Breaking News
recent

6 Kota di Dunia yang Paling Bersahabat dengan Penyandang Cacat

Pegawai yang memiliki keterbatasa fisik
Ketika kita di Indonesia masih sibuk dengan urusan mengatasi banjir, macet, dan sampah, mereka yang tinggal di negara lain sedang sibuk pula memikirkan urusan yang tak kalah pentingnya bagi mereka, yakni, bagaimana mereka bisa meningkatkan kualitas hidup bagi penyandang cacat yang tinggal di kota tersebut agar dapat menikmati seluruh fasilitas kota, sama seperti orang normal.

Untuk mengubah sebuah kota yang konvensional menjadi kota yang bisa diakses oleh semua orang- termasuk penyandang cacat- memang bukanlah sebuah pekerjaan mudah. Beberapa gedung mungkin harus diubah dan bahkan mungkin harus direlokasi. Tapi, jika tidak dimulai dari sekarang, kapan lagi? Sementara keluarga kita yang memiliki kemampuan fisik terbatas terus saja mengeluh karena tak bisa menikmati sebagian besar dari fasilitas kota, seperti orang normal, pada umumnya.

Ternyata ada enam kota di dunia yang sangat friendly dengan orang yang memiliki kemampuan fisik terbatas. Salah satu dari kota tersebut bahkan ada yang punya rambu-rambu yang ditulis dengan huruf braille agar orang yang memiliki gangguan penglihatanpun bisa membacanya. Sedangkan di kota lain, pemilik usaha memberikan peluang yang sama bagi orang cacat untuk bekerja di kantor mereka, seperti orang normal. 


Nah, kota mana sajakah di dunia ini yang sangat bersahabat dengan penyandang cacat? Mari kita lihat dalam daftar di bawah ini. Anda bisa memasukkan kota-kota ini ke dalam daftar wajib kunjung Anda. Terutama bagi Anda yang punya keterbatasan fisik.

1. Berlin, Jerman

Berlin, Jerman
Dalam beberapa tahun terakhir, Berlin benar-benar menerapkan kebijakan komprehensif untuk penyandang cacat. Mereka berinvestasi sangat banyak dalam mengubah kota menjadi lingkungan yang sangat mudah diakses dan bebas hambatan untuk semua orang. Pada tahun 2013, Berlin memenangkan Uni Eropa Kota Access Award (EU City Access Award), menerima pujian khusus untuk upaya untuk menciptakan lingkungan bebas hambatan dan sistem transportasi sangat mudah diakses nya. Sebagian besar teater dan museum di Berlin dapat dengan mudah diakses oleh penyandang cacat, begitu juga dengan kebanyakan restoran dan bar yang ada di sana.

2. Denver, Colorado, USA

Denver, Colorado, USA

Meskipun terletak di Rocky Mountains, Sebenarnya kota Denver itu relatif datar, dan benar-benar salah satu kota terbaik di Amerika untuk akses dengan kursi roda. Kota ini menawarkan berbagai macam kegiatan rekreasi dan budaya untuk orang cacat. Semua fasilitas yang ada di kota dapat diakses oleh orang cacat. Mereka juga menyediakan layanan khusus untuk itu.

Banyak museum kota yang sepenuhnya dapat diakses dan menawarkan wisata khusus untuk orang dengan cacat pendengaran.

3. Gdynia, Polandia

Gdynia, Polandia
Mungkin kota inilah yang paling mengejutkan yang ada dalam daftar ini. Kota bersejarah Gdynia, Polandia.

Terkenal karena upayanya untuk membuat angkutan umum bagi semua. Hampir semua bus kota saat ini dapat diakses oleh penyandang cacat. Kota ini juga dilengkapi dengan sistem informasi yang unik yang mencakup rambu-rambu yang ditulis denga huruf braille, untuk orang dengan gangguan visual. Layanan informasi di seluruh kota mudah diakses oleh semua orang yang berkursi roda. Sebagian besar restoran dan museum di kota ini memiliki tempat parkir khusus untuk penyandang cacat.

4. Milan, Italia

Milan, Itali, Pemenang EU Access City Awards 2016.
Pemenang EU City Access Award 2016. Milan meraih gelar tersebut untuk upaya tak kenal lelah dalam menciptakan suasana yang inklusif untuk semua. Kota ini membuat banyak perbaikan untuk menghilangkan hambatan bagi penyandang cacat dan lanjut usia, dengan meningkatkan sistem transportasi, mengatasi hambatan arsitektur, dan pembatas sensorik. Mereka juga mengembangkan komitmen untuk keterlibatan penuh dengan penduduknya yang penyandang cacat.


5. Seattle, Washington, USA

Seattle, Washington, USA
Kota hujan di pantai barat Amerika ini dengan mudah selalu menjadi pemenang dalam daftar Top 5 kota yanng bersahabat dengan penyandang cacat. Sistem transportasi kota telah menyediakan akses bagi penyandang cacat dalam kurun waktu hampir 40 tahun. Toko-toko juga menawarkan diskon untuk pengguna kursi roda. Ada juga layanan minibus paratransit yang akan membawa pengguna ke mana saja dalam batas kota, program Berbagi Tumpangan (rideshare) untuk orang cacat. Ada juga peta khusus yang memandu penyandang cacat untuk mendapatkan rute yang paling mudah diakses di pusat kota. 

Di kota ini ada berbagai program mengembirakan tersedia untuk orang cacat. Misalnya, Program cedera tulang belakang dari University of Washington, Program lowongan dipekerjakan di Microsoft dan Boeing, menambah kualitas hidup yang tinggi bagi penyandang cacat di Seattle.

6. Tel Aviv, Israel

Tel Aviv, Israel
Kota metropolis di Laut Mediterania ini telah membuat langkah besar dalam beberapa tahun terakhir untuk sepenuhnya dapat diakses bagi penyandang cacat. Hampir semua jalur bus antarkota kota dapat diakses dengan kursi roda dan mencakup berbagai teknologi untuk gangguan visual. Termasuk stasiun bus yang membacakan waktu kedatangan dan keberangkatan bus melalui pengeras suara. 

Aturan mendirikan bangunan yang ketat memastikan bahwa semua konstruksi baru harus bisa diakses oleh pengguna kursi roda. Hampir setiap toko dan restoran di kota ini dilengkapi dengan tanjakan landai. 


Semua bank dan kantor-kantor publik menawarkan layanan bagi penyandang cacat sensorik. Undang-undang baru bahkan mengharuskan semua website berbahasa Ibrani harus dioptimalkan dengan screen reading software agar bisa dibaca oleh orang yang memiliki gangguan penglihatan. Selain itu, Tel Aviv telah menjadi kota tuan rumah untuk berbagai hotel dengan kamar bagi penyandang cacat, yang dilengkapi dengan pintu ekstra lebar, bathtub khusus dan tombol panik di kamar mandi.
Muhammad Junaidi

Muhammad Junaidi

No comments:

Post a Comment

Pengunjung yang baik tidak akan meletakkan link hidup di kolom komentar!
Please dont put your link in comment box.

Powered by Blogger.