Monday, October 31, 2016

Hukum M4sturb4si/On4ni dalam Islam

No comments :
Hukum melakukan m4sturbasi, onani, rancap

Pada saat ini para remaja dan orang dewasa sudah tidak merasa malu lagi menceritakan tentang aib yang mereka lakukan. Misalnya, mereka dengan senang hati dan tanpa merasa malu menceritakan tentang kegiatan m4sturb4si/on4ni/rancap yang mereka lakukan kepada teman kantor atau tetangga.

Padahal, ini adalah aib yang seharusnya tidak boleh diceritakan kepada setiap orang. Meskipun boleh diceritakan kepada orang-orang tertentu demi tujuan tertentu.

Hal ini tentu saja sangat mengkhawatirkan penulis. Walaupun ada ulama yang membolehkan kita melakukan m4sturb4si/on4ni dengan beberapa alasan, namun kita juga harus menyadari bahwa sebenarnya sebagian besar ulama mengharamkan perlakuan m4sturb4si/on4ni ini. Oleh karena itulah penulis menyebutkan bahwa kegiatan ini adalah sebuah aib yang seharusnya disimpan rapat-rapat dan tidak pernah diceritakan sampai kapanpun kepada orang yang tidak berkepentingan.

   
Pengertian M4sturb4si/On4ni (Istimna’)

Istimna’ adalah usaha untuk mengeluarkan mani. Pemenuhan dan pemuasan kebutuhan seksual dengan merangsang alat-alat kelamin sendiri dengan tangan atau alat lain. Dalam bahasa Indonesia kita sering menyebutnya dengan m4sturb4si, on4ni, rancap.

Pengertian on4ni secara istilah adalah kebiasaan membangkitkan nafsu s3ks dan memuaskannya dengan dilakukan sendiri (dengan bantuan tangannya sendiri, busa sabun, atau alat pelumas lain, atau alat bantu seksual) tanpa jenis kelamin yang lain.

Islam memandang hal ini sebagai perbuatan yang tidak etis dan tidak pantas dilakukan.

Dalil-Dalil yang Menjelaskan Hukum M4sturb4si/On4ni (Istimna’)

1. Yang mengharamkan
Umumnya para ulama yang mengharamkan m4sturb4si berpegang kepada firman Allah SWT. Allah berfirman,  ‘’Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya kecuali terhadap istrinya atau hamba sehayanya, mereka yang demikian itu tidak tercela. Tetapi barang siapa yang mau mencari selain yang demikian itu, maka mereka itu adalah orang-orang yang melewati batas.’’  (Al-Mu’minun: 5-7)

Mereka memasukkan m4sturb4si/on4ni sebagai perbuatan tidak menjaga kemaluan.

Dalam kitab Subulus Salam jus 3 halaman 109 disebutkan hadist yang berkaitan dengan anjuran untuk menikah. Rasulullah telah bersabda kepada kami, "Wahai para pemuda, apabila siapa diantara kalian yang telah memiliki ba'ah (kemampuan) maka menikahlah, kerena menikah itu menjaga pandangan dan kemaluan. Bagi yang belum mampu maka puasalah, karena puasa itu sebagai pelindung." (HR Muttafaqun 'alaih).

Di dalam keterangannya pada kitab Subulus Salam, Ash-Shan’ani menjelaskan bahwa dengan hadist itu sebagian ulama Malikiyah mengharamkan m4sturb4si/on4ni dengan alasan bila m4sturb4si/on4ni dihalalkan, seharusnya Rasulullah memberi jalan keluar dengan m4sturb4si/on4ni saja, karena lebih sederhana dan mudah. Tetapi Beliau malah menyuruh untuk berpuasa.

Sedangkan Imam Asy-Syafi`i mengharamkan m4sturb4si dalam kitab Sunan Al-Baihaqi Al-Kubro jilid 7 halaman 199 dalam Bab M4sturb4si ketika menafsirkan ayat Al-Quran surat Al-Mukminun "…Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya...". Begitu juga dalam kitab beliau sendiri Al-Umm juz 5 halaman 94 pada bab M4sturb4si.

Imam Ibnu Taymiyah ketika ditanya tentang hukum m4sturbasi beliau mengatakan bahwa m4sturb4si itu hukum asalnya adalah haram dan pelakunya dihukum ta`zir, tetapi tidak seperti zina. Namun beliau juga mengatakan bahwa m4sturbasi dibolehkan oleh sebagian sahabat dan tabiin karena hal-hal darurat seperti dikhawatirkan jatuh kepada zina atau akan menimbulkan sakit tertentu. Tetapi tanpa alasan darurat, beliau tidak melihat adanya keringanan untuk membolehkan melakukan m4sturb4si.


2. Yang membolehkan

Diantara para ulama yang membolehkan istimna` antara lain Ibnu Abbas, Ibnu Hazm dan Hanafiyah dan sebagian Hanabilah.

Ibnu Abbas mengatakan m4sturb4si lebih baik dari zina tetapi lebih baik lagi bila menikahi wanita meskipun budak.
Ada seorang pemuda mengaku kepada Ibnu Abbas,”Wahai Ibnu Abbas, saya seorang pemuda dan melihat wanita cantik. Aku mengurut-urut kemaluanku hingga keluar mani”. Ibnu Abbas berkata,”Itu lebih baik dari zina, tetapi menikahi budak lebih baik dari itu (m4sturbasi).

Mazhab Zhahiri yang ditokohi oleh Ibnu Hazm dalam kitabnya Al-Muhalla juz 11 halaman 392 menuliskan bahwa Abu Muhammad berpendapat bahwa istimna` adalah mubah karena hakikatnya hanya seseorang memegang kemaluannya maka keluarlah maninya. Sedangkan nash yang mengharamkannya secara langsung tidak ada. Sebagaimana dalam firman Allah, “Dan telah Kami rinci hal-hal yang Kami haramkan”

Sedangkan m4sturbasi bukan termasuk hal-hal yang dirinci tentang keharamannya maka hukumnya halal. Pendapat mazhab ini memang mendasarkan pada zahir nash baik dari Al-Quran maupun Sunnah.

Sedangkan para ulama Hanafiyah (pengikut Imam Abu Hanifah) dan sebagian Hanabilah (pengkikut mazhab Imam Ahmad) sebagaimana tertera dalam Subulus Salam juz 3 halaman 109 dan juga dalam tafsir Al-Qurthubi juz 12 halaman 105- membolehkan m4sturbasi dan tidak menjadikan hadits ini tentang pemuda yang belum mampu menikah untuk puasa di atas sebagai dasar diharamkannya m4sturbasi. Berbeda dengan ulama Syafi`iah dan Malikiyah. Mereka memandang bahwa m4sturbasi itu dibolehkan. Alasannya bahwa mani adalah barang kelebihan. Oleh karena itu boleh dikeluarkan, seperti memotong daging lebih.

Namun, sebagai catatan, bahwa ada dua pendapat dari mazhab Hanabilah, sebagian mengharamkannya dan sebagian lagi membolehkannya. Bila kita periksa kitab Al-Kafi fi Fiqhi Ibni Hanbal juz 4 halaman 252 disebutkan bahwa m4sturbasi itu diharamkan.

Ulama-ulama Hanafiah juga memberikan batas kebolehannya itu dalam dua perkara:
1. Karena takut berbuat zina.
2. Karena tidak mampu kawin.


Sedangkan dari sisi kesehatan, umumnya para dokter mengatakan bahwa m4sturbasi itu tidak berbahaya secara langsung. Namun untuk lebih jelasnya silahkan langsung kepada para dokter yang lebih menguasai bidang ini. Sedangkan bila tujuannya adalah untuk test medis dimana urgensinya memang sudah jelas, maka m4sturbasi bisa dibenarkan.
(M. Khoiri, dari berbagai sumber)

No comments :

Post a Comment

Pengunjung yang baik tidak akan meletakkan link hidup di kolom komentar!
Please dont put your link in comment box.

reno test