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki sesuatu secara sistematis, kritis dan logis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri temuannya.

Sintak/tahap model inkuiri meliputi:
- Orientasi masalah;
- Pengumpulan data dan verifikasi;
- Pengumpulan data melalui eksperimen;
- Pengorganisasian dan formulasi eksplanasi, dan
- Analisis proses inkuiri.

2. Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL)

Merupakan pembelajaran yang menggunakan berbagai kemampuan berpikir dari peserta didik secara individu maupun kelompok serta lingkungan nyata untuk mengatasi permasalahan sehingga bermakna, relevan, dan kontekstual (Tan Onn Seng, 2000).

Problem Based Learning untuk pemecahan masalah yang komplek, problem-problem nyata dengan menggunakan pendekataan studi kasus. Peserta didik melakukan penelitian dan menetapan solusi untuk pemecahan masalah. (Bernie Trilling & Charles Fadel, 2009: 111).

Tujuan PBL adalah untuk meningkatkan kemampuan dalam menerapkan konsep-konsep pada permasalahan baru/nyata, pengintegrasian konsep High Order Thinking Skills (HOT’s), keinginan dalam belajar, mengarahkan belajar diri sendiri dan keterampilan (Norman and Schmidt).

A. Sintak model Problem Based Learning dari Bransford and Stein (dalam Jamie Kirkley, 2003:3) terdiri atas:
- Mengidentifikasi masalah;
- Menetapkan masalah melalui berpikir tentang masalah dan menyeleksi informasi-informasi yang relevan;
- Mengembangkan solusi melalui pengidentifikasian alternatif-alternatif, tukar-pikiran dan mengecek perbedaan pandang;
- Melakukan tindakan strategis, dan
- Melihat ulang dan mengevaluasi pengaruh-pengaruh dari solusi yang dilakukan.


B. Sintak model Problem Solving Learning Jenis Trouble Shooting (David H. Jonassen, 2011:93) terdiri atas:
- Merumuskan uraian masalah;
- Mengembangkan kemungkinan penyebab;
- Mengetes penyebab atau proses diagnosis, dan
- Mengevaluasi.

3. Model pembelajaran Project Based Learning (PjBL).

Model pembelajaran PjBL merupakan pembelajaran dengan menggunakan proyek nyata dalam kehidupan yang didasarkan pada motivasi tinggi, pertanyaan menantang, tugas-tugas, atau permasalahan untuk membentuk penguasaan kompetensi yang dilakukan secara kerja sama dalam upaya memecahkan masalah (Barel, 2000 and Baron 2011).

Tujuan Project Based Learning  adalah meningkatkan motivasi belajar, team work, keterampilan kolaborasi dalam pencapaian kemampuan akademik level tinggi/ taksonomi tingkat kreativitas yang dibutuhkan pada abad 21 (Cole & Wasburn Moses, 2010).

Penerapan model Project Based Learning dapat dilakukan pada satu pasang KD dan atau beberapa KD dari unit kompetensi di tingkat atau jenjang yang tinggi.

Sintak/tahapan model pembelajaran Project Based Learning, meliputi:
- Penentuan pertanyaan mendasar (Start with the Essential Question);
- Mendesain perencanaan proyek;
- Menyusun jadwal (Create a Schedule);
- Memonitor peserta didik dan kemajuan proyek (Monitor the Students and the Progress of the Project);
- Menguji hasil (Assess the Outcome), dan
- Mengevaluasi pengalaman (Evaluate the Experience).

4. Model Production Based Training/Production Based Education (PBT/PBE)

Selain tiga model pembelajaran di atas, khusus untuk SMK ada model Production Based Training/Production Based Education (PBT/PBE) untuk mendukung pengembangan Teaching Factory pada mata pelajaran pengembangan produk kreatif.

Model Pembelajaran Production Based Training merupakan proses pendidikan dan pelatihan yang menyatu pada proses produksi, dimana peserta didik diberikan pengalaman belajar pada situasi yang kontekstual mengikuti aliran kerja industri mulai dari perencanaan berdasarkan pesanan, pelaksanaan dan evaluasi produk/kendali mutu produk, hingga langkah pelayanan pasca produksi.

Tujuan penggunaan model pembelajaran PBT adalah untuk menyiapkan peserta didik agar memiliki kompetensi kerja yang berkaitan dengan kompetensi teknis serta kemampuan kerjasama sesuai tuntutan organisasi kerja.


Sintaks/tahapan model pembelajaran Production Based Trainning meliputi:
- Merencanakan produk;
- Melaksanakan proses produksi;
- Mengevaluasi produk (melakukan kendali mutu), dan
- Mengembangkan rencana pemasaran.
(G. Y. Jenkins, Hospitality 2005).

1 comment :

  1. Makasih Gan, sangat bermanfaat.. sekarang saya mengerti..

    ReplyDelete

Pengunjung yang baik tidak akan meletakkan link hidup di kolom komentar!
Please dont put your link in comment box.

reno test