Breaking News
recent

Hari Surya 3 Mei, Momentum Pemanfaatan Reaktor Nuklir Raksasa


Pada tanggal 22 April lalu kita bersama-sama merayakan Hari Bumi dengan meriah. Berbagai kegiatan dilaksanakan. Mulai dari menanam 1000 pohon sampai dengan kontes pakaian berbahan daur ulang pun ada di dalam agenda. Spanduk-spanduk besar digantung, umbul-umbul berwarna-warni dipancang, musik didendang sedemikian semarak. Kita bersuka-cita, kita berpesta, kita sampaikan pesan kepada semua orang untuk selalu menjaga bumi tercinta ini. Jagalah keseimbangannya agar nanti anak cucu kita menerima haknya seperti yang seharusnya.

Namun kemeriahan ini sungguh kontradiksi dengan keadaan pada hari ini, 3 Mei 2016, peringatan Hari Surya. Berapa banyakkah yang memperingatinya? Atau lebih tepatnya kita ganti pertanyaannya, "Berapa banyakkah diantara kita yang mengetahuinya? Apakah matahari tak sepenting bumi?"
  

22 Maret adalah hari air sedunia
22 April adalah hari bumi
3 Mei adalah hari surya


Jika air adalah sumber kehidupan, bumi sumber nafkah semua makhluk, maka matahari adalah sumber energi. Tiga hal yang sangat penting yang tak bisa terpisahkah. Namun, mengapa hanya matahari yang terlupakan?

Padahal, setiap hari matahari tak pernah absen menyinari bumi dan semua makhluk yang ada. Memang, jadual terbitnya kadang-kadang berubah. Tapi selalu tepat, tak pernah telat. Meskipun sesekali dia tak terlihat, karena awan mendung menutupinya rapat-rapat. Namun, bukan berarti dia tidak hadir mengemban amanat. Dia tetap setia menemani kita di atas sana dengan sinarnya yang hangat. Bahkan, setelah mendung itu menurunkan hujan matahari akan memberikan pemandangan yang teramat sangat indah, pelangi 3 warna.


Di dalam kalender peringatan hari lingkungan jelas sekali di sana ada peringatan hari surya. Namun entah mengapa pihak-pihak terkait seperti lupa untuk mengajak orang-orang untuk memperingatinya. Apa karena tidak ada yang bisa kita lakukan untuk menjaga matahari jadi kita tak perlu memperingatinya? Paling tidak, seharusnya kita mensyukuri kepada Tuhan akan nikmat yang begitu banyak yang dicurahkan-Nya melalui matahari. Hangatnya, terangnya, energinya, fotosintesisnya, pelanginya, dan ribuan manfaat lain yang seharusnya kita renung.


Di dalam buku yang berjudul Memahami Lingkungan Atmosfir Kita, karya Morris Neiburger dkk (1982), menyatakan bahwa matahari merupakan reaktor nuklir raksasa. Potensi ini bisa dimanfaatkan untuk menggerakkan mesin-mesin dengan raksasa. Seandainya kita mampu memberdayakan sinar matahari dengan bantuan sains, maka tak terkira manfaat yang akan kita rasakan. Dan, tanggal 3 Mei ini seharusnya menjadi momentum yang tepat untuk memikirkan itu.

Selamat hari Surya!
Muhammad Junaidi

Muhammad Junaidi

1 comment:

  1. iy y, padahal matahari itu sgt penting bgi kehidupan, tp mengapa hari surya dilupakan? semoga lain kali pemerintah bisa lbh mengingat lgi akan hari penting ini!

    Selamat hari Surya! ��

    ReplyDelete

Pengunjung yang baik tidak akan meletakkan link hidup di kolom komentar!
Please dont put your link in comment box.

Powered by Blogger.