Breaking News
recent

Doa Nabi Ibrahim Dikabulkan Allah Setelah 3000 Tahun

Berdoa hukumnya sunnat, namun sangat dianjurkan. Kita dianggap orang yang sombong jika tidak berdoa. Dan tidaklah masuk surga seseorang jika di dalam hatinya ada terbersit sedikit rasa sombong. Memintalah, dengan cara berdoa kepada-Nya dengan ikhlas, insya Allah akan dikabulkannya. Karena Allah malu mengabaikan doa orang yang ikhlas.

Semua makhluk Allah berdoa. Tidak terkecuali malaikat, rasul, nabi, presiden, orang biasa, tumbuhan, dan hewan. Hal ini memang yang diinginkan Allah SWT. Dia ingin agar semua makhluk-Nya bergantung hanya kepada-Nya. 

Semua doa yang datang dari hati yang ikhlas pasti akan dikabulkan oleh Allah SWT. Tak peduli apakah dia seorang taat atau orang yang ingkar, seorang raja yang penuh kehormatan atau seorang budak yang hina. Yang penting doa itu datang dari hati yang paling dalam, dengan penuh harap, dan ikhlas. Insya Allah akan dimakbulkan. Itulah yang harus kita garis bawahi.

Namun, ada beberapa hal yang harus kita ingat, bahwa kadang-kadang Allah tidak mengabulkan persis seperti apa yang kita minta. Tapi dia menukarkan dengan sesuatu yang lebih baik. Kadang-kadang juga Dia menunda mengabulkan doa hamba-Nya karena mungkin menurut penilaian-Nya pada saat itu belum saat yang tepat doa itu dikabulkan.

Hal ini tidak hanya berlaku kepada kita yang awam ini. Namun, juga berlaku kepada rasul kesayangan-Nya, Ibrahim AS. Nabi Ibrahim AS pernah berdoa,
"Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdo’a: “Ya Rabb-ku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rizki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: “Dan kepada orang kafir pun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali”. (Albaqarah:126)

Apakah Allah langsung mengabulkan doa dari nabi yang bergelar Khalilullah (kesayangan Allah) ini? Ternyata tidak, Sahabat Populer.

Allah tidak mengabulkan doa nabi kesayangannya itu hingga beliau wafat. Tidak juga pada masa anak-anaknya, Ismail AS dan Ishak AS. Tapi pada masa Rasulullah Muhammad SAW dan sesudahnya.

Kita bisa melihat betapa kayanya negeri Nabi Ibrahim (Arab) sekarang. Tak ada penduduknya yang kekurangan makanan dan buah-buahan. Tidak juga ada jemaah haji dan jamaah umrah yang datang dalam jumlah puluhan juta itu yang kekurangan makanan dan buah-buahan. Padahal, kita semua tahu betapa tandus dan gersangnya tanah Arab. Di sana sini hanya padang pasir tanpa pepohonan merimbun. Bisakah logika kita mencerna hal yang tak masuk akal seperti ini? Tapi begitulah adanya, Allah telah menjadikan negeri Arab negeri diberkati, aman, dan sentosa.

Bila tiba waktu shalat, para pedagang langsung meninggalkan toko dan kiosnya tanpa mengemasi dagangannya terlebih dahulu. Ini indikator kuat yang menjadi pertanda betapa amannya di sana. Persis seperti apa yang didoakan Nabi Ibrahim, “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa."

Nah Sahabat Populer, jika doa nabi kesayangan Allah saja baru dikabulkan setelah 3000 tahun, apakah kita pantas mendesak Allah untuk mempercepat terkabulnya doa-doa kita? Bersabarlah! Allah pasti akan mengabulkannya pada saat yang tepat. Inysa Allah!

Catatan:
Nabi Ibrahim lahir sekitar 1997-1822 SM.

Muhammad Junaidi

Muhammad Junaidi

No comments:

Post a Comment

Pengunjung yang baik tidak akan meletakkan link hidup di kolom komentar!
Please dont put your link in comment box.

Powered by Blogger.