Breaking News
recent

Ketika Ariel Menulis Puisi Untuk Ustad Ba'asyir

Ariel Noah
Tulisan ini sebenarnya saya tulis pada bulan Agustus 2013, dan sudah saya publikasikan pada blog saya yang lain. Namun, karena blog saya itu tidak lagi saya urus a.k.a mati, maka beberapa artikel dari sana ada yang saya pindahkan ke blog Bacaan Populer ini. Artikel Puisi Ariel Untuk Abu Bakar Ba'asyir ini salah satunya.

Silakan dibaca artikel aslinya di bawah ini sampai selesai.
***

Buku Kisah lainnya
Ketika saya membaca buku Kisah Lainnya yang ditulis oleh Ariel, Uki, Lukman, Reza, David, (Personal Noah), saya terkesan pada sebuah puisi yang ditulis oleh Ariel saat dia ditahan di "Kampung Atas" Rutan Bareskrim Mabes Polri.


Sebuah puisi tanpa judul yang ditulis Ariel untuk meluapkan kekagumananya kepada Ustadz Abu Bakar Ba'asyir

Ba'asyir tua, berlari kecil di gang yang bergema
Larut dalam dunianya sendiri
Dia tidak menolerensi dunia
Sehingga dunia tidak menolerensinya
Keras memang, tapi apalah arti pendirian jika tidak keras
Hitam putih, tapi tidak abu-abu
Keras memang ...
Andai saja dunia melihat kebenaran yang dia lihat.


Sebuah puisi tanpa judul, singkat, lugas, tapi begitu kuat terasa. Setiap barisnya begitu kental dengan ketegasan hitam dan putih. Tapi tidak abu-abu.

Saya sering mengambil baris ke-5 jika sedang ragu-ragu dan sangat butuh percaya diri dalam mengambil keputusan. "Keras memang, tapi apalah arti pendirian jika tidak keras"

Hanya orang-orang yang punya pendirian teguh yang bisa menginspirasi dan mengubah orang lain menjadi lebih baik atau menjadi lebih buruk. Tergantung niat.

Sebagai seorang guru yang mengajar puluhan hingga ratusan orang siswa setiap hari tentu saja saya ingin punya prinsip seperti Ustadz Abu Bakar Ba'asir. Terlepas dia benar atau tidak dimata orang.

Baca juga artikel menarik lainnya:


Lihatlah, hampir 2-3 juta jiwa melayang untuk membangun tembok China. Di bawah perintah beberapa raja yang ganti-berganti dinasty berkuasa. Tapi hasilnya, tetap mengagumkan sampai sekarang.

Terima kasih Ariel, terima kasih Ustadz Abu Bakar Ba'asyir.
Randu Arbitra

Randu Arbitra

No comments:

Post a Comment

Pengunjung yang baik tidak akan meletakkan link hidup di kolom komentar!
Please dont put your link in comment box.

Powered by Blogger.