Tuesday, June 13, 2017

10 Negara yang Paling Korup di Dunia

No comments :

Organisasi Transparansi International telah merancang Indeks Persepsi Korupsi (CPI) sejak tahun 1996 yang menempatkan peringkat negara-negara di dunia berdasarkan korupsi yang terjadi setiap tahun. Saat ini, CPI telah membuat daftar yang berisi 168 negara dengan skala 0 s.d. 100.  Angka 0 menjadi yang paling korup dan 100 paling bersih.

Secara umum organisasi ini mendefenisikan korupsi sebagai penyalahgunaan kekuasaan publik untuk keuntungan pribadi.

Dalam laporan terbaru mereka, dinyatakan bahwa meskipun ada disusun undang-undang yang sangat menentang korupsi disetiap negara yang mereka survey, tapi para pejabat di sana tetap saja mengabaikannya dan mengakalinya. Setiap hari, masyarakat dihadapakan pada proses penyuapan dan pemerasan di mana-mana. Undang-undang hanyalah aturan yang tertulis di atas kertas.


Sahabat, tahukah Anda bahwa beberapa negara yang masuk ke dalam daftar di bawah ini dulunya pernah diprediksikan akan menjadi negara yang makmur karena memiliki sumber daya yang kaya. Namun, dikarenakan negara tersebut diatur oleh pejabat-pejabat yang korup maka pada hari ini mereka malah menjadi negara yang paling miskin di dunia. Bahkan, menurut isu yang beredar, jika Anda tinggal di Yaman Anda harus memilih anak yang mana yang akan Anda beri makan, dan yang mana yang akan Anda biarkan mati.

Bersyukurlah kita yang tinggal di Indonesia karena beberapa tahun belakangan ini Indonesia tidak masuk ke dalam daftar 10 besar negara yang paling korup di dunia. Meskipun sesungguhnya praktik korupsi masih merajalela. Tapi, yakinlah, bahwa jika kita memilih pemimpin yang baik sedikit-demi sedikit korupsi itu akan berkurang.

Baiklah Sahabat Populer, berikut ini adalah peringkat yang dikeluarkan organisasi Transparansi Internasional, tentang 10 negara yang paling korup di dunia saat ini.

10. Somalia


Ekspor utama Somalia adalah ternak, arang, pisang, dan besi tua. Somalia memiliki masa depan yang sangat menjanjikan sebelum negara-negara luar memutuskan untuk campur tangan dalam masa depan ekonominya dan menyebabkan gangguan. Sekarang ini ekonomi somalia berada dalam hiperinflasi dengan ketidakpastian dan ketidakstabilan. Hal ini menjadi alasan utama kurangnya investasi asing.

9. Sudan Selatan

Ekspor utama Sudan Selatan adalah minyak mentah. Jenis korupsi utama di Sudan adalah penggelapan, polisi korup, melibatkan pengelolaan keuangan publik dan ekstraktif.

Sudan Selatan telah diprediksi akan mencapai kemandirian setelah merdeka namun malah terjun ke dalam perang sipil yang menyebabkan isolasionisme internasional. Penguasanya mengendalikan hampir semua bidang ekonomi negara, sehingga jauh dari kata pemerataan. Rumor mengatakan bahwa negara Barat ikut campur tangan dan harus bertanggung jawab atas perang sipil yang terjadi di negara ini.

8. Korea Utara

Negara ini terutama mengekspor minyak, tekstil, batu bara, dan biji besi. Rezim pemerintah menerapkan hukuman yang kejam untuk mengontrol segala hal. Informasi ke media asing biasanya dikendalikan dengan menawarkan suap kepada polisi. Akses radio dan TV juga dimodifikasi sesuai dengan kepentingan pemerintah. Rezim pemerintah Korea Utara diduga terlibat dalam pemerasan, penjualan obat-obatan terlarang, penjualan barang palsu, perdagangan manusia dan penjualan senjata. Proses kegiatan ini digunakan untuk mengembangkan senjata nuklir negara dan senjata lainnya. 


7. Suriah

Suriah terutama mengekspor minyak mentah, produk minyak bumi dan mineral. ISIS telah merampok museum dan situs warisan Suriah untuk menjual artefak di pasar internasional. Pembelinya legal dan ilegal. Pemerintah Suriah membeli minyak dan listrik dari ISIS dan daerah yang dikuasai pemberontak. Uang yang diperoleh itu kemudian digunakan untuk melawan pemerintah yang membeli komoditas tersebut. Pemerintah Suriah secara resmi mematuhi kesepakatan 1997 melawan penggunaan senjata kimia, namun mereka telah diduga menggunakan senjata ini untuk melawan penduduk sipilnya sendiri walaupun pemerintah menolaknya. Sumber yang kredibel mengatakan bahwa rezim Suriah memiliki senjata kimia yang tersimpan di sekitar 95 lokasi di negara ini, dan itu sama saja seperti sebuah gudang senjata kimia.

6. Yaman


Yaman adalah negara termiskin di negara-negara Timur Tengah dan mungkin karena itulah juga yang paling korup. Kemiskinan membuat masyarakat melakukan hal-hal yang mengerikan, karena mereka tak sanggup melihat anak-anaknya sekarat karena kelaparan.

Di Yaman, wanita benar-benar harus memilih di antara anak-anak mereka, lalu memutuskan mana yang mendapat makanan dan mana yang meninggal karena kelaparan. Korupsi begitu lazim di masyarakat sehingga warga merasa tak berdaya. Suap, korupsi kecil, nepotisme, dan korupsi di dalam militer, merupakan masalah umum di negara ini. Di bawah Ali Abdullah Saleh dari tahun 1990 sampai 2012, negara tersebut terus mencatat tindak korupsi dari jenis-jenis yang disebutkan di atas.

5. Sudan


Sudan mengekspor emas, batubara, getah Arab, peternakan, dan minyak. Negara ini adalah salah satu negara paling korup di dunia yang menempati posisi 177 dari total 183 negara. Alasan korupsi adalah kurangnya peraturan pemerintah, kurangnya akuntabilitas, ketidakstabilan yang meluas di bidang politik, rendahnya tingkat rule of law dan efektivitas pemerintah. Ada investasi asing yang besar di sektor konstruksi dan transportasi, namun sudah menjadi rahasia umum bahwa ada banyak korupsi di sektor ini. Kemungkinan alasannya adalah kurangnya akuntabilitas dan kontrol terhadap rezim tersebut.

4. Libya

Korupsi merupakan kendala yang signifikan bagi perusahaan yang ingin berbisnis di Libya. Libya memiliki cadangan minyak terbesar di Afrika dan salah satu yang terbesar di dunia. Perekonomian didasarkan pada minyak dan merupakan 70% dari PDB dan sekitar 90% dari pendapatan pemerintah. Bisnis milik negara mendominasi pasar lokal dan perusahaan berjuang dengan persaingan tidak sehat karena penyuapan dan favoritisme biasa terjadi di negara ini. Korupsi merajalela selama pemerintahan Gaddafi dan situasinya malah makin memburuk setelah revolusi. Reformasi negara-negara Arab tidak menunjukkan hasil yang diharapkan di negara yang mengalami pemberontakan pada tahun 2011 ini. Penegakan hukum di negara tersebut merupakan departemen yang sangat lemah setelah revolusi. Konstitusi masih dalam proses penulisan dan situasi hukum dan ketertiban tetap belum  berlaku hingga sekarang.

3. Afganistan

Ketika kita bergerak menuju negara-negara Asia Selatan, produk ekspor bergesr dari produk mekanik ke bahan-bahan buatan tangan dan bahan alami yang sebagian besar melibatkan artefak dan bahan baku. 

Afghanistan mengekspor karpet, ramuan obat-obatan dan buah kering. Korupsi adalah masalah terbesar negara ini. Alasan utama dibalik korupsi yang meluas dan merajalela adalah ketidakstabilan ekonomi dan politik di negara tersebut. Rezim pemerintah tidak pernah stabil atau cukup kuat untuk merancang struktur pemerintahan yang tepat saat negara ini terlibat dari satu perang ke satu perang yang lain selama beberapa dekade berturut-turut. Salah satu skandal terbesar terakhir di negara ini adalah skandal bank Kabul yang melibatkan Presiden Afghanistan dan gaya hidupnya yang mewah.

2. Guinea-Bissau


Menurut Heritage Foundation, korupsi merupakan karakteristik dasar pemerintah Guinea-Bissau. Peringkatnya pada indeks telah memburuk sejak 2012. Penyebab paling umum dari korupsi yang meluas adalah perdagangan narkoba yang merupakan norma di negara ini. Guinea-Bissau adalah surga bagi penguasa obat bius Columbia. Ada kemiskinan yang meluas dan jatuhnya negara pada umumnya yang menguntungkan bisnis narkoba. Ada beberapa gerakan perbaikan antara tahun 2008 dan 2011 yang kemudian diikuti kudeta militer untuk mengakhiri usaha pemerintah dalam melakukan korupsi.

1. Venezuela



Akhirnya, inilah negara paling korup di dunia. Ekspor minyak Venezuela adalah sebesar 96% dari total ekspor negara. Venezuela betul-betul mengandalkan sektor ini.  Ini adalah produsen terbesar ke-13 dan eksportir minyak terbesar ke-10. Masyarakat Venezuela 75% percaya bahwa ada korupsi besar-besaran di negara ini. Sebuah LSM mengklaim bahwa selama 25 tahun terakhir sekitar $ 100 miliar dari minyak telah disalahgunakan oleh mereka yang menjabat. Perdagangan narkoba, dugaan dukungan pemerintah terhadap organisasi teroris, penyuapan, dan nepotisme adalah bentuk korupsi yang umum di negara ini.

No comments :

Post a Comment

Pengunjung yang baik tidak akan meletakkan link hidup di kolom komentar!
Please dont put your link in comment box.

reno test