Breaking News
recent

Apa yang Terjadi Dengan Data Pribadi Online Kita Jika Kita meninggal?


Harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan data-data pribadi di internet. Ada yang dalam bentuk tulisan, gambar, atau video. Lalu apa yang akan terjadi dengan data-data ini setelah kita meninggal?

Faktanya, setiap menit 3 pengguna Facebook meninggal dunia. Berarti, hampir 1.6 juta orang pengguna Facebook meninggal setiap tahun.

Itu baru Facebook, belum lagi pemilik akun sosial media lain, blog, dan email. Lalu, apa yang akan terjadi dengan data pribadi pemilik akun tersebut?

Faktanya lagi, semua data yang kita unggah di internet (data cloud) merupakan milik dari penyedia jasa layanan masing-masing. Mereka bisa saja menggunakan data tersebut suatu saat untuk kepentingan tertentu.
Bisa jadi mereka "membangkitkan" kita dari kematian secara digital. Misalnya, dengan sosok hologram yang bisa berinteraksi dengan generasi berikutnya.

Bersyukurlah kita jika data pribadi yang kita unggah adalah data-data yang baik. Tentu saja hologram tiruan kita itu akan menggambarkan sosok yang baik pula. Namun sebaliknya, bisa jadi tiruan kita itu nanti akan dijadikan contoh buruk yang akan dicerca dan dihina. Mau seperti itu?
Tapi, tentu saja tidak semua kita akan "dibangkitkan" seperti ini. Mungkin hanya berlaku untuk orang yang paling hebat atau orang yang paling buruk saja.

Mengenai data yang kita unggah di Twitter dan Gmail, mereka menyatakan bahwa mereka bersedia mengembalikan semua data yang telah diunggah beserta seluruh kontak yang ada di dalamnya kepada ahli waris pemilik akun yang meninggal, seandainya diminta. Sedangkan Facebook, mereka bersedia menutup akun milik orang yang meninggal, atau menjadikannya kenangan, jika diminta oleh ahli warisnya. Jika ahli waris memohon untuk dijadikan kenangan maka di depan nama akun akan ditambah dengan kata "Mengenang".

Sahabat bisa mengajukan permohonan penutupan akun atau mengganti status menjadi kenangan bagi keluarga, kerabat, atau teman Sahabat yang telah meninggal, dengan mengajukan permohonan kepada tim Facebook. Silakan Sahabat cari di halaman Bantuan.

Berhati-hatilah mengunggah data pribadi Sahabat. Karena suatu saat kita akan meninggal. Kita ingin dikenang sebagai orang yang baik. Internet hanyalah alat. Dia bukanlah sesuatu yang buruk atau baik tanpa peran kita yang menggunakannnya. It's like the man behind the gun. It will be good if you are a policeman. It will be bad if you are a bad guy. So, what would you wanna be?

Muhammad Junaidi

Muhammad Junaidi

No comments:

Post a Comment

Pengunjung yang baik tidak akan meletakkan link hidup di kolom komentar!
Please dont put your link in comment box.

Powered by Blogger.