Sunday, October 30, 2016

4 Pertanyaan yang Akan diajukan Kepada Kita di Padang Mahsyar

No comments :


Sahabat Populer, dimanapun Anda berada. Semoga Allah SAW selalu melindungi dan menjaga kita dari kesesatan dan semoga Allah selalu memberikan hidayah-Nya kepada kita. Berusahalah untuk terus-menerus menjaga hidayah tersebut dengan istiqamah sampai Allah mewafatkan kita semua.

Kita harusnya merenung tentang apa yang telah kita lakukan selama kita hidup di dunia ini. Apa saja yang pernah kita lakukan? Apa yang telah kita pelajari? Apa yang telah kita amalkan? Dan seberapa besar perbuatan dosa yang pernah kita lakukan? Sudah pernahkah kita bertaubat atas segala dosa yang kita perbuat?

Seorang muslim harus selalu bermuhasabah, yaitu menghitung dirinya tentang apa yang telah dilakukan dalam hidupnya. Sebagaimana kata Umar bin Khattab, "Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab oleh Allah".

Pada suatu hadist dari Abu Barzah al Aslami, "Telah bersabda rosulullah tidak lah bergeser kaki seorang hamba nanti pada hari kiamat melainkan allah akan tanyakan 4 pertanyaan. Pertama, Allah akan tanyakan tentang umurnya dihabiskan untuk apa; yang kedua,  tentang ilmunya diamalkan atau tidak; yang ketiga, tentang hartanya, dari mana dia peroleh dan kemana dia habiskan; yang keempat, tubuhnya, digunakan untuk apa? Apakah untuk beribadah kepada Allah atau untuk bermaksiat kepada Allah."

Hadist ini diriwayatkan dari Imam ad-Darimi dan al-Albani, hadist ini hasan, sahih. Diriwayatkan juga oleh Syaikh al Albani dalam kitab hadistnya As Shohiha.


Anda perhatikan, di sini Rasulullah SAW menyebutkan ada 4 pertanyaan yang akan diajukan kepada kita semua pada hari kiamat. Jika disebutkan hanya 4 pertanyaan, namun itu hanya sebagian kecilnya saja dari banyaknya pertanyaan yang harus kita jawab pada hari itu. Sesungguhnya masih banyak pertanyaan lain yang akan ditanyakan kepada kita.

Pertanyaan yang paling mendasar tentu saja tentang ketauhidan kepada Allah SAW dan ketaatan kita mengikuti ajaran yang diajarkan Rasulullah SAW, sebelum kita ditanya pertanyaan yang lain.

Sebagai mana kata Ibnu Qayyim dalam kitabnya, "Allah akan menanyakan kepada manusia 2 perkara, yang pertama bagaimana kalian beribadah kepada Allah? Dan yang kedua bagai mana kalian menyambut seruan para Rosul?" 

Kedua pertanyan ini akan berkembang menjadi pertanyaan-pertanyaan yang lain yang lebih mendetail. Diantaranya, 4 pertanyaan yang akan kita bahas berikut ini.

1. Tentang umur kita; dihabiskan untuk apa?

Selama kita hidup di dunia ini apa saja yang telah kita lakukan? Apakah hanya sekedar untuk bermain-main, nonton, jalan-jalan, dan ngobrol? Pernahkah kita melakukan ibadah kepada Allah, mengaji, mengamalkan ilmu, menolong orang, atau hal-hal lain yang disenangi Allah? Renungkanglah!

Jangan sampai kita menyesal seperti penyesalannya orang kafir yang lalai mempersiapkan bekal menghadapi kematian, kemudian nyawanya dicabut dalam keadaan belum bertaubat kepada Allah, maka apa yang terjadi kemudian,"Dan mereka (orang kafir) berteriak di dalam neraka itu, Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang shaleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan".

Itulah penyesalan mereka yang menyia-nyiakan umurnya.

2. Tentang ilmu yang kita miliki; diamalkan atau tidak? 

Tentu saja hal ini terlebih dahulu berhubungan dengan apakah kita menuntut ilmu atau tidak?
Orang islam seharusnya menuntut ilmu setiap hari. Selain itu, jika bertambah ilmunya maka seharusnyalah bertambah pula keimanan dan ketawakwaan kita kepada Allah SAW.

Kita menuntut ilmu ini tidak dibiarkan begitu saja oleh Allah, akan tetapi kita dituntut untuk mengamalkannya. Karena hakikat dari perintah menuntut ilmu tujuannya adalah untuk diamalkan. Allah akan meminta pertanggungjawaban tentang pengamalan ilmu yang kita pahami. Ilmu yang paling utama untuk kita pelajari adalah memahami kalimat tauhid Lailahaillallah.
Sebagaimana firman-Nya:

"Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada sesembahan (Yang Hak) melainkan Allah." (Fathir:37)


Ilmu yang bertambah seharusnya membuat kita bertambah takut kepada Allah, bertambah wara', bertambah zuhud,  bertambah baik berumah tangga,  bertambah baik hubungan dengan istri dan anak-anak.

3. Tentang harta kita; dari mana kita memperolehnya dan untuk apa harta tersebut dibelanjakan?

Di sini Allah bertanya kepada kita depan belakang. Dari mana diperoleh dan kemana dibelanjakan.

Apakah harta tersebut kita peroleh dari jalan yang halal, ataukah dari jalan yang haram. Kemudian, kita juga ditanya untuk apa harta tersebut dibelanjakan.

Kita harus selalu waspada, jangan sampai harta yang kita peroleh kita belanjakan untuk hal-hal yang akan menjauhkan kita dan keluarga kita dari perintah-perintah Allah. Nauzubillah.

Semakin banyak harta yang kita miliki semakin banyak dan rumit pula pertanyaan yang akan diajukan kepada kita di Padang Mahsyar. Namun, bukan berarti kita sebaiknya bermalas-malasan supaya tidak memiliki harta yang banyak. Rasulullah SAW menyatakan, “Sebaik-baik harta yang baik adalah harta ditangan Orang-orang yang sholih.” (HR Buhory dalam Adabul Mufrod, 229 disohihkan Al-Albany).

Apabila kita membelanjakan di jalan yang benar hal itu menjadi tambahan pahala kebaikan bagi kita. Rasulullah mengingatkan dalam sabdanya,"Sampai satu suap makanan yang kalian berikan kepada istri kalian adalah shodaqoh."(Misykataul Masobih disohihkan Al-Albany, 1674).

4. Tentang tubuhnya; untuk apa dia gunakan?

Apakah tubuh ini kita gunakan untuk beramal kepada Allah atau malah untuk bermaksiat.
Kita lahir dalam keadaan tidak memiliki apa-apa, kemudian Allah karuniakan kepada kita penglihatan dan pendengaran. Dengan itu apakah kita bisa mengemban amanah dari Allah, yaitu menjaga pendengaran, penglihatan, dan hati ini dari hal-hal yang dilarang oleh Allah.

Allah berfirman, “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. (Al-Isro': 37).

Allah mengingatkan bahwa dihari kiamat semua tubuh kita menjadi saksi atas perbutan kita didunia, "Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan." (Yaasin:65).

Baca juga artikel menarik lainnya:
Kisah Imam Besar yang Menampung Air Rembesan Toilet Nasrani
Kisah Hatim Al-Asham, Ulama "Tuli" yang Bisa Mendengar
 


Selain itu, Rasulullah SAW bersabda, "Tiap-tiap amal (pekerjaan) ada masa-masa semangat, dan tiap–tiap masa semangat ada masa lelahnya. Maka barang siapa lelah letihnya karena melaksanakan sunnahku, maka ia telah mendapatkan petunjuk, dan barangsiapa lelah letihnya bukan karena melaksanakan sunnahku, maka dia termasuk orang yang binasa” (HR. Al Hakim dan Al Baihaqi).

Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat untuk penulis dan untuk para pembaca di manapun Anda berada. Amin...
(Agus S.)

No comments :

Post a Comment

Pengunjung yang baik tidak akan meletakkan link hidup di kolom komentar!
Please dont put your link in comment box.

reno test