Bacaan orang-orang Populer

Friday, July 29, 2016

12 Cara Mengatasi Masalah Kinerja Karyawan yang Tidak Berkualitas/Rendah

No comments :


Adakalanya di sebuah pusat perbelanjaan atau kantor layanan publik kita merasa tidak dilayani dengan baik dikarenakan karyawan/pegawai yang bekerja di sana tak memiliki kualitas di dalam bidang pelayanan.

Mereka yang bekerja sebagai karyawan/pegawai di sana jauh dari standar yang diinginkan, kurang cakap dan kurang terampil melayani. Mungkin dikarenakan tingkat pendidikan karyawan/pegawai tersebut masih rendah. Atau, boleh jadi juga dikarenakan mereka tidak bekerja sesuai dengan minat dan keahlian yang mereka miliki. Sehingga mereka tak mampu memberikan pelayanan prima (excellent service).

Hal ini harus menjadi perhatian serius bagi pemilik usaha atau atasan yang bekerja di kantor tersebut. Karena jika dibiarkan terus-menerus tentu saja ini akan sangat merugikan. Para pelanggan tidak akan datang kembali dikarenakan merasa jera untuk berurusan atau berlangganan di sana.

Hal yang paling sering dilakukan oleh atasan atau pemilik usaha adalah dengan memberhentikan karyawan/pegawai yang tidak terampil tersebut, lalu merekrut karyawan/pegawai baru untuk menggantikannya.


Tapi, sebenarnya itu bukanlah satu-satunya cara untuk menyelesaikan masalah ini. Karena langkah seperti ini membutuhkan biaya ekstra, tenaga ekstra, dan juga waktu yang lama. Lagipula karyawan baru belum teruji loyalitasnya. Jadi langkah seperti ini belum tentu menjamin bisa menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Sebetulnya masih ada cara yang lebih manusiawi yang bisa ditempuh oleh pemilik usaha atau atasan daripada hanya sekedar mem-PHK karyawan lama dan merekrut karyawan/pegawai yang baru. Memang cara Inipun akan membutuhkan biaya, tenaga, dan waktu. Namun, jika dilihat dari sisi efisiensi maka cara ini jauh lebih baik daripada cara pertama tadi.

Jika memang ada biaya, tenaga dan waktu yang harus dikorbankan maka anggap saja itu sebagai sebuah investasi yang pasti akan menguntungkan pada masa yang akan datang.

Adapun cara yang lebih manusiawi dan pasti menguntungkan untuk menyelasaikan masalah kekurangan karyawan/pegawai dalam bidang kualitas layanan adalah sebagai berikut:



1. Berikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan. 
Jika perlu bantu mereka dalam bidang finansial agar mereka merasa ada perhatian dari kantor atau tempat mereka bekerja.

2. Datangkan atau sewa tutor, pembimbing, instruktur, atau orang berpengalaman dalam bidang bersangkutan untuk membimbing mereka secara berkala. 

3. Anjurkan atau perintahkan mereka untuk selalu mengikuti diklat, seminar, diskusi, studi banding, yang membangun semangat dan kinerja.

4. Berikan gaji/upah/insentif yang cukup.
Akan lebih bagus lagi jika kita bisa memberikan gaji lebih daripada kebutuhan mereka. Tentu saja ini akan mendongkrak semangat dan kinerja mereka. 


5. Atur jam kerja yang wajar.
Mereka bukan mesin yang bisa bekerja terus-menerus. Mereka adalah manusia yang butuh istirahat yang cukup. 

6. Berikan waktu libur yang cukup.
Ini sangat perlu, agar mereka tidak diserang stress dalam bekerja karena tak pernah memiliki waktu libur. Ingat, selain sebagai seorang karyawan/pegawai mereka juga adalah seorang pribadi atau anggota sebuah keluarga yang berhak untuk menikmati kesendiriannya atau kebersamannya dengan keluarga. 

7. Tetapkan reward (bonus/bagi hasil) bagi mereka yang bisa mencapai target.
Sudah pasti ini akan membuat mereka sangat bersemangat untuk mencapai target yang kita inginkan. 

8. Tetapkan juga punishment (hukuman/denda/sanksi) yang adil.
Ini akan membuat mereka tidak semena-mena dalam melaksanakan pekerjaan yang dibebankan.

9. Selalu berikan perhatian dan motivasi.
Pujilah hasil kerja mereka. Karena, sebuah pujian kecil dari kita itu bisa jadi akan menjadi percikan yang sangat berarti untuk membakar semangat mereka dalam bekerja.

10. Serahkan beban kerja dan tanggung jawab yang wajar.
Kebanyakan dari mereka mungkin hanya mampu menyelesaikan dua atau tiga pekerjaan dalam sehari. Jadi, jangan disuruh menyelesaikan lima atau enam pekerjaan. Kitapun belum tentu mampu melakukan itu.

11. Ciptakan rasa aman, nyaman, dan kesenangan dalam bekerja sehingga mereka lebih produktif, kreatif, dan inovatif.
Disela-sela hari kerja yang tidak sibuk sesekali adakanlah acara yang bersifat menghibur dan mempererat silaturahmi sesama karyawan/pegawai. Dijamin, ini sangat efektif untuk menciptakan suasana kerja yang kondusif. 

12. Anjurkan untuk selalu membaca buku, mendengarkan kaset motivasi, atau menonton fragmen yang memotivasi. Sediakan medianya secara gratis.
Semangat kerja itu seperti air sungai yang sesekali surut. Kadang-kadang kita tak bisa terus menerus untuk mendongkrak semangat kerja mereka. Jadi, dengan mereka membaca buka, mendengarkan kaset motivasi, menonton fragmen yang memotivasi, mereka akan mendongkrak semangat kerja mereka sendiri.

Ada sebuah analogi yang sangat baik untuk dijadikan bahan renungan bagi Anda para pemilik usaha atau atasan.

Jika komputer di rumah Anda rusak maka Anda pasti akan segera memperbaikinya.  Atau, jika Anda tidak mampu maka Anda akan membayar orang untuk memperbaiki komputer tersebut. Di lain waktu Anda merasa bahwa komputer itu lambat dalam memproses perintah yang seharusnya segera dieksekusi. Maka Anda segera mengupgrade software/hardwarenya dengan model terkini agar komputer itu up to date dan lebih cepat dalam menyelesaikan proses yang Anda inginkan.

Anda tidak ingin cepat-cepat membuangnya, bukan?

Baca juga artikel menarik lainnya:

Padahal itu hanya mesin, yang bisa segera Anda ganti dengan yang baru. Bagaimana jika hal yang sama juga terjadi pada karyawan/pegawai Anda? Bukankah seharusnya Anda menanganinya lebih manusiawi dan lebih baik? Karena, karyawan/pegawai Anda itu adalah manusia yang punya perasaan dan hak. Mereka bukanlah mesin yang bisa Anda campakkan atau Anda buang kapan saja jika Anda mau.

No comments :

Post a Comment

Pengunjung yang baik tidak akan meletakkan link hidup di kolom komentar!
Please dont put your link in comment box.

reno test