Breaking News
recent

Cara Mengenali Berita Palsu (Hoax) yang Beredar di Internet

Jangan terlalu gampang percaya hanya dikarenakan berita tersebut dipublis oleh media ternama. Karena, mereka juga punya kepentingan

Alamat palsu, akan membuat kita sesat. Kitab palsu, akan menjadi sumber ajaran sesat. Guru palsu, akan mengajarkan materi sesat. Berita palsu, akan memberikan informasi sesat. Biasanya di buat oleh seseorang atau sekelompok orang dengan maksud dan tujuan tertentu.


Saat ini, semua orang bisa menulis apa saja yang diinginkan lalu mempublisnya di blog pribadi masing-masing. Kebanyakan dari tulisan tersebut tidak didasarkan pada sumber yang tepercaya. Selain itu, internet belum memiliki bahkan mungkin tidak akan pernah memiliki filter yang bisa membedakan antara berita palsu (hoax) dengan berita fakta. Oleh karena itu, para blogger dan publiser berebut menulis berita-berita bombastis yang menarik perhatian pembaca. Benar atau tidak, opini atau fakta, bukan lagi menjadi hal penting yang perlu diperhatikan. Saat ini, yang terpenting adalah menarik pembaca sebanyak-banyaknya. Dengan begitu, iklan yang dipajang, akan semakin besar pula peluang untuk diklik oleh pembaca.


Di lain sisi, realitanya, berita yang beredar di internet itu tidaklah banyak yang hoax. Sebenarnya, yang banyak beredar itu adalah berita yang ditulis oleh opini masing-masing penulis, bukanlah hoax. Misalnya, ada kejadian, seekor anjing akan menggigit kaki seorang gadis. Lalu seorang pemuda membantu gadis tersebut dengan memukul si anjing dengan kayu. Maka, berita yang akan muncul bisa jadi judulnya seperti berikut ini:

- Seorang Pemuda Membantu Seorang Gadis yang Akan Digigit Anjing
- Seekor Anjing Dibunuh oleh Seorang Pemuda Sadis
- Anjing Tak Bersalah Dipukul Hingga Mati oleh Seorang Pemuda
- Seorang Pemuda Memukul Anjing dengan Kayu Karena akan Menggigi Seorang Gadis

Kita bisa lihat bahwa tidak ada berita hoax dari keempat berita tersebut. Yang ada hanya masalah sudut pandang si penulis.

Pada akhirnya pembacalah yang harus menilai dengan akal dan dengan hati masing-masing. Cernalah berita yang Anda baca dengan akal seobjektif mungkin dan dengan nurani meskipun ada unsur subjektivitas. Jangan terlalu gampang percaya hanya dikarenakan berita tersebut dipublis oleh media ternama. Karena, mereka juga punya kepentingan dan stressing.

Namun, jika Anda ragu-ragu dan sulit dalam menilai mana berita hoax dan mana yang fakta, berikut ini ada 10 cara yang bisa Anda lakukan. Kiat ini dilansir oleh Facebook yang bekerja sama dengan ictwatch.id dan Dewanpers. Slikan dibaca sampai selesai.

Kiat untuk Mengenali Berita Palsu
1. Jangan langsung percaya dengan judul. Kabar berita palsu sering kali memiliki judul yang menarik yang ditulis dalam huruf besar dan dengan tanda seru. Jika klaim mengejutkan dalam judul kelihatannya tidak dapat dipercaya, maka kemungkinannya memang begitu.

2. Perhatikan URL (link alamat) berita. URL palsu atau yang dibuat mirip aslinya dapat menjadi tanda peringatan berita palsu. Banyak situs berita palsu menyerupai sumber berita autentik dengan sedikit mengubah URL. Anda dapat membuka situs tersebut untuk membandingkan URLnya dengan sumber tepercaya.


3. Selidiki sumbernya. Pastikan cerita tersebut ditulis oleh sumber yang Anda percayai memiliki reputasi keakuratan yang baik. Jika cerita tersebut berasal dari organisasi yang tidak dikenal, baca bagian "Tentang" mereka untuk mempelajari selengkapnya.

4. Amati bila ada pemformatan yang tidak wajar. Banyak situs berita palsu memiliki kesalahan eja atau penataan letak yang janggal. Bacalah dengan saksama untuk melihat tanda-tanda ini.

5. Pertimbangkan fotonya. Kabar berita palsu sering berisi gambar atau video yang dimanipulasi. Terkadang foto tersebut memang autentik, tetapi konteksnya melenceng. Anda dapat menelusuri foto atau gambar tersebut untuk mencari tahu asalnya.

6. Periksa tanggalnya. Kabar berita palsu mungkin berisi kronologi yang tidak masuk akal, atau tanggal peristiwa yang sudah diubah.

7. Periksa buktinya. Periksalah sumber pengarang untuk mengonfirmasi keakuratannya. Kurangnya bukti atau ketergantungan terhadap ahli-ahli yang tidak disebutkan namanya dapat mengindikasikan kabar berita palsu.


8.
Lihat laporan lainnya. Jika tidak ada sumber berita lainnya yang melaporkan cerita yang sama, hal tersebut dapat mengindikasikan bahwa cerita tersebut palsu. Jika cerita tersebut dilaporkan oleh beberapa sumber yang Anda percayai, maka kemungkinan cerita tersebut benar.

9. Apakah cerita tersebut hanya gurauan? Terkadang kabar berita palsu sulit dibedakan dengan humor atau sindiran. Periksa apakah sumbernya memang terkenal menampilkan parodi, dan apakah perincian cerita dan nadanya memberikan kesan berita tersebut hanya sekadar gurauan.


10. Beberapa cerita memang sengaja dibuat salah. Berpikirlah secara kritis tentang cerita yang Anda baca, dan hanya bagikan berita yang Anda ketahui dapat dipercaya.
Randu Arbitra

Randu Arbitra

No comments:

Post a Comment

Pengunjung yang baik tidak akan meletakkan link hidup di kolom komentar!
Please dont put your link in comment box.

Powered by Blogger.