Breaking News
recent

Bagan Komunikasi

Ada suatu hal yang pasti dilakukan semua orang di dunia ini bersama orang lain, yakni, berkomunikasi. Meskipun Anda adalah seorang tunawicara (bisu), tunarungu (tuli), atau tunanetra (buta), Anda tetap ingin dan pasti melakukan komunikasi dengan orang lain.

Bahkan, meskipun Anda memiliki ketiga disabilitas di atas sekaligus, Anda tetap ingin melakukan komunikasi. Mungkin Anda pernah mendengar seseorang yang menderita bisu, tuli, dan buta, bernama Helen Keller, yang membuat bahasa isyarat American Sign Language (ASL) menjadi demikian populer.

Tahukah Anda bahwa berdasarkan hasil sebuah penelitian, diketahui 75% sampai 90% dari waktu kerja kita, kita pergunakan untuk berkomunikasi? (Jiwanto, 1985:3). Jika dijabarkan lebih detail maka kegiatan kita bisa dilihat sebagai berikut:
5% dipergunakan untuk kegiatan menulis
10% dipergunakan untuk kegiatan membaca
35% dipergunakan untuk kegiatan berbicara, dan
50% dipergunakan untuk kegiatan mendengarkan 


Anda bisa lihat bahwa porsi terbesar terdapat pada kegiatan mendengarkan dan berbicara.

Ilmu pertama yang diajarkan oleh orangtua kita kepada kita ketika masih bayi dulupun adalah ilmu berkomunikasi. Mereka mengajarkan kita bagaimana berbicara dengan mengucapkan nama bapak, ibu, kakak, abang, adik, dan nama kita sendiri dengan benar.

Semakin tinggi sekolah kita, semakin komplek dan rumit pula ilmu komunikasi yang diajarkan guru kepada kita. Bahkan, di dalam ilmu pemograman kita diajarkan untuk bisa berkomunikasi dengan mesin. Dan, itu benar-benar terjadi saat ini; kita mulai berkomunikasi dengan benda-benda mati.

Namun, di sini kita tidak membahas hal-hal rumit tersebut. Di sini kami hanya ingin berbagi sedikit ilmu yang kami tahu tentang komunikasi. Atau, lebih tepatnya tentang Bagan Komunikasi dan Unsur-unsur komunikasi secara sederhana.

Baiklah Sahabat Populer berikuti ini adalah Bagan Komunikasi sederhana yang kami buat dalam bentuk gambar agar lebih mudah Anda pahami. 


Keterangan:
Komunikator adalah seseorang atau pihak yang bertindak sebagai pengirim pesan, atau lebih  tepatnya pihak yang menyampaikan gagasan, perasaan, atau pemikiran kepada orang lain.

Encoder adalah alat atau media yang dipergunakan untuk menyampaikan pesan. Misalnya, mulut, suara, ponsel, radio, koran, pentungan, lampu, dan lain-lain.

Message/pesan adalah pesan yang disampaikan. Misalnya, informasi, instruksi, gagasan, perasaan, pemikiran, dan lain-lain.

Decoder adalah alat atau media yang dibunakan untuk menangkap pesan. Misalnya telinga, mata, ponsel, televisi, radio, dan lain-lain.

Komunikan adalah seseorang atau pihak penerima pesan dalam proses komunikasi.

Respon, Feedback, umpan balik adalah reaksi pihak komunikan terhadap informasi yang disampaikan. Misalnya, senang, marah, suka, tidak suka, menerima, menolak, dan lain-lain.

Baca juga artikel menarik lainnya:

Sedangkan hambatan-hambatan adalah kendala yang terjadi selama proses komunikasi. Hal ini bisa disebabkan oleh faktor intern dan faktor ekstern.
Faktor intern misalnya suara atau tulisan yang tak jelas, salah ucap atau salah eja, penggunaan kata yang salah, kurang menguasa bahasa komunikasi, dan lain-lain.
Faktor Ekstern misalnya suasana bising, gelap, tak ada sinyal, dan lain-lain.
Muhammad Junaidi

Muhammad Junaidi

No comments:

Post a Comment

Pengunjung yang baik tidak akan meletakkan link hidup di kolom komentar!
Please dont put your link in comment box.

Powered by Blogger.