Breaking News
recent

Lelaki Bertindik, Modis Tapi Dosa


Dulu, ketika kita masih sangat muda, kita sering mengolok-olok sahabat kita yang lelaki bertindik. Kita ejek mereka mirip perempuan, banci, kemayu, dan salah gaya. Pada saat itu tindik masih sangat tabu bagi kita yang lelaki. Tak ada perempuan yang mau pacaran dengan lelaki yang bertindik. Pun, tak ada orangtua yang merestui anak lelakinya bertindik. Budaya timur masih mendarah daging dalam semua lini kehidupan kita kala itu.

Namun, lain dulu lain sekarang. Pada saat ini, modernisasi bagaikan air yang tumpah dari kran yang tak tertutup. Sesuatu yang dulu kita anggap tabu saat ini malah kita anggap modis dan trendi. Kita malah berbalik memuji lelaki yang bertindik. Semakin banyak tindiknya semakin trendi, semakin besar lubangnya semakin modis. Bahkan, jangan-jangan kitapun sudah punya tindik di satu bagian tubuh kita. Entah itu di telinga, alis, bibir, puting, atau pusat.


Budaya lelaki bertindik ini nampaknya satu paket dengan aliran musik yang datang dari luar negeri. Kurang afdol kelihatannya jika kita penganut musik punk, rock, metal, atau hardcore, jika tidak bertindik. Bagaimana mungkin kita bisa bergaul dengan mereka jika kita berbeda dari mereka. Kita malah akan dikucilkan karena tak memiliki tindik. Mau tidak mau kita harus serupa dengan mereka.

Padahal kita sangat tahu dan sadar bahwa tindik itu adalah salah satu ciri khas perempuan yang tidak boleh kita tiru. Haram hukumnya bagi kita meniru-tiru (tasyabuh) kebiasaan lawan jenis kita. Seperti hadist Rasulullah SAW berikut:

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau mengatakan,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat para lelaki yang meniru-niru kebiasaan wanita dan para wanita yang meniru-niru kebiasaan lelaki.” (HR. Bukhari 5885)

Atas dasar inilah, para ulama mengharamkan tindik bagi lelaki.

Imam Ibnu Abidin dalam Hasyiyahnya mengatakan, 
”Melubangi telinga untuk dipasangi anting termasuk perhiasan wanita, karena itu tidak halal bagi lelaki.” (Raddul Muhtar, 27/81).

Jadi, Sahabat Populer, biarlah tindik itu menjadi identitas gaya bagi perempuan saja. Tak usahlah kita ikut-ikutan bertindik karena alasan modis, trendi, fashion, atau alasan apapun itu. Masih banyak hal lain yang akan membuat kita, para lelaki ini, terlihat seksi di mata perempuan.

Adapun untuk Sahabat-sahabat lelaki yang sudah terlanjur bertindik, ya sudahlah, itu kesalahan masa lalu yang tak perlu lagi kita bangga-banggakan saat ini. Jika mungkin lubang itu bisa bertaut kembali maka sebaiknya biarkan bertaut. Namun, jika lubangnya sudah terlalu besar dan tak mungkin bertaut kembali maka penyesalan dan taubatlah yang harus kita perbanyak.

Masihkah kita tidak jera dengan semua cibiran dan penolakan yang kita terima ketika kita mencoba melamar pekerjaan di kantor? Betapa tindik itu telah membuat banyak kesempatan lenyap bagi kita. Padahal, kita adalah orang yang sangat tepat untuk jabatan itu. Betul-betul menyiksa.
Muhammad Junaidi

Muhammad Junaidi

No comments:

Post a Comment

Pengunjung yang baik tidak akan meletakkan link hidup di kolom komentar!
Please dont put your link in comment box.

Powered by Blogger.