Wednesday, December 21, 2016

Fakta Ilmiah: 9 Sifat Alami Manusia Adalah Baik

No comments :

Pada saat kita masih SMA guru pembimbing ilmu sosial kita dulu pernah menyebutkan kalimat berbahasa latin, "Homo homini lupus", yang jika kita artikan ke dalam bahasa Indonesia berarti, "Manusia adalah serigala bagi manusia lain".

Sungguh buruk kesan manusia yang kita dapatkan dari kalimat tersebut. Seolah-olah manusia diciptakan untuk saling bermusuhan dan berseteru. Kalimat itu dicetuskan pertama kali dalam karya Plautus yang berjudul Asinaria (195 SM), yang berbahasa Latin. Pada saat itu seluruh masyarakat di bawah kekuasaan kerajaan Romawi menganut paham ini. Sungguh, sebuah paham yang sangat berbahaya dan mengerikan.

Untunglah tak lama setelah itu muncul kalimat yang berlawan dengan paham di atas, yakni, "Homo homini socius", yang jika kita artikan di dalam bahasa Indonesia berarti "Manusia adalah teman bagi manusia lain". Kalimat ini pertama kali dicetuskan oleh Seneca.

Secara alami, sifat dasar manusia itu sebenarnya semuanya baik, suka menolong, dan cinta terhadap sesama. Namun, karena dorongan nafsu yang tak terkendali dan tuntutan kebutuhan yang mendesak akhirnya manusia berubah menjadi makhluk yang mengerikan. Bahkan lebih kejam dan lebih buruk daripada serigala. 


Menurut fakta ilmiah, peneliti menyimpulkan bahwa sebenarnya manusia itu adalah makhluk yang sangat hebat. Karena, pada beberapa kasus, manusia mampu mencintai sesamanya bahkan lebih daripada mencintai dirinya sendiri. Mereka suka menolong dan saling mencintai.

Berikut 9 sifat dasar manusia -yang semuanya baik- yang berhasil dihimpun oleh berbagai penelitian ilmiah, yang kami petik dari goodnet.org. Silakan disimak!

1. Sifat alami manusia adalah saling membantu

Anak-anak belajar untuk saling membantu dengan memberikan anak-anak lain benda yang mereka butuhkan, pada saat mereka berusia 14 bulan. Sebelum mereka beranjak ke umur dua tahun, mereka sudah paham untuk saling berbagi. Dan pada umur tiga tahun, mereka tahu jika ada orang yang tidak mengikuti norma sosial dan bahkan keberatan ketika mereka melihat kejadian seperti itu.

2. Membantu tidak mengharapkan imbalan

Penelitian telah menunjukkan bahwa keinginan anak untuk membantu tidak ada hubungannya dengan penghargaan dan imbalan. Pada umur tiga hingga lima tahunpun mereka masih membantu anak-anak lain sama sekali bukan karena ada reward dan insentif. Mereka membantu karena mereka ingin, bukan karena mereka termotivasi oleh kepentingan diri sendiri.

3. Kita betul-betul mengharapkan sebuah persahabatan



Manusia tidak hanya menikmati interaksi positif dengan orang lain, tapi kita juga membutuhkan mereka. Perasaan senang dan hebat kita benar-benar tergantung pada kemampuan kita untuk menjalin persahabatan dan membuat hubungan sedekat mungkin. Dengan begitu kita sudah memiliki perasaan senang, nyaman, dan hebat.

4. Kita diciptakan untuk saling mencintai

Tubuh kita melepaskan dopamine, adrenalin, dan norepinefrin (bahan kimia yang memberi kita semua kehangatan dan cinta) yang membuat jantung berdetak dan menciptakan gangguan perasaan luar biasa yang kita rasakan ketika kita sedang jatuh cinta. Dengan kata lain, kita diciptakan untuk menjalani sebuah kisah romantis.

5. Kita benar-benar menjunjung nilai kejujuran

Para peneliti di University of Notre Dame meminta para subyek untuk tidak mengatakan sebuah kebohongan, bahkan bohong terkecil sekalipun. Sementara kelompok lain tidak menerima petunjuk untuk tidak berbohong.
Pada akhir penelitian, kelompok yang tidak berbohong mengalami masalah kesehatan mental dan fisik jauh lebih sedikit.

6. Semua manusia suka memeluk dan dipeluk


Semua orang tahu bahwa berpelukan adalah sebuah cara yang sangat baik untuk mereda stress. Ketika kita memeluk seseorang, tubuh melepaskan hormon oxytocin (hormon yang sama yang membantu ikatan antara ibu dengan bayi mereka), yang membantu untuk menurunkan tekanan darah. Kekuatan kontak fisik antar manusia dapat bekerja secara ajaib mengatasi stress.

7. Tersenyum adalah salah satu sifat dasar manusia

Pada saat penyelenggaraan Olimpiade Paralimpic Musim Panas 2004, peneliti menemukan bahwa atlet buta mengubah ekspresi mereka, dalam konteks tertentu, dengan cara yang sama dilakukan oleh atlet yang tidak mengalami gangguan penglihatan lakukan. Salah satunya adalah mereka tersenyum.
Temuan ini menunjukkan bahwa tidak ada orang yang belajar ekspresi, kita terlahir dan langsung mengetahui bagaimana caranya untuk tersenyum.

8. Manusia adalah makhluk yang sangat tangguh dan tabah

Setelah melalui pasang surut berbagai peristiwa dalam hidup, terbukti manusia adalah makhluk yang tangguh. Kita bahkan masih bisa menghadapinya hal yang sama itu berkali-kali lagi. Kita diciptakan untuk siap bergerak melewati berbagai trauma.

Kadang-kadang kita menghadapi tantangan itu sendirian. Namun, tak jarang juga kita meminta bantuan orang lain.

Baca juga artikel menarik lainnya: 


9. Sifat dasar manusia adalah suka memberi


Sebanyak hal yang kita lakukan untuk merawat diri sendiri sebenarnya sebanyak itu pula yang ingin kita lakukan untuk merawat orang lain. Membelanjakan uang yang kita miliki untuk orang-orang yang membutuhkan akan membuat kita jauh lebih bahagia.

Keegoisan bukanlah sifat dasar bawaan kita sama sekali! Sifat suka berbagi menunjukkan bahwa kita sudah berada pada jalur hidup yang benar.

No comments :

Post a Comment

Pengunjung yang baik tidak akan meletakkan link hidup di kolom komentar!
Please dont put your link in comment box.

reno test