Monday, December 19, 2016

Penelitian Ilmiah Mengungkapkan Bahwa Lelaki Tidak Pernah benar-benar Bisa Move On

No comments :

Jatuh cinta, sejuta rasanyanya. Tapi, putus cinta, dua juta rasanya. Dan, tak ada satupun dari rasa itu yang menyenangkan. Sakit, pedih, kecewa, dendam, marah, sepi, sedih, dan banyak lagi yang menghujam langsung ke ulu hati. Badanpun serasa loyo, letih, lesu, padahal tak mengerjakan apapun. Rasanya tak ingin bangun dari tempat tidur, tidur sepanjang hari; dan hari berikutnya; dan hari berikutnya.

Apapun alasannya, putus hubungan dari orang yang dicintai itu tetap saja sakit rasanya. Meskipun logika kadang-kadang mampu menerima keadaan namun hati sulit untuk dijinakkan. Ketika kita sedang berkumpul dengan keluarga dan teman-teman dekat sebenarnya kita tidak pernah benar-benar berada di situ. Pikiran kita sedang melanglang buana memikirkan dia, "Sedang apa dia sekarang? Dengan siapa? Dimana? Kenapa dia tak di sini saja membantu meredakan sesak ini? Tapi, dia takkan mampu meredakannya, karena dialah penyebabnya. Dia betul-betul jahat. Tapi, aku rindu."

Setiap mendengar Hp berdering rasa-rasanya itu adalah pesan yang masuk dari dia. Namun ternyata hanya iklan dari provider yang membuat rasa sakit menjadi makin pedih. Memegang Hp serasa mendengar suaranya seperti biasa. Membuka facebook, rasanya masih ingin stalking, like, dan comment pada status-status yang dia buat. Apakah ada sedikit saja dia menyinggung tentang saya? Ahhhh....


Pada awal putusnya sebuah hubungan seorang laki-laki kelihatannya lebih tegar daripada seorang perempuan. Mereka tetap bisa berinteraksi dengan teman-teman seperti biasa, bekerja, berolahraga, dan tidur seperti biasa. Seolah-olah mereka tak merasa begitu terguncang karena baru putus dari seseorang yang dicintainya.

Sedangkan seorang perempuan kelihatannya lebih terpukul dan hancur. Berwajah suram dengan penampilan kusut dan sebagian besar waktunya lebih banyak dihabiskan dengan mengurung diri dikamar, berkumpul dengan keluarga, atau teman terdekatnya.

Namun, penelitian ilmiah membuktikan bahwa laki-laki sebenarnya peduli dan menyimpan kenangan indah bersama itu jauh lebih lama daripada yang dilakukan perempuan. Penelitian yang dilakukan pada tahun 2000 yang melibatkan keadaan emosional 2.000 pria dan wanita yang telah berpisah dan belum pernah bertemu kembali sekalipun dengan pasangannya, dimana saja, dalam waktu 6 hingga 9 tahun kemudian, kenyataannya laki-laki cenderung tidak pernah benar-benar membina hibungan yang siginifikan daripada hubungannya yang lalu. 

Para wanita dalam penelitian ini menunjukkan indikasi telah menjadi lebih terbuka di tahun-tahun berikutnya setelah perceraian mereka. Sedangkan laki-laki emosinya menjadi lebih tidak stabil di sebabkan oleh perpisahan tersebut.

Hal ini membuktikan bahwa meskipun putus cinta cenderung lebih membuat wanita terpukul dan hancur pada awalnya, Tapi mereka benar-benar bisa terlepas dari rasa sakit itu untuk tahun-tahun mendang. Sedangkan laki-laki akan menyimpan perasaan sedih tentang perpisahaan tersebut hingga bertahun-tahun mendatang.

Baca juga artikel menarik lainnya:


Sebuah studi lain yang dilakukan oleh Craig Morris melalu asosiasi penelitian Binghamton University mendukung teori di atas. Dengan melibatkan 5705 peserta dari 96 negara yang menilai tentang seberapa cepat mereka bisa move on dari mantan mereka, dan ditemukan bahwa rata-rata pria cenderung menderita lebih lama daripada wanita.

"Pria itu seperti merasa kehilangan lebih dalam dan untuk jangka waktu yang sangat lama karena tenggelam kesedihan itu. Lalu ia harus mulai bersaing lagi untuk menggantikan apa yang telah hilang - atau lebih buruk lagi, ia harus menghadapi bahwa kehilangan itu tak mungkin tergantikan," kata Morris menjelaskan.

No comments :

Post a Comment

Pengunjung yang baik tidak akan meletakkan link hidup di kolom komentar!
Please dont put your link in comment box.

reno test