Breaking News
recent

Penelitian: Banyak Tidur Meningkatkan Risiko Alzheimer dan Demensia

Tidurlah sesuai waktu yang direkomendasi 7-8 jam dimalam hari.

Ketika kita berbicara tentang cara untuk tidur lebih baik, kita biasanya membutuhkan banyak saran, karena hampir semua dari kita jarang sekali tidur dengan cukup. Mungkin karena masalah insomnia, atau terjebak dalam kebiasaan makan yang buruk, yang dapat mengganggu tidur kita.


Namun, ada hal yang tidak disadari oleh banyak orang bahwa tidur terlalu banyak malah akan menyebabkan kerusakan serius pada tubuh kita. Terbaru, temuan di bidang medis, orang yang tidur secara teratur setidaknya selama sembilan jam semalam dua kali lebih mungkin untuk mengembangkan Alzheimer daripada mereka yang tidur kurang dari sembilan jam semalam.

Kabar mengkhawatirkan ini berasal dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti di Boston University School of Medicine. Mereka menganalisis data dari Framingham Heart Study, sebuah penelitian yang diikuti oleh partisipan dalam jumlah yang sangat besar, dimulai pada tahun 1984, dan diikuti lebih dari 5.000 partisipan yang berusia antara 30 dan 62 tahun. 

Sebagai bagian dari penelitian, para peserta diminya mencatat berapa banyak mereka tidur setiap malam, dan selanjutnya mengunjungi dokter untuk diuji gejala Alzheimer dan bentuk lain dari demensia. Berdasarkan catatan ini, peneliti dari Boston University School of Medicine menemukan bahwa tidur berkepanjangan dapat melipatgandakan risiko demensia dalam waktu 10 tahun.

Hal lain yang tak kalah menakutkannya adalah pendidikan juga memainkan peran dalam temuan penelitian ini. Penulis utama dalam penelitian tersebut mengatakan kepada Medical News Today bahwa peserta yang hanya tamat SMA enam kali lebih mungkin untuk mengembangkan demensia dalam jangka waktu 10 tahun. Jadi, jika Anda memiliki gelar sarjana, berarti Anda sudah memiliki perlindungan diri dari Alzheimer.

Jika Anda menemukan bahwa Alzheimer dan demensia merupakan penyakit turunan dalam keluarga Anda, maka Anda harus berusaha keras untuk mendidik diri sendiri sebaik dan setinggi mungkin. Hindari diri Anda terhadap tanda-tanda awal penyakit ini. Namun, jangan lupakan juga untuk mengetahui bagaimana kehidupan nyata yang dialami oleh para pasien Alzheimer. Karena, kadang-kadang hal ini memang tak bisa dihindari. Seperti kata pepatah, "Untung tak bisa diraih, malang tak dapat ditolak." Jika memang demikian, kenapa tidak berdamai saja dengannya?! 

Namun, tentu saja kita semua berharap terhindar dari penyakit yang sangat menakutkan ini. amin ya rabbal alamin.
Muhammad Junaidi

Muhammad Junaidi

No comments:

Post a Comment

Pengunjung yang baik tidak akan meletakkan link hidup di kolom komentar!
Please dont put your link in comment box.

Powered by Blogger.