Breaking News
recent

Makna Istilah "Hari H" dan "Bangku CC"


Penulis sangat yakin Sahabat pasti pernah mendengar atau bahkan pernah mengucapkan kedua istilah di atas, "hari H" dan "bangku CC". Memang, kedua istilah ini sangat populer pada semua kalangan. Semua orang menggunakannya. Baik orang terpelajar hingga orang awam menggunakan kedua istilah ini, dalam berbagai kondisi.

Penulis juga sangat yakin semua orang memahami makna yang dikandung kedua istilah tersebut. Baik si pembicara maupun si pendengar sama-sama paham. Jadi, dalam komunikasi lisan kedua istilah ini tidak menimbulkan masalah.

Hal ini sama persis seperti orang Batak yang meminta tolong kepada temannya, si Ucok. "Oi Cok! Tolong kau apakan anu itu. Tapi jangan keras kali kau apakan! Nanti apa pulak dia. Kalau udah selesai, nanti kau bawa anu itu ke sini ya!"

Hebatnya, si Ucok paham benar apa yang dimaksud oleh temannya itu. Dia melakukan persis seperti yang diminta, tak ada salah sedikitpun.


Kembali ke masalah awal, istilah "hari H" dan "bangku CC". Apakah semua orang yang mengucapkannya tahu apa maksud huruf "H" pada istilah "hari H" dan CC pada "bangku CC" itu? Di sisi lain, apakah pendengarnya juga tahu? Bukan dalam makna tersirat, tapi dalam makna tersurat. Karena, seperti yang sudah kita ulas tadi bahwa semua orang paham benar maksud kedua istilah itu dalam bahasa percakapan.

Baiklah untuk lebih jelasnya mari kita bahas kedua istilah ini secara mendetail.


Hari H

Dalam bahasa Inggris mereka menyebut hari yang dimaksud dengan istilah "D-day", atau "the day". Istilah the day sebetulnya lebih tepat daripada D-day. Karena lebih sesuai dengan kaidah bahasa Inggris, bahwa the menyatakan sesuatu yang sudah diketahui maksudnya oleh sipembicara maupun sipendengar. Misalnya, the book, the money, the day. Dalam hal ini si pembicara dan sipendengar tahu benar buku, uang, dan hari yang mana yang sedang dibicarakan.

Namun, dalam perkembangannya partikel "the" ini mengalami perubahan bentuk menjadi D. Hal ini serupa dengan kata The Massive menjadi D'Massive, The Luna menjadi D'Luna.

Padahal keduanya memiliki ucapan yang berbeda. The harus diucapkan dengan de sedangkan D harus diucapkan dengan di.

Penggunaan istilah D-day ini semakin lama semakin lazim. Hingga mereka lupa bahwa huruf D yang dimaksud adalah penulisan singkat dari the.

Saat ini, jika mereka ditanya apa maksud dari huruf D itu, mereka malah menjawab bahwa huruf D itu adalah singkatan dari day (=hari).

Sungguh, sebuah jawaban yang sangat tidak tepat, rancu, dan janggal. Namun, jauh lebih mudah dipahami dan lebih singkat. Itulah yang paling penting dalam bahasa percakapan, lebih mudah dipahami dan lebih singkat.

Lalu, kita di Indonesia, mengadopsi istilah ini dengan kata yang kita ambil dari bahasa kita sendiri. Jika mereka menggunakan "D-day" maka kita menggunakan "hari H" (D = day, H = hari). Bertambah jauhlah kita tersesat karena mengadopsi istilah yang sebetulnya telah salah dari tempat asalnya.

Meskipun salah, rancu, dan janggal, tapi, langsung mengena pada apa yang dimaksud. Lebih mudah dipahami dan lebih singkat. Ingat, itulah yang terpenting!

Jadi, huruf H pada istilah "hari H" adalah singkatan dari hari, seperti D pada istilah D-day, yang merujuk pada hari yang dimaksud, atau the day.


Bangku CC

Jika Anda mengirim surat atau email Anda wajib menulis alamat yang dituju. Dalam beberapa kondisi, Anda juga diminta untuk mengirimkan surat atau email itu kepada orang atau pihak yang sepatutnya mengetahui isi surat tersebut.

Dalam ilmu surat menyurat Indonesia hal itu disebut dengan istilah tembusan, kalau dalam English corespondence disebut dengan istilah carbon copy (CC). Dalam makna lazim CC ini diartikan dengan diikutsertakan. Orang atau pihak yang ditulis sebagai CC itu adalah penerima surat pasif.

Nah, dari sini muncullah istilah "bangku CC" dalam dunia transportasi umum, sebagai penumpang yang diikutsertakan juga. Seharusnya, si penumpang yang duduk di bangku ini tidak perlu membayar, karena dia adalah penumpang pasif. Namun, kenyataannya penumpang yang duduk di bangku CC tetap bayar, meskipun kadang-kadang harganya lebih murah daripada harga regular. 

Baca juga artikel menarik lainnya:


Sebetulnya penggunaan kata yang lebih tepat daripada bangku di sini adalah tempat duduk, atau dalam bahasa Inggris disebut dengan seat, bukan chair. Karena jika kita merujuk pada KKBI, kata bangku bermakna bangku papan dsb (biasanya panjang) berkaki untuk tempat duduk. Sedangkan tempat duduk jenis ini tidak pernah kita temukan lagi dalam transportasi umum saat ini.

Tapi, itulah bahasa percakapan. Saya suka menggunakannya, Anda paham yang saya maksud, then, everything's gonna be alright. Lebih mudah dipahami, itulah yang terpenting.
Muhammad Junaidi

Muhammad Junaidi

1 comment:

Pengunjung yang baik tidak akan meletakkan link hidup di kolom komentar!
Please dont put your link in comment box.

Powered by Blogger.