Breaking News
recent

Inilah Sejarah Mengapa Lampu Lalu Lintas Berwarna Merah, Kuning, Hijau


Fakta bahwa merah berarti berhenti dan hijau berarti jalan telah mempengaruhi kehidupan kita lebih dari hanya sekedar rambu lalu lintas. Sejak kecil kita sudah diajarkan bahwa warna merah berarti bahaya dan hijau berarti aman untuk terus bergerak maju. Tapi mengapa warna merah, kuning, dan hijau yang dipilih sebagai rambu lampu lalu lintas sejak dulu? Padahal, untuk sesuatu yang harus kita lihat setiap hari, bukankah lebih baik jika kita melihat warna-warna yang lebih menarik, seperti biru, pink, atau putih.

Ada baiknya kita mengetahui bahwa sebelum lampu lalu lintas untuk jalan raya ada, dahulu kala ada rambu lalu lintas untuk kereta api. Pada awalnya, perusahaan kereta api menggunakan warna merah berarti berhenti, putih berarti jalan, dan hijau berarti hati-hati. Seperti yang bisa Anda bayangkan, para masinis mendapat beberapa masalah dengan warna putih yang berarti jalan.

Misalnya, pada malam hari, masinis sering salah melihat bahwa bintang yang bersinar terang dengan cahaya putih adalah rambu pengatur yang menandakan "silakan jalan terus". Oleh karena sering terjadi hal seperti itu, perusahaan kereta api akhirnya mengganti makna hijau berarti jalan, dan selanjutnya dipakai hingga kini.


Sedangkan untuk warna merah, yang selalu dianggap sebagai warna yang menunjukkan bahaya, memang sejak dari dulu berarti berhenti. Bahkan, jauh sebelum mobil berkeliaran seperti saat ini. Hal ini kemungkinan besar dikarenakan warna merah memiliki gelombang terpanjang, sehingga dapat dilihat dengan jelas dari jarak yang lebih jauh daripada warna lain.

Untuk warna kuning yang berarti hati-hati, memiliki gelombang yang juga cukup panjang, tetapi sedikit lebih pendek dari merah, namun tak sependek gelombang warna hijau.

Percaya atau tidak, dahulu warna kuning pernah berarti berhenti, setidaknya pada awal pertama penggunaan rambu lalu lintas, yakni pada tahun 1900-an. Karena terlalu sulit untuk melihat tanda merah di daerah yang temaram. Namun kemudian bahan-bahan yang mampu merefleksi cahaya ditemukan dan pada saat itu warna kuning diganti menjadi merah.

Dikarenakan warna kuning bisa terlihat dengan jelas pada jarak yang cukup jauh maka bus sekolah dan zebra cross untuk area sekolah diluar negeri selalu dicat dengan warna kuning. Namun, di Indonesia kita melihat bus sekolah dicat dengan berbagai warna. Sedangkan zebra cross untuk area sekolah tetap saja di cat dengan warna putih, sama seperti zebra cross ditempat penyebrangan lain. 

Baca juga artikel menarik lainnya:

Nah, lain kali jika Anda tak sabar menunggu lampu hijau karena warna merahnya terlalu lama, maka janganlah mengomel. Cobalah sesekali berpikir bahwa warna-warna lampu itu sudah dipilih sedemikian lama, dan dengan berbagai pertimbangan, untuk melayani kita agar tetap aman dalam berkendera. Jadi, tugas kita sederhana; ikuti saja dengan taat! Mudah-mudahan selamat, amin.
Muhammad Junaidi

Muhammad Junaidi

No comments:

Post a Comment

Pengunjung yang baik tidak akan meletakkan link hidup di kolom komentar!
Please dont put your link in comment box.

Powered by Blogger.