Breaking News
recent

Jangan Durhaka Kepada Ibu! Jawab 9 Pertanyaan ini

Pada setiap peringatan hari ibu, yang jatuh pada tanggal 22 Desember, kita selalu antusias memposting status "I love you Mom, you are my everything. You are the best mom in the world", pada semua akun sosial media yang kita miliki. Tak tertinggal kita juga mengunggah photo-photo bahagia kita bersama ibu. Photo-photo yang telah kita simpan sejak bertahun-tahun lalu.
Kita ingin menunjukkan kepada dunia betapa hangat dan bahagianya hubungan yang terjalin antara kita dengan ibu. Lalu dengan senang hati kita menunggu setiap like dan komentar yang kita terima.

Peringatan hari ibu menjadi sebuah rutinintas yang kita rayakan setiap tahun tanpa mengerti mengapa kita melakukannya. Kita lupa nilai esensialnya adalah untuk memupuk kembali keinginan untuk berbakti kepada ibu. Namun, kenyataannya pada hari itu kita malah sibuk pamer kemesraan semu.

Padahal, orang-orang yang berbakti kepada ibu dengan ikhlas malah tak butuh like dan komentar. Mereka melakukannya sepanjang tahun, seumur hidup. Bukan hanya sehari dalam setahun. Mereka melakukannya karena mereka suka, bukan karena pencitraan agar disebut anak yang berbakti.



Kita seharusnya sadar bahwa berbakti kepada ibu adalah kewajiban nomor 2 setelah berbakti kepada Allah, SWT. Kita tidak hanya dituntut untuk berlaku baik, tapi lebih tinggi daripada itu, kita dituntut berlaku mulia. Ucapkan "ah' saja, maka surga tak pantas untuk kita harapkan.

Di sini penulis ingin mengajak Sahabat Populer semua merenung kembali nilai-nilai esensi yang ingin dipupuk dalam peringatan hari ibu. Sembari membaca 9 butir pertanyaan ini mari kita renungkan wajah pucat dan lusuh ibu kita yang terus dimakan usia. 
Jika air mata kita jatuh, mudah-mudahan itu adalah air mata ketulusan, insya Allah.

1. Berapa hari kita bekerja dalam sebulan?


Dari semua hari yang kita habiskan itu berapa banyak waktu yang kita habiskan untuk membantu ibu atau hanya sekedar menghabiskan waktu dengannya?

2. Apakah kita masih tinggal dengan ibu?


Ibu akan tetap menjaga dan melindungi kita sampai akhir. Tapi, seberapa lama kita akan bergantung padanya dan memeras keringatnya?

3. Apa topik percakapan kita terakhir denganya?


Kita mungkin sudah belajar teknik membuat percakapan yang menyenangkan. Kita dengan cepat dapat membuat percakapan dengan akrab dengan banyak orang. Tapi, pernahkah kita mempraktikkan ilmu itu untuk bercakap-cakap dengan ibu? Kapan? Minggu lalu? Sebulan yang lalu? Atau bahkan setahun yang lalu? Apa topik yang kita bicarakan pada waktu itu?

4. Kapan terakhir kali kita tertawa bersama ibumu?


Pernahkah kita membuat ibu tertawa selain dari waktu kita masih bayi? Kalau diingat-ingat kita malah terlalu sering membuat ibu menangis dan mematahkan hatinya.

5. Apa makanan favorit ibu? 

Kita bisa dengan sangat detail menyebutkan jenis-jenis makanan favorit Rooney Mara, Lee Min Hoo,  atau Nattasha Nauljam. Tapi, apakah kita tahu makanan favorit ibu?
Jika tak tahu, tak usahlah bersusah payah mengucapkan "I love U Mom!", karena itu sangat dusta.

6. Kapan terakhir kali makan bersama dengannya?

Kita mungkin sering mentraktir teman-teman sekantor karena mereka pernah membantu pekerjaan kita. Tapi, pernahkah sekali saja kita mengajak makan ke restoran orang yang paling berjasa dalam hidup kita itu?

7. Pernahkah kita mengatakan bahwa kita mencintainya?


Sudah berapa kali kita menyatakan "aku cinta kamu" kepada orang lain? Tapi, pernahkah sekali saja kita mengucapkan tiga kata itu kepada ibu?
Memang, cinta tak selalu harus dinyatakan. Sikap dan tindakan jauh lebih perlu. Tapi, betulkah sikap dan tindakan kita kepada ibu sudah mendeskripsikan kata itu?

8. Apa yang membuat ibu bahagia?


Apa yang membuat kita bahagia biasanya itu juga akan membuat ibu bahagia. Tapi, kadang-kadang sesekali juga kita berbeda. Misalnya dalam memilih pasangan hidup. Nah, jika ibu meminta meninggalkan orang yang kita cintai itu, maukah kita meninggalkannya demi untuk membahagiakan ibu? Karena, boleh jadi ibu melihat gelagat yang tak baik jika kita tetap bersama dia yang kita cintai.

9. Apa yang akan kita lakukan jika bisa makan bersama ibu?


Dulu ketika bayi ibu menyuapi kita, membuang tulang ikan agar kita tidak ketulangan, dan bahkan membujuk kita agar kita mau makan. Sekarang setelah kita dewasa, apa yang akan kita lakukan jika kita bisa makan berdua saja dengan ibu? Apakah hanya hening yang akan kita lalui?

Jadi, masih perlukah kita memposting kalimat-kalimat basi, "I love you mom?"
Muhammad Junaidi

Muhammad Junaidi

No comments:

Post a Comment

Pengunjung yang baik tidak akan meletakkan link hidup di kolom komentar!
Please dont put your link in comment box.

Powered by Blogger.