Breaking News
recent

Mari Belajar Ikhlas dengan melakukan 8 Langkah ini

Di dalam film kita sering melihat orang-orang yang berbuat baik tapi tidak ingin diketahui identitasnya. Mereka adalah pahlawan yang rela mengorbankan harta, jabatan, bahkan nyawa untuk membantu orang lain. Tanpa mengharapkan imbalan, bahkan walaupun hanya ucapkan terima kasih.
Bagaimana perasaan Sahabat melihat orang yang berbuat baik seperti itu walaupun itu hanya di dalam sebuah film? Senang, indah, tergugah, terinspirasi, termotivasi? Jawabannya sudah sangat jelas, pasti, tentu, absolutly

Begitulah cahaya ikhlas dia mampu menyinari sekaligus menghangatkan. Tidak hanya untuk orang-orang yang terkait, tetapi juga untuk seluruh alam dan isinya. Bahkan Tuhanpun senang. 
Kemampuang untuk berlaku ikhlas memang tidaklah mudah. Tidak semua orang mampu melakukannya. Ada begitu banyak halangan yang menghadang. Baik itu yang datang dari luar maupun yang datang dari diri sendiri, dan yang terakhir itu halangan yang paling berat.

Meskipun begitu, ikhlas bukan tidak mungkin untuk dipelajari. Dan, untunglah kita semua memiliki potensi yang sangat luar biasa untuk bisa menjadi orang ikhlas. Ingat, ikhlas itu tempatnya di hati. Jadi, biarkanlah ia tetap di hati saja.
Well, tak usah berbasa-basi terlalu panjang. Langsung saja kita kita mulai kajian kita, belajar ikhlas bagi pemula. Bismillah...

1. Mulailah dengan niat, kita ingin jadi orang ikhlas

Ini pondasi terpenting. Baik atau buruknya perbuatan kita tergantung dari niat yang ada di dalam hati. "Semua perbuatan tergantung dari niat".
Yuk, pasang niat yang benar. Allah pasti membantu dan membimbing kita.

2. Lakukan tindakan yang kecil dan ringan saja dulu

Waktu ibu, ayah, kakak, atau adik kita sedang tidur, selimutilah dia, usirlah nyamuk yang mengganggu. Biarkan mereka tidur nyenyak. Mereka tak tahu yang kita lakukan karena tidak melihat. Tapi itulah rasa cinta yang dapat kita berikan. Dan Allah mencintai orang yang mencintai keluarganya.
Ketika kita sedang makan ada kucing yang datang menghampiri, berikan sedikit ikan yang kita makan. Tak usah banyak, secubit kecil saja. Tapi, usahakan bagian daging yang terbaik. Karena Allah mencintai orang yang suka berbagi.
Ketika menulis artikel di blog buatlah yang bermanfaat untuk orang banyak. Tak usah hiraukan tentang blog traffic. Tak perlu menggunakan kata-kata bombastik. Karena Allah mencintai orang-orang yang memberi manfaat.

3. Nikmati kepuasannya

Lihatlah, ibu, ayah, kakak, dan adik kita bisa tidur dengan lelap. Pejuang-pejuang hidup dan pekerja keras itu bisa beristirahat dengan tenang. Mudah-mudahan mereka terbangun dengan tubuh yang segar nantinya.
Kucing yang kita beri makan bisa menikmati lauk yang sama nikmatnya dengan yang kita makan. Mudah-mudahan si kucing bisa berkumpul dengan keluarganya hari ini.
Pembaca blog kita yang jauh di sana bisa mendapat ilmu dari tulisan yang kita buat, dan berniat mempraktikkannya.
Nikmati itu semua dari kejauhan. Adakah yang lebih indah dari itu?

4. Semangati terus diri, "Ikhlas itu menyenangkan, indah, berpahala, dan disenangi Allah ".

Adakalanya perbuatan ikhlas itu menyakitkan. Oleh karena itu teruslah belajar dan menyemangati diri.
Membantu ibu mengupas kelapa 10 buah dengan tidak ikhlas, tidak berpahala. Tapi, membantu ibu mengupaskan kelapa 10 buah dengan ikhlas, berpahala. Berlipat-lipat malah. Jadi, mau ngapain lagi tak ikhlas? Rugi banyak kita.

5. Rintangan pasti banyak. Tapi teruslah berjuang

Berbuat baik itu memang banyak rintangannya. Oleh sebab itu, selalulah waspada dan fokus pada nita awal kita. Tak perlu mengabaikan mereka, Dengarkanlah. Karena itu akan membuat hubungan kita tetap terjalin hangat. Namun, kita tak perlu berubah seperti yang mereka inginkan.

6. Mulai lakukan tindakan yang lebih besar

Umpan yang kecil hanya akan menangkap ikan yang kecil-kecil pula. Kepuasan yang kita rasakanpun kecil juga. Pasanglah umpan yang lebih besar agar bisa menagkap ikan yang lebih besar.
Mulailah bekorban dengan waktu, tenaga, dan harta yang sedikit lebih besar dari yang sudah-sudah. Buktikan bahwa kelas kita sudah berbeda daripada kemaren.

7. Manusialah yang terpenting, yang lain-lain hanya alat


Ruang, waktu, tenaga, dan harta itu diciptakan Allah untuk kita manfaatkan bagi sebesar-besarnya kemaslahatan umat manusia. Kecil sekali nilai semua itu jika dibanding dengan kepuasan hati yang akan kita rasakan bila mampu membuat manusia dan alam ini menjadi lebih baik.

8. Lihatlah semesta. Mereka semuapun akan ikut menikmati keikhlasan kita

Jika kita telah terbiasa menjadi pribadi yang ikhlas maka dengan sendirinya semestapun akan ikhlas menerima kehadiran kita. Kita akan menuai apa yang kita tanam. Mereka akan yakin, nyaman, dan tersenyum dengan kehadiran kita. Dan pada akhirnya kita berharap Tuhanpun ridho terhadap keberadaan kita di dunia ini, amin.

Memang tak mudah untuk mempelajari ilmu ikhlas ini, apalagi memahami dan mengamalkannya. Tapi harus kita pelajari meskipun sedikit demi sedikit. Andai umur yang diberikan tak cukup untuk kita bisa mempelajarinya, memahami, dan mengamalkanya, paling tidak kita sudah berusaha untuk menjadi hamba yang lebih baik. Mudah-mudahan Allah ridha dengan usaha yang kita lakukan, amin ya rabbalalamin.
Muhammad Junaidi

Muhammad Junaidi

No comments:

Post a Comment

Pengunjung yang baik tidak akan meletakkan link hidup di kolom komentar!
Please dont put your link in comment box.

Powered by Blogger.