Breaking News
recent

15 Alasan Guru Tidak Mengajar

Guru, pahlawan tanpa tanda jasa sudah melekat erat pada dirinya sejak dulu. Sepeda kumbang adalah ciri khas kenderaannya yang diidentikkan kemudian. Sekolah, perangkat mengajar, tabiat siswa, dan keluarga adalah dunia yang digelutinya setiap hari. Dia sangat ahli menangani bidang itu. Bagaikan seorang pelukis yang sangat lihai memilih warna. Bagaikan seorang musisi yang paham benar mengatur nada. 



Namun, bukan berarti dia mampu menyelesaikan semua masalah. Karena, semakin tinggi keahliannya, biasanya, semakin rumit pula masalah yang dihadapi. 

Guru juga manusia. Dia bukanlah malaikat atau Superman. Dia sama saja dengan orang lain. Punya dunianya sendiri. Punya rasa senang, sedih, gembira, duka, dan luka. Kadang-kadang dia terlihat begitu antusias. Namun, dilain waktu dia terlihat sangat putus asa. 

Guru bagaikan nakhoda di dalam kelas. Gelombang besar bukanlah hal yang ditakutinya. Dia selalu menemukan solusi brilian untuk menyelesaikan itu. Masalah yang sesungguhya ada pada diri nakhoda itu sendiri. Apakah dia mau berlayar atau tidak, menuju ke pulau impian yang penuh harta Karun. 

Kali ini penulis ingin mengajak Sahabat semua untuk menikmati rutinitas guru ketika tidak berada di ruangan kelas untuk mengajar. 

Anyway, profesi penulis saat ini adalah seorang guru. Jadi penulis paham benar masalah terbesar yang dihadapi guru setiap hari. Oleh karena itulah, penulis ingin berbagi cerita tentang hal ini. Nikmati rutinitas kami di sekolah. Rasakan manis pahitnya. Dan berikan pendapat yang tidak menghakimi.


1. Guru sakit 
Untung tak bisa diraih, malang tak bisa di tolak. Kita harus merasakan sakit sekali-sekali agar tahu makna sehat dan mensyukurinya.  


2. Telat bangun
Duh, Bapak, begadang mulu. Nonton apa tadi malam Pak? Sekali-kali Bapak donk yang disetrap.

3. Guru sibuk
Ini alasan yang sangat tak masuk akal dan tak jelas. Apa yang lebih penting dikerjakan oleh seorang guru daripada mengajar?


4. Ada masalah keluarga
Anak jatuh dari pohon, Istri melahirkan, beras habis, genteng bocor, rumah kebanjiran. Maaf, bapak tak bisa hadir hari ini. 


5. Guru rapat
Alasan! Kadang-kadang hadir di ruang rapat cuma numpang duduk doank. Main HP di belakang. Materi rapat sama sekali tak tahu. Yang penting tak masuk mengajar.


6. Guru diklat
Di kalangan guru ada yang menyandang predikat guru spesialis diklat. 8 kali setahun ikut diklat. Sekali diklat 10 hari. Penerapannya kapan, Pak?


7. Guru lagi M (Malas)
Ini penyakit yang paling parah. Tak bisa disuntik. Dimasukin karung aja.


8. Lupa jadwal
Waduh, saya pikir saya masuk jam ke 6. Ternyata jam ke 3 ya? Waduuuhh... ya udahlah kalau gitu.
Ini pura-pura lupa atau pura-pura ga ingat ini, Pak? 


9. Siswa tak banyak yang hadir
Ah, malaslah masuk. Gara-gara kabut asap siswa yang hadir cuma 12 orang. Paling-paling juga besok mengulang lagi mengajarnya. 


10. Materi habis
Apalagi yang mau diajarkan? Orang tinggal nunggu ujian aja! Kan 3 minggu lagi ujian.

11. Sudah diberikan tugas
Saya tak perlu turun tangan untuk mengajarkan materi ini. Terlalu mudah buat saya. Kasi tugas aja cukup.  


12. Trauma
Kamaren saya masuk di kelas itu tak ada siswa yang memperhatikan penjelasan saya. Sibuk aja main HP. 


13. Ada pekerjaan sampingan
Maaf Pak, saya kurang paham. Yang sampingan yang mana ya? Pekerjaan guru atau pekerjaan luar itu?


14. Ada audit
Audit ISO, akreditasi sekolah, audit adiwiyata, audit yayasan, audit kesehatan sekolah, audit anu, audit itu. Audit apa lagi ya?


15. Keasikan ngobrol
Rosi kalah kemaren, Barcelona masuk final, denger-denger harga BBM akan naik lagi, Farhat Abbas dan Regina lagi perang. Seru euy!! 


Udah bel Pak! Masuk yuk!
Randu Arbitra

Randu Arbitra

No comments:

Post a Comment

Pengunjung yang baik tidak akan meletakkan link hidup di kolom komentar!
Please dont put your link in comment box.

Powered by Blogger.