Tuesday, December 6, 2016

11 Langkah Ampuh Mencegah Korupsi

1 comment :

Bentuklah Komunitas Anti Korupsi di Kantor agar gerakan ini lebih serius dijalankan dan lebih besar dampaknya

Sering kita mendengar orang-orang di media mengatakan bahwa korupsi sudah membudaya dan mendarah daging, sehingga sangat susah untuk diberantas.

Terus terang penulis sangat tidak setuju dengan kalimat ini. Korupsi bukanlah sebuah budaya. Karena budaya, budi dan daya, berorientasi pada kebiasaan-kebiasaan baik. Sedangkan korupsi merupakan sebuah kebiasaan yang sangat buruk yang harus dihindari, dilawan, dan diberantas. Jadi, jangan sekali-kali katakan bahwa korupsi adalah budaya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia korupsi adalah penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara (perusahaan dan sebagainya) untuk keuntungan pribadi atau orang lain. 

Jika kita rajin berjalan dan berkeliling maka kita akan melihat bagaimana dampak korupsi telah meluluh lantakkan negara ini menjadi hancur sehancur-hancurnya. Padahal, negara ini adalah surga khatulistiwa. Persis kata Koes Plus, "Tongkat kayu dan batu jadi tanaman, kail dan jala cukup menghidupimu, ikan dan udang datang menghampiri dirimu". Tapi, mengapa sebagian besar masyarakatnya masih miskin dan didera kesusahan yang berhimpit-himpit?

Jalan-jalan yang tak beraspal, anak-anak di pedalaman yang harus berjuang antara hidup dan mati melewati jembatan gantung di atas jurang yang sangat dalam hanya untuk pergi ke sekolah setiap pagi. Pelayanan kesehatan yang masih buruk, prestasi pendidikan dan olahraga yang terus-menerus menduduki peringkat bawah. Bahkan, untuk mencukupi kebutuhan makan yang layak saja masih banyak keluarga yang belum sanggup? Apakah negara ini tidak memiliki anggaran untuk memperbaiki keadaan yang memilukan dan memalukan ini? Sebegitu miskinnyakah negara ini? Tak sanggupkah orang-orang yang punya jabatan itu membantu memanusiakan manusia yang hidup dan tinggal bersama mereka?

Penulis sangat yakin, jika semua sumber daya yang kita miliki ini dimanfaatkan sesuai dengan peruntukkannya maka kita mampu sejajar dengan negara-negara maju yang makmur, sejahtera, dan dihormati. Kita perlu banyak belajar dari mereka yang sebetulnya memiliki sumber daya alam yang tak sebanyak yang kita miliki, tapi mereka bisa menjadi negara kaya raya karena pejabatnnya tidak korup.

Dan yang paling nyata, kita bisa belajar dan mengamalkan cara-cara yang telah dilakukan Umar bin Khattab dan Umar bin Abdul Aziz dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Pada saat itu, tidak ada lagi masyarakat di Baghdad dan Yaman yang mau menerima zakat (mustahik). Karena, mereka merasa sudah tidak miskin lagi. Bahkan, uang zakat itu bisa untuk membantu orang-orang miskin di negara-negara tetangga. Subhanallah.

Sebagai pribadi dan warga negara kita harus melawan korupsi dengan sedaya upaya yang kita miliki. Kita tak bisa hanya diam saja. Karena, negera ini hancur bukan hanya karena orang jahat, tapi karena orang baik yang tidak peduli (Albert Einstein).

Berikut ini 10 langkah yang bisa dan harus kita lakukan untuk mencegah korupsi. Disimak baik-baik ya Sahabat Populer!

1. Berniat untuk tidak pernah melakukan korupsi 


Ini adalah hal terpenting. Karena bagaimanapun semua tindakan diawali dari niat. Seberapapun besarnya kesempatan yang ada jika personalnya tidak memiliki niat maka korupsi itu pasti tidak akan terjadi.

2. Berpuas hatilah dengan pendapatan yang Halal. Korupsi sama sekali tak menambah rezeki.


Korupsi terjadi karena si oknum terlalu banyak keinginan yang tidak sesuai dengan kemampuannya. Dia hanya mampu beli motor tapi keinginannya sangat kuat untuk segera punya mobil. Pada saat itulah niatnya muncul untuk korupsi.

Para koruptor pastilah bukan orang yang beriman. Mereka pikir bahwa dengan mencuri uang negara atau uang organisasi akan memperkaya diri pribadi, keluarga, atau golongannya. Dia tidak tahu bahwa rezekinya sudah ditentukan oleh Allah SWT. Boleh jadi uangnya banyak, mobilnya bagus, rumahnya besar dan mewah karena korupsi. Tapi pasti ada imbas buruknya.

Mungkin saja Allah jadikan dia, atau istrinya, atau anaknya, sakit bertahun-tahun dan butuh biaya yang tidak sedikit. Sementara anaknya yang lain terlibat masalah narkoba. Mobilnya terlalu sering masuk bengkel dan banyak spare part yang harus diganti. Dan yang paling pasti Allah akan membuat hatinya tidak tenang karena telah melakukan sesuatu yang tidak diridhoi-Nya.

3. Bentuklah Komunitas Anti Korupsi di Kantor


Hal ini sangat penting, paling tidak untuk meredam niat dan kesempatan untuk melakukan korupsi. Dengan adanya  komunitas ini maka gerakan anti korupsi akan lebih serius dijalankan dan lebih besar dampaknya.

Selain itu, orang-orang yang sudah berniat untuk bekerja dengan jujur tadi akan merasa tidak berjalan sendirian. Tidak menjadi putih sendiri di tengah-tengah warna hitam. Karena lama kelaman diapun bisa luntur menjadi abu-abu. Sesendok gula tak akan bisa mengubah rasa seember air asin menjadi manis.

Banyak kegiatan yang bisa dilakukan di dalam komunitas ini. Misalnya, buatlah poster, spanduk, dan sticker anti korupsi. Hal ini akan menjaga orang yang jujur tetap bekerja pada trek yang benar. Dan, orang-orang yang sudah terlanjur menyimpang akan terpanggil hatinya untuk kembali ke jalan yang lurus.

Selain itu, adakan pembicaraan mingguan tentang dampak buruk korupsi dan langkah-langkah pencegahannya. Niat dan kemauan itu persis seperti air laut, sesekali pasang, sesekali surut. Nah, dengan adanya pembicaraan rutin mingguan ini maka diharapkan niat dan kemauan itu akan terus tersulut dan berkobar.

Tempatkan kamera CCTV untuk mengawasi proses dan kesepakatan yang terjadi di kantor. Memang, hal ini tidak akan terlalu besar dampaknya dan tak akan membuat takut para oknum yang berniat melakukan tindak kejahatan korupsi. Tapi paling tidak, hal ini menunjukkan bahwa kita berniat dengan sangat serius untuk menciptakan kantor yang bersih tanpa ada penyelewangan.

4. Transparansi dalam segala hal


Niat dan kesempatan untuk korupsi muncul salah satunya dikarenakan tidak adanya transparansi dalam setiap proses dan kesepakatan. Si pelaku merasa bisa memanipulasi data dan angka dengan mudah, dengan niat untuk mendapatkan keuntungan pribadinya.

Tapi, jika semua proses dan kesepakatan dibuat transparan maka niat dan kesempatan untuk memanipulasi data akan mampu dicegah, paling tidak akan diredam.

5. Kurangi birokrasi yang berbelit. Perbanyak layanan langsung secara online

Birokrasi berbelit dan urusan yang tak kunjung selesai seringkali membuat pelanggan dan klien putus asa dan frustasi. Beberapa orang diantara mereka yang memiliki kelebihan uang menginginkan jalur cepat, yang biasanya ilegal. Mereka tak ingin bertele-tele menempuh jalur regular. Pada saat itulah mereka menyelipkan "amplop pelicin" kepada petugas yang tidak beriman.

Hal itu sebenarnya bisa dikurangi dengan memangkas birokrasi yang berbelit dan sebenarnya tidak perlu. Hal ini selain untuk meningkatkan citra pelayanan juga untuk memberikan pelayanan prima kepada pelanggan.

Hilangkan baris antri yang panjang di kantor dengan memberikan layanan online. Sehingga pelanggan bisa menunggu giliran di rumah atau di kantor mereka sambil melakukan pekerjaan lain.

6. Tetapkan reward and punishment yang jelas dan tegas


Orang-orang yang bekerja keras dalam kejujuran itu perlu mendapat bonus, meskipun banyak diantara mereka yang kadang-kadang tidak mengharapkannya. Fasilitasi anaknya untuk sekolah di sekolah yang bergengsi. Berikan kepadanya kendaraan yang lebih baik. Atau, berangkatkan beliau suami istri untuk melaksanakan umrah ke tanah suci.

Sebaliknya, tindak tegas setiap oknum yang ketahuan melakukan tindak korupsi, meski itu tergolong sangat kecil. Sanksi yang diberikan haruslah berimbang dan menimbulkan efek jera. Tidak terlalu berat, karena itu zalim. Tapi, tidak juga lebih ringan, karena itu tidak akan menimbulkan efek jera. 

7. Buatlah kotak pengaduan atau pengaduan online 


Jika poster, spanduk, sticker, dan kamera CCTV tidak mampu mencegah petugas untuk tidak melakukan tindak kejahatan korupsi maka buatlah kotak pengaduan, baik secara manual maupun secara online. Dengan begitu, masyarakat yang melihat dan mengetahui terjadinya tindak kejahatan korupsi memiliki tempat untuk melapor.

8. Pilihlah pemimpin yang bersih dan jujur


Jika korupsi dilakukan oleh petugas yang berada pada tingkat rendah biasanya dampaknya tidak begitu signifikan. Lagipula, mereka bisa saja langsung dipecat jika ketahuan oleh petugas yang lebih tinggi jabatannya. Namun, jika para pemimpin yang melakukan korupsi maka dampaknya akan sangat besar. Celakanya, para bawahannyapun pasti akan ikut-ikutan melakukan hal yang sama. Karena rasa takut dan segan terhadap atasan sudah hilang.

Untuk itulah kita wajib memilih pemimpin yang bersih dan jujur. Pemimpin yang mampu melindungi, memberikan rasa aman dengan semua kebijakan, dan pemimpin yang berani menindak kejahatan yang terjadi dengan semua kekuatan yang dimilikinya.

9. Atasan dan bawahan sama derajatnya di mata hukum


Perlakukan hukum secara adil. Tidak ada pejabat yang kebal hukum. Setinggi apapun jabatannya dia tetap sama di mata hukum. Seorang pejabat pada hakikatnya juga adalah seorang warga negara. Oleh karena itu, dia wajib tunduk terhadap hukum yang berlaku.
Satu hal lagi yang harus diingat, keadilan yang terlambat bukanlah keadilan.

10. Bantu penegak hukum memberantas korupsi kapan dan dimana saja


Dalam banyak kasus tindak kejahatan korupsi biasanya dilakukan oleh beberapa orang yang berkolusi. Jarang sekali korupsi dilakukan sendirian. Paling tidak, orang-orang terdekat si oknum mengetahui bahwa dia melakukan perbuatan bejad tersebut. Tidak jarang mereka yang tidak melakukan juga menerima bagian sebagai uang "tutup mulut".

Hal ini bisa dicegah jika kita adalah seorang yang jijik terhadap perbuatan haram tersebut. Mari bantu penegak hukum dalam usaha mencegah korupsi dengan melaporkan hal-hal yang tidak wajar yang terjadi di lingkungan kita masing-masing.

Kita pasti akan menghadapi konsekwensi yang sangat berat yang akan dilakukan oleh para pelaku. Bisa jadi akan mendapat ancaman dibunuh. Tapi, dengan mendiamkan kejadian tersebutpun kita harus menerima konsekwensi buruk lainnya, yang bahkan mungkin lebih buruk. Ingat kata Einstein di atas, "Dunia ini hancur bukan hanya karena orang jahat, tapi karena orang baik yang tidak peduli."

11. Ajak media untuk ikut mengawal semua proses dan kesepakatan 


Hal yang lebih menakutkan daripada penjara adalah rasa malu yang akan diderita oleh si oknum jika ketahuan melakukan korupsi. Media nampaknya lebih efektif daripada hukum dalam banyak hal.

Jika kita takut sendirian melaporkan hal yang tidak wajar yang terjadi di kantor atau lingkungan kita, maka ajaklah media untuk meliput dan mengawal setiap proses dan kesepakatan. Dengan begitu kita merasa aman dari ancaman para oknum si pelaku.

Namun, kita juga harus memilih media yang bersih dan jujur. Karena, jika salah melapor, bisa-bisa mereka malah ikut membela sipelaku karena menerima jatah uang tutup mulut. Pembenaran dan pencitraan yang dilakukan oleh media dalam banyak kasus mampu mengalihkan perhatian penegak hukum.

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Hari Anti Korupsi Internasional yang diselenggarakan KPK dan Blogger Bertuah Pekanbaru.


#Ayo Cegah Korupsi
Disponsori oleh:

1 comment :

  1. Mantap, keren artikelnya.
    Musnahkan tikus2 berdasi itu..

    ReplyDelete

Pengunjung yang baik tidak akan meletakkan link hidup di kolom komentar!
Please dont put your link in comment box.

reno test