Breaking News
recent

MENGEJUTKAN!!! Ternyata Ini Kegiatan Siswa Setelah Pulang Sekolah



Penulis pernah mengadakan suatu penelitian pada sebuah sekolah di Pekanbaru. Sebut saja nama sekolah tersebut SMA ABC. Penulis tidak ingin menyebutkan nama sekolah tersebut karena data yang penulis dapatkan sangat diluar dugaan, dalam artian yang negatif. 

Pada awalnya penulis sangat antusias melaksanakan penelitian ini karena ingin sekali mengetahu kegiatan apa saja yang dilakukan oleh siswa ketika mereka tidak sedang berada di sekolah. Apakah mereka mengulang pelajaran seperti yang diharapkan atau tidak.  Hal ini bisa memberikan informasi kepada guru, orangtua, dan pihak-pihak terkait yang membutuhkan data tentang kegiatan-kegiatan siswa setelah pulang sekolah hingga waktu tidur malam.



Tapi, alangkah mengejutkannya, setelah penulis mendapat jawaban dari responden. Ternyata sungguh-sungguh di luar dugaan.
Untuk lebih jelasnya mari lihat penilitian yang pernah penulis lakukan di bawah ini.

Banyak sekali kegiatan yang dilakukan oleh siswa setelah pulang sekolah hingga waktu tidur malam. Jarak antara kedua waktu itu terdapat sekitar 8 jam.  Dalam hal ini penulis membaginya menjadi 3 waktu luang. Yakni:
Waktu Luang 1: Antara setelah pulang sekolah hingga shalat Maghrib.
Waktu Luang 2: Antara setelah shalat Maghrib hingga shalat Isya.
Waktu Luang 3: Antara setelah shalat Isya hingga waktu tidur.  

Siswa yang menjadi objek penelitian ini sebanyak 492 siswa. Namun, penulis hanya mengambil sampel secara acak sebesar 20% dari jumlah populasi. Yakni sebanyak 98 orang. (Persentase yang penulis ambil memang lebih kecil dari yang seharusnya).

Penulis telah menyebarkan angket yang berisi 3 butir pertanyaan.
Dikarenakan kegiatan yang dilakukan oleh sampel tidak monoton setiap hari maka masing-masing sampel dibenarkan menjawab lebih dari 1 opsi.
Setelah melihat jawaban dari seluruh sampel terhadap angket yang disebarkan maka didapatkanlah data sebagai berikut:

1. Kegiatan yang dilakukan siswa untuk mengisi waktu luang setelah pulang sekolah hingga shalat Maghrib adalah:

a. Berolahraga/main musik  (9 %)
b. SMS/telepon dengan seseorang/jalan-jalan (36 %)
c. Membantu orangtua (6 %)
d. Belajar, mengulang pelajaran, membuat tugas sekolah (2 %)
e. Isitirahat, nonton tv di rumah, browsing & sosial media, dan bermain game (45 %)
f. Lain – lain (2 %)


 

2. Kegiatan yang dilakukan siswa untuk mengisi waktu setelah shalat Maghrib hingga shalat Isya adalah:

a. Kegiatan keagamaan (8 %))
b. SMS/telepon dengan seseorang/jalan-jalan (44 %)
c. Membantu orangtua (4 %)
d. Belajar, mengulang pelajaran, membuat tugas sekolah (3 %)
e. Isitirahat, nonton tv di rumah, browsing & sosial media, dan bermain game (41 %)
f. Lain – lain (0 %)




3. Kegiatan yang dilakukan siswa untuk mengisi waktu luang setelah shalat Isya hingga waktu tidur adalah:

a. Kegiatan keagamaan/berolahraga/main musik (6 %)
b. SMS/telepon dengan seseorang/jalan-jalan (27 %)
c. Membantu orangtua (4 %)
d. Belajar, mengulang pelajaran, membuat tugas sekolah (11 %)
e. Isitirahat, nonton tv di rumah, browsing & sosial media, dan bermain game (51 %)
f. Lain – lain (1 %)






KESIMPULAN

Berdasarkan data di atas maka peneliti dapat menarik kesimpulan antara lain:
1. Kegiatan siswa pada waktu luang 1 yang bersifat positif hanyalah sebesar 17 %. Yakni, kegiatan olahraga/main musik sebesar 9 %, membantu orantua sebesar 6 %, dan belajar, mengulang pelajaran, membuat tugas sekolah sebesar 2 %.
Sedangkan kegiatan yang bersifat negatif sebesar 83 %.
 
2. Kegiatan siswa pada waktu luang 2 yang bersifat positif semakin  berkurang, menjadi sebesar 15 %. Yakni, kegiatan keagamaan sebesar 8%, membantu orangtua sebesar 4 %, dan belajar, mengulang pelajaran, membuat tugas sekolah sebesar 3%.
Sedangkan kegiatan yang bersifat negatif semakin bertambah, menjadi sebesar 85 %.

3. Kegiatan siswa pada waktu luang 3 yang bersifat positif meningkat, menjadi sebesar 21 %. Yakni, kegiatan keagamaan/berolahraga/main musik sebesar 8%, membantu orangtua sebesar 4 %, dan belajar, mengulang pelajaran, membuat tugas sekolah sebesar 11 %.
Sedangkan kegiatan yang bersifat negatif tetap masih sangat besar, yakni 79 %.


 
Apakah kegiatan siswa di sekolah lain dan seklaah-sekolah di kota lain sama saja seperti di atas? Kalau iya, apa yang harus dilakukan untuk mengubah data yang sangat mengkhawatirkan ini? Apa jadinya negara ini kalau siswanya tidak belajar sebagaimana mestinya?
Bagaimana menurut Sahabat? 
Randu Arbitra

Randu Arbitra

No comments:

Post a Comment

Pengunjung yang baik tidak akan meletakkan link hidup di kolom komentar!
Please dont put your link in comment box.

Powered by Blogger.