Thursday, January 19, 2017

Awas! Sembilan Kegiatan Ini Betul-betul Hanya Buang-buang Waktu

No comments :
Waktu adalah modal terbesar dan terbaik yang diberikan Allah kepada manusia. Semua manusia mendapatkan jatah yang sama setiap hari, 24 jam. Namun, dengan jatah yang sama itu akan memberikan hasil yang berbeda pada setiap manusia. Ada yang mampu mengubah dunia, ada yang menjadi jauh lebih baik, tapi ada juga yang tak berubah sama sekali. Bahkan, ada yang menjadi golongan celaka, mereka berubah menjadi lebih buruk dari hari kemaren.

Semua kegiatan di dunia ini hanyalah selingan menunggu waktu shalat. Karena sebaik-baiknya kegiatan adalah beribadah, mendekatkan diri kepada Sang Khalik.
Prof. Dr. Tabrani Rab pernah mengatakan bahwa, "Sebaik-baiknya istirahat adalah bekerja, dan seburuk-buruk kerja adalah istirahat."

Setiap detik yang dijatahkan kepada kita di atas dunia ini akan kita pertanggungjawabkan di hadapan Sang Pencipta nantinya. Tentu saja kita tidak ingin memberikan jawaban yang buruk ketika Allah bertanya, "Waktumu kau habiskan untuk apa?"


Andai saja kita tahu betapa beharganya waktu, maka tak sedetikpun dari sisa umur yang kita miliki ini akan terbuang sia-sia. Pastilah akan kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk membuat sebanyak-banyaknya kebaikan.

Tapi, kenyataan yang ada menunjukkan bahwa kita belum menyadari betapa berharganyan waktu. Kita dengan santai melewati hari demi hari, minggu ke bulan, bulan ke tahun, dengan melakukan kegiatan yang betul-betul tak berharga. Dan, itu berlangsung terus-menerus sampai saat ini.

Berikut ini adalah 9 kegiatan yang betul-betul hanya membuang-buang waktu yang kami petik dari lifehack.com


1. Menonton Televisi


Tak ada salahnya menonton televisi untuk meng-update informasi terbaru dengan menonton berita, info olahraga, info cuaca, atau sedikit hiburan untuk  meredakan stres. Namun, selebihnya tontonan yang ada di televisi hanyalah sampah, yang memaksa kita untuk terduduk sepanjang hari tanpa produktivitas apapun.

Kami juga ingin mengingatkan kepada para penonton mania agar lebih cerdas memilih dan menilai informasi yang disampaikan. Karena, kebanyakan informasi itu sudah direkayasa untuk kepentingan pihak-pihak tertentu.

2. Bergosip



Dari semua kegiatan yang ada dalam daftar ini mungkin bergosip adalah biangnya. Sama sekali tak ada manfaatnya. Kita menganggap bahwa dengan bergosip kita bisa menjalin hubungan dengan si tukang-tukang gosip. Tapi kita lupa, bahwa tukang gosip tak peduli teman. Pada saat kita tak ada mereka akan bergosip tentang kita, atau malah sebaliknya, kitalah yang menggosipkan salah seorang teman kita itu ketika mereka tak ada.

Menceritakan tentang aib seseorang dibelakang mereka itu adalah dosa, meskipun itu benar. Apalagi jika yang kita ceritakan dusta, itu fitnah namanya.

Tak ada manfaat sama sekali berkumpul dengan orang-orang yang suka bergosip. Setiap hari kita hanya menambah dosa. Paling tidak, waktu kita terbuang percuma dengan kegiatan ini.
Ingat, menonton infoteinment juga termasuk dalam kategori bergosip. Jika kita menontonnya berarti kita juga ikut dalam kegiatan itu.

3. Menjalin hubungan asmara dengan seseorang hanya karena kita merasa bosan sendiri atau merasa sepi 


Kebanyakan dari kita tidak takut sendiri pada saat merasa sedih. Tapi, semua kita pasti akan merasa sedih ketika sendiri pada saat-saat bahagia.

Sendiri itu memang tidak baik dan tidak meriah. Tapi, hanya karena alasan itu kita menjalin hubungan asmara dengan seseorang yang tidak kita cintai -- dan pada kenyataannya kita tetap merasa sendiri meskipun pada saat bersama si dia - itu jauh lebih buruk daripada sendiri.

4. Berusaha untuk memecahkan semua masalah teman-teman

Membantu teman untuk memecahkan masalah yang dihadapinya adalah sebuah perbuatan mulia dan disukai Tuhan. Namun, jika tiap hari kita terus menerus berusaha untuk memecahkan semua masalah teman-teman tentu saja ini sangat tidak bijak. Karena mereka jadi tak punya pengalaman menyelasaikan masalah mereka sendiri. Akhirnya, setiap mereka terkena masalah hal pertama yang mereka ingat adalah pertolongan kita. Entah itu karena mereka terdidik menjadi cengeng atas bantuan yang Anda berikan selama ini, atau mereka memang suka memanfaatkan kita untuk menyelesaikan semua masalah mereka.

Wake up! Kita juga punya masalah sendiri yang harus dihadapai. Jangan buang-buang waktu hanya untuk memperbaiki hidup mereka agar jadi lebih baik. Didik mereka bertanggung jawab dengan membiarkannya menyelesaikan masalah mereka masing-masing.

5. Berusaha untuk menjadi pemenang dalam setiap percakapan


Motivator-motivator ternama sering menyebutkan bahwa orang-orang yang berusaha untuk menjadi pemenang dalam setiap percakapan sebetulnya adalah orang-orang yang kalah dalam kehidupan nyata. Tak ada orang yang menyukainya. Semua prestasi yang dia dapat sebagai pemenang dalam setiap percakapan hanya membuat dia semakin dibenci dan dijauhi oleh teman-temannya.

Mengalah dalam percakapan untuk memenangkan hati teman-teman nampaknya jauh lebih menyenangkan dan membanggakan. Dengan begitu kita tidak termasuk orang yang buang-buang waktu jika hadir dalam sebuah percakapan. Percakapn jadi lebih menyenangkan dan kitapun mendapat banyak informasi baru.

6. Berusaha untuk membuat orangtua bahagia padahal kita membencinya



Berusaha untuk membuat orangtua bahagia itu sangat besar pahalanya. Hebatnya lagi, jika orangtua bahagia maka Tuhanpun akan bahagia. Namun, jika pada kenyataannya kita membenci apa yang kita lakukan untuk membahagiakan orangtua tersebut tentu saja itu bukanlah sesuatu yang bijak. Di sisi lain, hasil yang didapatpun pastilah tidak maksimal.

Orangtua ingin melihat kita menjadi pebisnis ulung yang sukses, tapi hati kita sebetulnya ingin menjadi musisi. Hanya karena kita ingin membahagiakan orangtua akhirnya kitapun memilih untuk belajar menjadi pebisnis dengan melawan panggilan hati. Tentu saja hasilnya tidak akan sebaik bila kita menjadi musisi. Semuanya akan jadi sia-sia.

Solusi mudahnya adalah berusahalah mencintai apa yang disukai oleh orangtua. Dengan begitu, semua menang semua senang, Tuhanpun ridho, insya Allah.

7. Terus-terusan mengeluh tentang sesuatu padahal hal itu sudah berubah dari sebelumnya


Pagi ini kita dihidangkan sarapan dua buah pisang goreng, kita mengeluh karena kurang. Besok pagi, dihidangkan sarapan sepiring nasi goreng, kita mengeluh karena tak ada kopi. Besoknya lagi, kita dikasi sarapan sepiring lontong dan segelas kopi, kita mengeluh karena tak ada rokok. Gitu aja terus.

Kita mengeluh karena jalan tidak diaspal, setelah diaspal kita mengeluh karena kenderaan terlalu banyak. Setelah jalan diperlebar, kita mengeluh kenderaan kita butut. Lalu, kapan kita bersyukur?

Mengeluh tak menyelesaikan masalah apapun. Hanya buang-buang waktu dengan hati jengkel.

8. Menciptakan masalah-masalah palsu agar Anda tak harus berurusan dengan masalah sesungguhnya


Hidup ini adalah masalah. Berani hidup, berarti berani bermasalah.  Tak berani berani bermasalah, mati aja. Lari dari masalah itu tindakan pengecut, mencari-cari masalah, itu tindakan ceroboh. Masalah itu ada untuk diselesaikan bukan untuk dihindari, atau hanya didiamkan saja. Dia akan tetap ada di sana hingga kita menemukan solusi pemecahannya.

Menciptakan masalah-masalah palsu agar Anda tak harus berurusan dengan masalah sesungguhnya ini adalah tindakan pengecut, lari dari masalah sesunggguhnya. Buang-buang waktu saja.

9. Berusaha untuk membuat seseorang jatuh cinta kepada Anda padahal mereka sama sekali tidak tertarik dengan Anda


Ada kalimat bijak yang sering kita dengar, "Kumbang tak seekor, kembang tak sekuntum." Jadi, mengapa hanya berusaha matian-matian ingin memetik mawar yang satu itu saja? Jalan ke sana itu semak, banyak duri, terjal, dan mawarnya juga berduri. Mengapa tidak kita alihkan pandangan ke arah melati, lily, atau tulip saja yang tak kalah indahnya.


Bukan tidak mungkin bahwa akhirnya kita akan mendapatkan mawar yang kita idamkan itu. Tapi, biasanya pengorbanan tidak sedikit. Kita dibuat babak belur dan terlalu banyak waktu yang terbuang. Tanpa kita sadari hari sudah semakin senja. Sebentar lagi akan gelap dan mungkin turun hujan.

No comments :

Post a Comment

Pengunjung yang baik tidak akan meletakkan link hidup di kolom komentar!
Please dont put your link in comment box.

reno test