Friday, October 13, 2017

Bentuk Bentuk Organisasi

No comments :
Ilustrasi Bentuk-bentuk Organisasi
Seiring makin berkembangnya zaman maka bentuk organisasi juga ikut berkembang. Bentuk organisasi yang dulu sangat sederhana, seperti bentuk organisa garis/lini (line organization), sekarang menjadi begitu kompleks dan rumit. Hal ini dikarenakan bentuk perusahaan yang juga ikut berkembang hingga mencapai taraf internasional sehingga dibutuhkan sbuah manajemen yang kompleks, yang bisa mengatur semua hal yang bernaung di bawahnya. 

Pada tulisan kali ini kita akan membahas 5 bentuk organisasi yang paling umum. Ke lima bentuk organisasi tersebut adalah: Bentuk Organisasi Garis/Lini, Bentuk Organisasi Lini dan Staf, Bentuk Organisasi Fungsional, Organisasi Lini dan Fungsional, dan Bentuk Organisasi Komite.

Jika Anda terlalu malas untuk membaca tulisan ini karena terlalu panjang hingga ke bawah, Anda bisa mengklik link berikut ini. Jadi Anda bisa membaca dengan santai dan lebih detail satu persatu bentuk organisasi yang ingin Anda ketahui.

1. Bentuk Organisasi Garis/Lini (Line Organization)
2. Bentuk Organisasi Lini dan Staf (Line and Staff Organization)
3. Bentuk Organisasi Fungsional (Functional Organization)
4. Organisasi Lini dan Fungsional (Line and Functional Organization)
5. Bentuk Organisasi Komite (Committee Organizattion)


Baiklah Sahabat Populer, mari kita bahas kelima bentuk organisasi di atas satu persatu, dimulai dari bentuk organisasi yang paling sederhana yankni bentuk organisa garis/lini (line organisasi)

1. Bentuk Organisasi Garis/Lini (Line Organization)

Contoh Struktur Organisasi Garis/Lini (Line Organization)
Bentuk organisasi garis/lini diciptakan oleh Henry Fayol, Bentuk organisasi ini adalah suatu bentuk organisasi yang menghubungkan langsung secara vertical antara atasan dengan bawahan. Mulai dari pimpinan tertinggi sampai jabatan-jabatan terendah. Antara eselon satu dengan eselon yang lain masing-masing dihubungkan dengan garis wewenang atau komando. Organisasi ini sering disebut dengan organisasi militer. Organisasi Lini hanya tepat dipakai dalam organisasi kecil. Contohnya: bengkel, counter celuler, rumah makan, atau toko roti.

Ciri-ciri:
1. Hubungan antara atasan dan bawahan masih bersifat langsung dengan satu garis wewenang.
2. Jumlah karyawan sedikit.
3. Pemilik modal merupakan pemimpin tertinggi.
4. Belum terdapat spesialisasi.
5. Masing-masing kepala unit mempunyai wewenang & tanggung jawab penuh atas segala bidang pekerjaan.
6. Struktur organisasi sederhana dan stabil.
7. Organisasi tipe garis biasanya organisasi kecil.
8. Kedisiplin mudah dipelihara (dipertahankan).


Keuntungan-keuntungan bentuk organisasi garis/lini:

1. Ada kesatuan komando yang terjamin dengan baik.
2. Disiplin pegawai tinggi dan mudah dipelihara (dipertahankan).
3. Koordinasi lebih mudah dilaksanakan.
4. Proses pengambilan keputusan dan instruksi-instruksi dapat berjalan cepat.
5. Garis kepemimpinan tegas, tidak simpang siur, karena pimpinan langsung berhubungan dengan bawahannya sehingga semua perintah dapat dimengerti dan dilaksanakan.
6. Rasa solidaritas pegawai biasanya tinggi.
7. Pengendalian mudah dilaksanakan dengan cepat.
8. Tersedianya kesempatan baik untuk latihan bagi pengembangan bakat-bakat pimpinan.
9. Adanya penghematan biaya.
10. Pengawasan berjalan efektif.

Kelemahan-kelemahan bentuk organisasi garis/lini:

1. Tujuan dan keinginan pribadi pimpinan seringkali sulit dibedakan dengan tujuan organisasi.
2. Pembebanan yang berat dari pejabat pimpinan , karena dipegang sendiri.
3. Adanya kecenderungan pimpinan bertindak secara otoriter/diktaktor, cenderung bersikap kaku (tidak fleksibel).
4. Kesempatan pegawai untuk berkembang agak terbatas karena sukar untuk mengabil inisiatif sendiri.
5. Organisasi terlalu bergantung kepada satu orang, yaitu pimpinan.
6. Staf ahli kurang tersedia.

2. Bentuk Organisasi Lini dan Staf (Line and Staff Organization)
Contoh Struktur Bentuk Organisasi Lini dan Staf (Line and Staff Organization)

Merupakan kombinasi dari organisasi lini, asaz komando dipertahankan tetapi dalam kelancaran tugas pemimpin dibantu oleh para staff, dimana staff berperan memberi masukan, bantuan pikiranm saran-saran, data informasi yang dibutuhkan:

Ciri-ciri:

1. Hubungan atasan dan bawahan tidak bersifat langsung.
2. Pucuk pimpinan hanya satu orang dibantu staff.
3. Terdapat 2 kelompok wewenang yaitu lini dan staff.
4. Jumlah karyawan banyak.
5. Organisasi besar, bersifat komplek.
6. Adanya spesialisasi.


Keuntungan penggunaan bentuk organisasi garis dan staf:

1. Asas kesatuan komando tetap ada. Pimpinan tetap dalam satu tangan.
2. Adanya tugas yang jelas antara pimpian staf dan pelaksana.
3. Tipe organisasi garis dan staf fleksibel (luwes) karena dapat ditempatkan pada organisasi besar maupun kecil.
4. Pengembalian keputusan relatif mudah, karena mendapat bantuan/sumbangn pemikiran dari staf.
5. Koordinasi mudah dilakukan, karena ada pembagian tugas yang jelas.
6. Disiplin dan moral pegawai biasanya tinggi, karena tugas sesuai dengan spesialisasinya.
7. Bakat pegawai dapat berkembang sesuai dengan spesialisasinya.
8. Diperoleh manfaat yang besar bagi para ahli.

Kelemahan-kelemahan dari bentuk Organisasi garis dan staf:

1. Kelompok pelaksana terkadang bingung untuk membedakan perintah dan bantuan nasihat.
2. Solidaritas pegawai kurang, karena adanya pegawai yang tidak saling mengenal.
3. Sering terjadi persaingan tidak sehat, karena masing-masing menganggap tugas yang dilaksanakannyalah yang penting.
4. Pimpinan lini mengabaikan advis staf.
5. Apabila tugas dan tanggung jawab dalam berbagai kerja antara pelajat garis dan staf tidak tegas, maka akan menimbulkan kekacauan dalam menjalankan wewenang.
6. Penggunaan staf ahli bisa menambah pembebanan biaya yang besar.
7. Kemungkinan pimpinan staf melampaui kewenangan stafnya sehingga menimbulkan ketidaksenangan pegawai lini.
8. Kemungkinan akan terdapat perbedaan interpretasi antara orang lini dan staf dalam kebijakan dan tugas-tugas yang diberikan sehingga menimbulkan permasalahan menjadi kompleks.


3. Bentuk Organisasi Fungsional (Functional Organization)
Contoh Struktur Bentuk Organisasi Fungsional (Functional Organization)

Diciptakan oleh Frederick W. Taylor, Organisasi ini disusun berdasarkan sifat dan macam pekerjaan yang harus dilakukan, masalah pembagian kerja merupakan masalah yang menjadi perhatian yang sungguh-sungguh.

Ciri-ciri:

1. Pembidangan tugas secara tegas dan jelas dapat dibedakan.
2. Bawahan akan menerima perintah dari beberapa atasan.
3. Pekerjaan lebih banyak bersifat teknis.
4. Target-target jelas dan pasti.
5. Pengawasan ketat.
6. Penempatan jabatan berdasarkan spesialisasi.

Keuntungan-keuntungan organisasdi fungsional:

1. Spesialisasi dapat dilakukan secara optimal.
2. Para pegawai bekerja sesuai ketrampilannya masing-masing.
3. Produktivitas dan efisiensi dapat ditingkatkan.
4. Koordinasi menyeluruh bisa dilaksanakan pada eselon atas, sehingga berjalan lancar dan tertib.
5. Solidaritas, loyalitas, dan disiplin karyawan yang menjalankan fungsi yang sama biasanya cukup tinggi.
6. Bidangan tugas menjadi jelas.

Kelemahan-kelemahan organisasi fungsional:

1. Pekerjaan seringkali sangat membosankan.
2. Sulit mengadakan perpindahan karyawan/pegawai dari satu bagian ke bagian lain karena pegawai hanya memperhatikan bidang spesialisasi sendiri saja.
3. Sering ada pegawai yang mementingkan bidangnya sendiri, sehingga koordinasi menyeluruh sulit dan sukar dilakukan.

4. Organisasi Lini dan Fungsional (Line and Functional Organization)
Contoh Struktur Organisasi Lini dan Fungsional (Line and Functional Organization)
Organisasi Lini dan Fungsional adalah bentuk organisasi dimana wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada kepala-kepala unit di bawahnya dalam bidang pekerjaan tertentu dan selanjutnya pimpinan tertinggi tadi masih melimpahkan wewenang kepada pejabat fungsional yang melaksanakan bidang pekerjaan operasional dan hasil tugasnya diserahkan kepada kepala unit terdahulu tanpa memandang eselon atau tingkatan.


Ciri-ciri:

1. Tidak tampak adanya perbedaan tugas-tugas pokok dan tugas-tugas yang bersifat bantuan.
2. Terdapat spesialisasi yang maksimal.
3. Tidak ditonjolkan perbedaan tingkatan dalam pemabagian kerja.

Kebaikan-kebaikan organisasi Lini dan fungsional:

1. Solodaritas tinggi.
2. Disiplin tinggi.
3. Produktifitas tinggi karena spesialisasi dilaksanakan maksimal.
4. Pekerjaan–pekerjaan yang tidak rutin atau teknis tidak dikerjakan.

Kelemahan adalah organisasi Lini dan fungsional:

1. Kurang fleksibel dan tour of duty.
2. Pejabat fungsional akan mengalami kebingungan karena dikoordinasikan oleh lebih dari satu orang.
3. Spesiaisasi memberikan kejenuhan.

5. Bentuk Organisasi Komite (Committee Organizattion)
Contoh Struktur Bentuk Organisasi Komite (Committee Organizattion)
Organisasi Komite adalah suatu organisasi dimana tugas kepemimpinan dan tugas tertentu lainnya dilaksakan secara kolektif.

Organisasi komite terdiri dari:

1. Executive Committee, yaitu para anggotanya mempunyai wewenang lini.
2. Staff Committee, yaitu orang – orang yang hanya mempunyai wewenang staf.

Ciri-ciri :

1. Adanya dewan dimana anggota bertindak secara kolektif.
2. Adanya hak, wewenang dan tanggung jawab sama dari masing-masing anggota dewan.
3. Asas musyawarah sangat ditonjolkan.
4. Organisasinya besar & Struktur tidak sederhana.
5. Biasannya bergerak dibidang perbankan, asuransi, niaga.

Keuntungan Organisasi Komite:

1. Pelaksanaan decision making berlangsung baik karena terjadi musyawarah dengan pemegang saham maupun dewan.
2. Kepemimpinan yang bersifat otokratis yang sangat kecil.
3. Dengan adanya tour of duty maka pengembangan karier terjamin.


Kelemahan Organisasi Komite:

1. Proses decision making sangat lambat.
2. Biaya operasional rutin sangat tinggi.
3. Kalau ada masalah sering kali terjadi penghindaran siapa yang bertanggung jawab.

No comments :

Post a Comment

Pengunjung yang baik tidak akan meletakkan link hidup di kolom komentar!
Please dont put your link in comment box.

reno test