Wednesday, February 22, 2017

Mengenal Huruf Stenografi Sistem Karundeng - Stenografi 01

No comments :
Belajar stenografi itu mudah!

Sahabat Populer, ini adalah tulisan pertama kami tentang stenografi. Kami berencana dan berkomitmen akan menulis artikel stenografi sampai semua materinya selesai. Tapi, tentu saja kami akan memposting artikelnya satu-persatu, maklumlah, kami ini seorang guru, tak punya banyak waktu untuk fokus ngeblog.

Sebelum kita melangkah lebih jauh, kami ingin Anda memotivasi diri Anda sendiri dengan berkata bahwa pelajaran stenografi ini Betul-Betul-Betul-Betul Sangat Mudah. Mudah, mudah, mudah! Tak ada pelajaran yang lebih mudah dipelajarai daripada stenografi. Pelajaran ini sama saja seperti pada saat kita mulai belajar menulis di kelas 1 SD dulu. Jadi, apa susahnya? Bohong besar jika ada orang yang mengatakan bahwa pelajaran stenografi adalah salah satu pelajaran tersulit. Bohong, bohong, BOHONG! Jadi, jangan lupa ya Sahabat, pelajaran ini sangat mudah. Yakinlah itu!

Untuk yang pertama ini kita akan mempelajari tentang huruf-huruf dasar dalam stenografi sistem Karundeng. Namun sebelum itu mari kita pahami terlebih dahulu apa sebenarnya setenografi itu.

Stenografi berasal dari bahasa latin, yakni stenos dan dan graphein. Stenos berarti singkat/pendek,  dan graphein berarti tulisan. Jadi, stenografi berarti tulisan singkat atau tulisan pendek. Namun, masyrakat umum lebih cenderung mengartikannya sebagai tulisan cepat. Whatever!


Ada banyak sistem stenografi di dunia. Di Indonesia, kita memiliki paling tidak dua sistem penulisan, yaitu stenografi Eliezer Karundeng dan J. Paat/Sabirin. Berdasarkan Surat Keputusan No.51/1968, tanggal 1 Januari 1968 telah ditetapkan Sistem Eliezer Karundeng (atau bisanya disebut dengan sistem Karundeng) sebagai sistem stenografi standar yang berlaku pada lembaga-lembaga pendidikan di lingkungan departemen pendidikan. Oleh karena itu stenografi sistem Karundenglah yang kami pilih untuk kami bahas di dalam blog ini.

Manfaat Stenografi
Tentu saja belajar stenografi banyak sekali manfaatnya. Diantaranya:

1. Untuk mencatat risalah rapat
2. Untuk mencatat dikte atau perintah pimpinan
3. Mencatat pembicaraan via telepon
4. Untuk mencatat wawancara
5. Membuat catatan rahasia

Dan, tentu saja masih banyak manfaat lainnya yang sebetulnya tak terlalu penting untuk kita ketahui. Semua manfaat itu akan kita rasakan satu persatu jika kita sudah ahli dalam menulis steno. Tapi, jika kita malas belajar, mana ada manfaat yang terasa. Malah, kepala jadi pusing.

Baiklah Sahabat Populer, tak perlu memperpanjang mukadimah yang tak penting. Mari kita langsung saja mulai belajar stenografi dengan mengenal huruf-huruf dasar dalam stenografi sistem Karundeng. Silakan lihat gambar berikut.
Sekaligus kami minta Anda untuk mempelajari huruf-huruf majemuk dalam stenografi sistem Karundeng. Tapi huruf-huruf majemuk ini rencananya baru akan kita pakai pada artikel ketiga nanti. Saat ini ada hafal saja dulu. 

Catatan tentang cara menulis:
1. Semua huruf konsonan (selain dari huruf a i u e o) ditulis dari atas ke bawah. Termasuk huruf majemuk konsonan.
2. Semua huruf vokal (a i u e o) ditulis dari bawah ke atas. Termasuk huruf majemuk vokal.
3. Huruf E adalah E keras; contohnya pada kata pEsta, mErah, pElEt, sEtan. Sedangkan, huruf e adalah e lemah; contohnya pada kata sedang, seperti, selalu, sering. 

Berdasarkan pengalaman kami, Anda harus menghafal dan terus praktik menulis huruf-huruf di atas minimal selama 1 jam tiap hari sampai benar-benar mahir.

Hati-hati dengan huruf yang sama bentuknya, tapi beda ukurannya atau cara menulis.
Huruf-huruf yang sama penulisannya tapi beda ukurannya
B dengan W
C dengan Y
D dengan nd
G dengan M
P dengan F/V
J dengan Z
K dengan sp
E dengan O
S dengan sy
T dengan nt
U dengan ua

Huruf-huruf yang sama atau hampir sama, tapi beda cara penulisannya
A dengan e
I dengan t
R dengan ng
L dengan ny
Q dengan nj

Berikut ini kami berikan contoh menulis stenografi dengan cara belum disambung. 

Selanjutnya. latihan! Bisakah Anda membaca dua kalimat pendek berikut ini  dalam waktu di bawah 1 menit? Artinya Anda harus membaca masing-masing kalimat dalam waktu kurang dari 30 detik. Jika sudah bisa berarti Anda berhak lanjut ke pelejaran berikutnya pada artikel stenografi kedua kami nanti. 

Catatan Penting:
Tulislah di buku Anda kalimat seperti yang kami buat pada gambar terakhir ini dengan stenografi TANPA ditulis huruf latinnya. Seperti kalimat, "semut makan kucing", "adik mencangkul burung", "kelapa sudah manja", dan lain-lain.
Tulis 10 buah kalimat pendek yang aneh itu, agar Anda tidak asal menebak pada saat membacanya.
Nah, 10 kalimat yang Anda tulis dengan stenografi TANPA huruf latin itu akan Anda baca besok hari. Apakah Anda masih bisa membacanya? Kalau Anda bisa, berarti Anda sudah lulus materi dasar ini. 


Begitulah pengalaman kami belajar stenografi. Kami belajar autodidak, tak pernah diajari guru. Kami belajar sendiri dari buku. Tapi sekarang kami adalah guru stenografi.
Untuk melanjutkan pelajaran ke materi ke-2 tentang Cara Menyambung Huruf Stenografi Sistem Karundeng - Stenografi 02 silakan klik DI SINI.

No comments :

Post a Comment

Pengunjung yang baik tidak akan meletakkan link hidup di kolom komentar!
Please dont put your link in comment box.

reno test