Breaking News
recent

Ketahuilah, Perbedaan Mencari Rezeki Dengan Menjemput Rezeki

Pernahkah Sahabat mencari sesuatu lalu tidak menemukan benda yang Sahabat cari? Tentu Sahabat akan menjawab, "sering'.  Bagaimana jika pertanyaannya diganti, "pernahkah Sahabat menjemput sesuatu lalu pulang dengan tangan kosong?" Jawaban Sahabat pasti akan berubah menjadi "jarang". Berarti, masih ada kemungkinan bahwa Sahabat tidak bertemu dengan orang atau benda yang Sahabat jemput. Tapi kemungkinan itu sangat kecil. Apalagi jika Sahabat tahu pasti kemana, kapan, dan bagaimana cara menjemputnya. Maka bisa jadi jawaban Sahabat akan berganti menjadi "tidak pernah".

Berdasarkan penjelasan di atas kita mulai menemukan titik terang perbedaan antara kata mencari dengan menjemput. Bahwa kata mencari belum tentu ada, sedangkan menjemput sudah pasti ada.

Begitu juga halnya dengan rezeki. Sebenarnya kata yang tepat bukanlah mencari tapi menjemput. Karena rezeki itu sudah pasti ada. Allah menciptakan setiap makhluk di dunia ini sudah lengkap dengan takdir rezekinya. Tak ada satupun makhluk yang diciptakan Allah SWT tidak dengan rezekinya.

Allah Ta’ala telah berfirman, “Dan tidaklah yang melata di muka bumi ini melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya” (QS. Hud : 6)


Hal yang perlu digarisbawahi adalah, bahwa defenisi rezeki itu bukan hanya terbatas pada uang dan harta benda semata. Anak yang berbakti, istri yang solehah, badan yang sehat, urusan yang di permudah, itu semua juga adalah merupakan rezeki.

Dalam hal menjemput rezeki, paling tidak, ada 3 hal yang harus kita perhatikan, yakni kapan, dimana dan bagaimana cara menjemput rezeki. Simak baik-baik ya Sahabat, agar tidak ada yang kabur maknanya.

1. Kapan (waktu)
Ada orang yang sudah bekerja keras berhari-hari namun tak jua menemukan rezeki seperti yang diharapkan. Karena waktu yang ditentukan itu belum tiba.

Ini persis seperti jika Sahabat menjemput seseorang di terminal. Sudah berulang-ulang Sahabat datang ke sana tapi tak jua menemukan orang yang akan dijemput. Karena dia memang tidak datang hari ini. Dia datangnya minggu depan.  Jadi, bersabarlah.

Karena Sahabat pulang tak membawa orang yang dimaksud, ujung-ujungnya Sahabat pulang dengan orang lain yang ingin menumpang. Hitung-hitung sekalian cari pahala.

2. Dimana (tempat)
Sahabat adalah seorang yang sangat ahli dalam bidang seni, tapi Sahabat selalu saja pergi ke laut menangkap ikan. Tentu saja ini salah tempat. Mungkin saja Sahabat mendapat ikan yang banyak, tapi pastilah rezeki Sahabat akan lebih banyak jika sahabat bekerja sebagai seorang seniman.

Ini persis seperti jika Sahabat menjemput seseorang di terminal B, padahal dia berada di terminal F. Ya sudah pasti tidak ketemu orang yang dijemput. Karena salah tempat. Ujung-ujungnya Sahabat pulang dengan menumpangi orang-orang yang ingin ikut pulang bersama.

3. Bagaimana (cara)
Sahabat diberikan air 5 ember besar. Tapi Sahabat menjemputnya dengan menggunakan sendok. Alangkah lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menjemput semua air tersebut. Bagaiman jika Sahabat datang dengan membawa drum atau selang yang panjang? Tentu saja akan jauh lebih cepat mendapatkan ke-5 ember besar air tersebut.

Nah Sahabat, itulah sekelumit hal yang bisa penulis bagi di sini. Penulis menyadari pembahasan ini masih sangat dangkal dikarenakan keterbatasan pengetahuan penulis. Tapi, penulis sangat yakin bahwa rezeki itu pasti ada dan tak perlu dicari. Kita hanya perlu menjemput pada waktu yang tepat, tempat yang tepat, dan cara yang tepat, maka insyaallah rezeki yang diharap pasti akan di dapat, insyaallah.
Muhammad Junaidi

Muhammad Junaidi

No comments:

Post a Comment

Pengunjung yang baik tidak akan meletakkan link hidup di kolom komentar!
Please dont put your link in comment box.

Powered by Blogger.