Breaking News
recent

Inilah Penyebab Rasa Gatal Ketika Digigit Nyamuk


Beberapa orang mengalami reaksi kulit yang berbeda jika digigit nyamuk. Ada yang muncul benjolan besar dipermukan kulit. Ada yang memerah hingga leba, tapi ada juga yang hanya asa gatal saja.

Biasanya kita masih bisa mentolelir rasa sakit karena gigitannya, setetes darah yang hilang, dan benjolan merah di kulit, tapi suara dengingan bising dan rasa gatal yang bersarang dikulit itu yang seingkali mampu membuat kita uring-uringan.

Nyamuk menggigit kita bukan untuk bersenang-senang, juga bukan untuk pertahanan diri (seperti saat lebah menyengat). Mereka melakukan itu karena keterpaksaan dan kebutuhan hidup. Di sisi lain, hanya nyamuk betina saja yang mengisap darah, dan itupun dia lakukan hanya pada saat akan bertelur. Sedangkan nyamuk jantan dan sebagian besar nyamuk betina lainnya akan mengisap nektar untuk bertahan hidup, bukan darah.

Bagi serangga kecil seperti nyamuk, menggigit makhluk besar seperti kita adalah sebuah pilihan yang sangat riskan. Banyak diantara mereka yang mati ditampar pada saat mengincar dan mengisap darah. Namun, nyamuk betina induk tak punya pilihan lain. Dia membutuhkan darah sebagai protein untuk menghasilkan telur yang sehat dan layak.


Jika nyamuk ingin bertahan hidup untuk menghasilkan keturunan, dia harus mampu bergerak cepat dan efisien agar bisa mengisap darah. Dia akan mencari pembuluh darah yang memompa, selanjutnya mengisi perutnya dengan cepat sehingga dia bisa melarikan diri sebelum kita sempat bereaksi.


Mengapa gigitan nyamuk meninggalkan rasa gatal?

Pertama-tama kita harus meluruskan pernyatan ini terlebih dahulu. Sebetulnya nyamuk itu sama sekali tidak menggigit. Dia hanya menembus lapisan atas kulit kita dengan belalainya, semacam mouthpart, seperti jerami, yang memungkinkannya untuk minum darah. Begitu dia menerobos lapisan itu, nyamuk akan menggunakan belalainya untuk mencari pembuluh darah pemompa di lapisan dermal.

Saat nyamuk melakukan kegiatan mengisap darah tersebut, dia melepaskan sedikit air liurnya pada celah tersebut. Air liurnya itu mengandung anti koagulan yang membuat darah Anda tetap mengalir, sampai dia kenyang.


Pada saat bersamaan sistem kekebalan tubuh kita menyadari ada sesuatu yang sedang terjadi, dan mulai beraksi. Sel plasma menghasilkan imunoglobulin (antibodi) dan mengirimnya ke area gigitan.

Antibodi ini menyebabkan sel Anda melepaskan histamin untuk melawan zat asing. Ketika histamin mencapai daerah yang diserang, ia menyebabkan pembuluh darah membengkak. Ini adalah tindakan histamin yang menyebabkan benjolan merah yang sering kita sebut dengan bintil atau bintik.

Tapi kenapa gatal?
Saat pembuluh darah melebar, pembengkakan mengiritasi saraf di daerah tersebut. Anda merasakan iritasi saraf ini sebagai sensasi gatal.

Penelitian terbaru tentang reaksi gigitan nyamuk pada tikus menunjukkan ada kemungkinan penyebab gatal lainnya. Sel biang (mast cell) dapat melepaskan zat non-histamin lain yang menyebabkan neuron perifer mengirimkan sinyal gatal ke otak.

Cara Menghentikan Rasa Gatal Karena Gigitan Nyamuk

Pertama-tama, dan tentu saja, mencegah lebih baik daripada mengobati. Usahakan jangan berkeliaran di tempat yang banyak nyamuk. Tapi jika harus, maka kenakanlah baju lengan panjang dan celana panjang untuk menghidarinya. Studi menunjukkan bahwa semprotan serangga yang mengandung DEET efektif menolak nyamuk. Jadi, bantulah diri Anda sendiri dengan meyemprotkan semprotan ati serangga sebelum diserang.


Jika Anda sudah pernah digigit, pertahanan terbaik Anda melawan gigitan nyamuk adalah antihistamin yang baik (yang secara harfiah berarti "melawan histamin"). dosis Minumlah antihistamin favorit Anda sesuai dosis untuk menenangkan gatal dan iritasi.
Randu Arbitra

Randu Arbitra

No comments:

Post a Comment

Pengunjung yang baik tidak akan meletakkan link hidup di kolom komentar!
Please dont put your link in comment box.

Powered by Blogger.