Breaking News
recent

Tidak Suka Mengerjakan Shalat? Tidak Masalah!


Jika Sahabat meng-klik postingan ini karena berharap ada hadist baru yang membolehkan Sahabat untuk tidak mengerjakan shalat, sayang sekali, saya telah mengecewakan Sahabat. Saya bukanlah rasul. Saya sama persis dengan Sahabat. Saya juga wajib mengerjakan shalat. Malah jika bisa, saya ingin mengajak semua orang untuk suka mengerjakan shalat.

Jika saat ini saya dan Sahabat masih tidak suka mengerjakan shalat, itu manusiawi, wajar, dan masuk akal. Sama halnya dengan tak banyak orang yang suka pergi ke sekolah, belajar, berlatih, dan bekerja. Apalagi itu semua harus dilakukan dengan rutin. Sungguh membosankan. 

Kebanyakan dari kita melakukan itu semua dengan sangat terpaksa. Tidak apa-apa. 
Tapi, harus tetap terus dilakukan ya! Walaupun sangat membosankan.



Kita senang sekali jika ada hadist baru yang menyatakan kita tidak perlu mengerjakan shalat, puasa, membayar zakat, dan pergi haji. 
Mungkin baru sampai titik inilah iman kita. Belum tumbuh rasa cinta mengerjakannya. Masih dipenuhi rasa penolakan.

Daripada melakukan semua itu kita lebih suka main game, menonton, jalan-jalan, facebook-an, dan memamerkan aurat demi untuk mendapatkan pujian. Atau yang lebih dahsyat lagi, kita lebih suka nonton film porno, berzinah, mabuk, korupsi, mencuri, dan berjudi.
Inipun wajar, manusiawi, dan masuk akal. 
Tapi, jangan sekali-kali dilakukan ya! Ingat, jangan dilakukan! Apapun alasannya!!

Nah, sampai titik ini, mari kita balik lagi pada masalah di atas. Kita tidak suka mengerjakan shalat tapi tetap mengerjakannya karena hukumnya wajib. Padahal sangat membosankan. 
Sahabat, itulah yang dinamakan taat.
Kita senang nonton film porno, berzinah, mabuk, korupsi, mencuri dan berjudi. Tapi tetap tidak mengerjakannya. Itu juga disebut taat.

Walaupun belum bisa disebut hebat, tapi, paling tidak kita sudah punya iman. Kita bertahan pada jalur yang benar dengan melawan rasa bosan dan terpaksa, untuk saat ini.

Memang, banyak juga orang diluar sana yang sudah tinggi tingkat keimanannya jauh melebihi kita. Mereka melakukan semua perintah itu tidak dengan terpaksa, tapi sebaliknya dengan rasa senang. Karena, menurut mereka itu adalah kebutuhan. Mereka juga menolak melakukan semua yang dilarang itu dengan penuh ikhlas. Karena, mereka tahu bahwa pada akhirnya semua kegiatan itu sangat merusak diri sendiri.

Inilah kata kunci yang kita bahas kali ini, taat. Belum sampai pada tingkat ikhlas. Namun, apakah kita tetap akan bertahan pada level ini terus-menerus seumur hidup?

Tentu saja kita ingin seperti mereka. Kita ingin mengerjakan semua perintah itu dengan rasa senang dan menolak mengerjakan semua larangan itu dengan rasa penuh ikhlas.

Lalu apa yang harus kita lakukan untuk sampai ke sana?
Jawabannya sangat sederhana, berniat, belajarlah, dan amalkan.
Berniatlah agar kita punya pondasi dan kekuatan untuk mempelajari semua itu. Lalu, Pelajarilah semua manfaat yang akan kita dapat jika mengerjakan semua perintah-Nya. Pelajari juga semua kerugian yang akan kita tanggung jika mengerjakan apa yang dilarang-Nya. Jika kita sudah memahaminya, maka dengan sendirinya kita akan mengamalkannya dengan penuh rasa ikhlas. Insya Allah...
Randu Arbitra

Randu Arbitra

No comments:

Post a Comment

Pengunjung yang baik tidak akan meletakkan link hidup di kolom komentar!
Please dont put your link in comment box.

Powered by Blogger.