Breaking News
recent

13 Hal yang Harus Kita Lakukan Ketika Dimarahi Ibu

Kata orang, marah ibu pertanda sayang. Sayang ibu adalah melindungi. Perlindungan ibu adalah cinta kasih. Bayangkan, jika ketika kecil dulu ibu tak pernah memarahi kita bermain di tepi sungai, main pisau, memanjat pohon, dan memakan sabun, apa mungkin saat ini kita masih ada di dunia ini?

Seorang ibu merasa anaknya lebih muda 3 tahun dari umur sesungguhnya. Sehingga dia merasa masih pantas menasehati anaknya. Sedangkan anak merasa 5 tahun lebih tua daripada umur sesungguhnya. Sehingga dia merasa sudah cukup dewasa, dan tak pantas lagi dimarahi.

Tapi, sadarkah kita bahwa ibu melakukan itu karena dia selalu merasa bertanggung jawab terhadap hidup anaknya sampai salah satunya mati. Biasanya kita baru menyadari itu ketika kita sudah menjadi seorang ibu (orangtua).



Jika kita menyadari, sebenarnya ada banyak kebaikan dalam marah seorang ibu. Bahkan, seorang ibu pemarah itu adalah kebaikan bagi kita. Sebab Allah SWT telah menyediakan ladang amal yang sangat luas dengan mengirimkan ibu yang pemarah
untuk kita. Asalkan kita menyikapi kemarahannya dengan perilaku yang mulia. 
Masihkah tidak kita sadari keadilan Tuhan itu? 

Baiklah Sahabat Populer, kali ini penulis ingin mengajak Sahabat semua untuk memetik buah di ladang yang telah disediakkan Allah SWT ini. Di sini kita tidak hanya dituntut untuk berprilaku baik, tapi lebih tinggi daripada itu, wajib berperilaku mulia. 
Kau katakan "cih" saja maka surga tak pantas untukmu!


1. Menunduklah. Jangan sekali-kali menatap matanya
Alangkah kurang ajarnya jika kita berani menatap matanya. 


2. Diam dan Dengarkan
Beliau sedang marah, tapi kita terus saja membela diri, lalu siapa yang jadi pendengar? Malah terdengar seperti kaleng rombeng. 


3. Sadarlah bahwa kita memang salah dan pantas dimarahi

Kata orang, tak akan ada asap jika tak ada api.



4. Yakinkan hati bahwa hampir semua yang dikatakannya itu benar
Beliau itu marah karena ingin memperbaiki kita yang tersesat. Harusnya 1 hal yang pantas kita pikir adalah berubah lebih baik.


5. Terimalah semua kemarahannya dengan ikhlas agar dihitung menjadi pahala
Bahkan setelah kita bersalahpun kita masih saja bisa mendapat pahala jika kita ikhlas. Subhanallah!


6. Menjawablah sewajarnya ketika ditanya
Diam itu emas. Tapi kadang-kadang berbicara itu berlian.



7. Ingatlah betapa sakitnya ketika beliau melahirkan kita dan letihnya beliau ketika membesarkan kita

Beliau bertarung nyawa ketika melahirkan kita. Menanggung beban berat ketika membesarkan kita. Kalau sudah begini insya Allah kita bisa ikhlas, seikhlas-ikhlasnya. 


8. Bersabarlah
Umar bin Khatab, bergelar Singa Padang Pasir saja bisa bersabar ketika istrinya marah dan melemparkan piring. Lalu, apa alasannya kita tak mampu bersabar seperti Sayyidina Umar ketika dimarahi orang yang paling mulia di muka bumi ini? 


9. Simpan nasehatnya yang baik. Abaikan yang lain
Dari semua kalimat yang diucapkannya itu pasti banyak yang baik untuk bekal kita. Ambillah itu semua. Sedangkan kalimat yang lain itu adalah pahala bagi kita. 


10. Kerjakan apa yang dimintanya
Jika beliau meminta mengerjakan sesuatu untuk menebus kesalahan kita. Kerjakanlah itu dengan cepat dan ikhlas!


11. Tanamkan dalam hati bahwa kita tak akan mengulangi lagi kesalahan itu
Jika memang hati ini pedih karena sering dimarahi, itu manusiawi. Oleh karena itu, harusnya kita berjanji dalam hati kita tak akan mengulanginya lagi.

12. Jangan beranjak sebelum beliau selesai
Bagaimana rasanya jika kita sedang marah-marah ditinggal begitu saja? Sakit hati 'kan? Begitu juga perasaan ibu. 


13. Meminta maaf. Salami dan cium tangan suci itu
Setelah beliau reda dan mulai terasa lega, perlahan-lahan ambillah tangan itu, ciumi! Akui kesalahan kita. Berjanjilah untuk tak mengulangi lagi. 


Walaupun mungkin beliau tak seperti yang kita harapkan dalam beberapa hal tapi tetap saja beliau adalah kemuliaan hidup yang wajib kita taati. Kesempurnaannya terletak pada kekurangannya. Tak ada satupun yang diciptakan Allah yang tidak sempurna. 

"Ya Rasul, siapakah orang yang harus aku taati?"
"Ibumu, ibumu, ibumu, ... bapakmu!"
Randu Arbitra

Randu Arbitra

1 comment:

  1. Mantap Gan! Mudah-mudahan kita bisa sabar dan ikhlas..
    Izin share, Gan!.. Salam anak taat!

    ReplyDelete

Pengunjung yang baik tidak akan meletakkan link hidup di kolom komentar!
Please dont put your link in comment box.

Powered by Blogger.