Monday, February 20, 2017

Bagan Surat Menyurat Bisnis

No comments :

Salah satu kegiatan yang pasti dilakukan oleh setiap perusahaan bisnis adalah berkomunikasi dengan surat-menyurat, atau biasanya kita menyebutnya dengan kegiatan korespondensi.

Pada waktu teknologi belum secanggih saat ini, kegiatan surat menyurat dilakukan dengan menggunakan kertas, yang dikirim melalui pos atau kurir. Namun, pada saat ini korespondensi lebih banyak dilakukan dengan cara berkirim surat elektronik/surel (email) atau melalui pesan-pesan pendek, seperti SMS, BBM, Messenger, WA, dan lain-lain.

Meskipun begitu kegiatan korespondensi tetaplah sama. Hanya medianya saja yang berubah menjadi semakin canggih, praktis, murah, dan lebih cepat.

Untuk melakukan komunikasi melalui surat-menyurat ada alur korespondensi yang harus diperhatikan agar kita tidak salah dalam mengirim atau membalas surat. Alur korespondensi ini berisi informasi tentang urutan-urutan surat-menyurat yang semestinya. 

Baca juga: Bentuk Surat Dinas dan Bentuk Surat Resmi Niaga

Sama halnya seperti pada saat kita akan berangkat ke sekolah, pasanglah kaos kaki terlebih dahulu, baru berikutnya memasang sepatu. Jangan dibalik! Nanti kita dianggap sebagai orang yang kurang waras.
Tidak tepat juga jika kita memakai sepatu tanpa kaos kaki. Atau yang lebih lucu lagi, memakai kaos kaki tapi tidak memakai sepatu waktu mau ke sekolah.

Nah, begitulah seharusnya, alur korespondensi ini memberikan pedoman tentang urutan surat-menyurat yang tepat, khususnya di dalam dunia bisnis.

Sahabat Populer yang baik dan senang belajar! Berikut ini kami tampilkan kepada Anda tentang bagan alur surat-menyurat/korespondensi dalam dunia bisnis. Silakan dilihat dengan teliti. 

BAGAN KOMUNIKASI SURAT MENYURAT BISNIS



Keterangan:
Semua kotak yang berwarna hijau adalah surat yang dikirimkan oleh penjual kepada pembeli. Sedangkan semua kotak yang berwarna kuning adalah surat-surat yang dikirimkan oleh pembeli kepada penjual.

Setelah surat pengiriman barang, alurnya bercabang menjadi dua. Jika pembeli merasa puas dengan barang yang dikirim oleh penjual maka alurnya mengikuti yang sebelah kanan. Sedangkan, jika pembeli merasa tidak puas maka alurnya mengikuti sebelah kiri.

Bagan surat-menyurat ini sebenarnya tidaklah mutlak seperti ini. Ini hanyalah bagan surat-menyurat sederhana yang biasanya diajarkan secara teori di sekolah atau di kampus. Sedangkan, proses komunikasi surat-menyurat yang terjadi di lapangan bisa jadi lebih kompleks atau malah lebih sederhana daripada contoh bagan di atas.

Pada saat pelaksanaan korespondensi di dalam dunia bisnis sesungguhnya Anda tak perlu terlalu memusingkan urutan yang ada dalam bagan surat-menyurat di atas. Misalnya, Anda baru akan mengirimkan surat pesanan jika Anda telah menerima surat penawaran dari penjual. Tentu saja tidak begitu. Anda tetap boleh mengirimkan surat pesanan (jika memang ada barang yang Anda butuhkan), meskipun Anda belum pernah menerima surat penawaran dari penjual. Andapun boleh tidak membalas surat pesanan (jika memang tidak ada barang yang Anda butuhkan) meskipun Anda telah menerima surat penawaran dari penjual.

Baca juga artikel menarik lainnya:

Demikianlah Sahabat Populer. Keputusan terbaik untuk mengirimkan surat yang tepat tetap ada di tangan Anda sendiri. Selamat berkorespondensi!

No comments :

Post a Comment

Pengunjung yang baik tidak akan meletakkan link hidup di kolom komentar!
Please dont put your link in comment box.

reno test