Breaking News
recent

ISTILAH BAHASA INGGRIS YANG POPULER DI INDONESIA TAPI TAK PERNAH DIGUNAKAN DI BARAT

Penulis yakin sekali bahwa Sahabat Populer sering menggunakan kata/istilah OTW, handphone/hp, num/numb, stocking, dan service motor/mobil. Baik dalam bahasa lisan atau bahkan dalam bahasa tulis.
Pernahkan sahabat berpikir bahwa kata/istilah itu ditempat asalnya tidak pernah diucapkan. Kata/istilah itu juga selalu tidak tepat kita gunakan? Bahkan banyak diantaranya yang melenceng artinya dari maksud yang diinginkan.
Herannya, guru-guru berbahasa Inggris rata-rata tidak mau berkomentar untuk menyatakan bahwa kata/istilah itu tidak tepat penggunaannya. Bahkan yang lebih menyedihkan merekapun ikut-ikutan menggunakan kata/istilah tersebut.
Untuk itulah penulis mengangkat masalah ini untuk kita diskusikan bersama dengan maksud agar kita sama-sama tau bahwa kata/istilah yang digunakan itu sebenarnya salah. Walaupun pada saat ini kita belum mampu menggantikannya secara mendadak dengan kata/istilah baru yang lebih tepat. Sebab jika kita menggantikannya saat ini juga bisa jadi teman bicara kita malah akan bingung dengan maksud yang ingin kita sampaikan. Bukankah kondisi ini jauh lebih menyedihkan daripada menggunakan kata/istilah yang salah tapi familiar? Nha lho, lebih rumit masalahnya 'kan?
Baiklah, agar tidak memperpanjang basi-basi di bawah ini penulis paparkan kata/istilah berbahasa  Inggris yang trend di Indonesia tapi tidak pernah digunakan di barat.




1. On the Way (OTW)

Istilah ini paling sering kita pakai untuk mengabarkan kepada seseorang bahwa kita sedang di jalan atau akan berangkat menuju ke suatu tempat.
Jika kita lihat secara leksikal arti dari kata on the way berarti sedang di jalan. Berarti penggunaan istilah ini benar secara leksikal.
Namun, jika kita dengar orang-orang Amerika berbicara (misalnya di dalam film) mereka tidak pernah mengucapkan, “I’m on the way” atau “I’m OTW”. Mereka akan mengatakan,”I’m on my way.”
Entah dari mana istilah on the way atau OTW ini dipetik oleh orang-orang Indonesia sehingga menjadi sedemikian dikenal oleh semua orang. 

 Saya curiga, anak alay yang pantas disalahkan atas kesalahan ini.
Kesalahan kedua kita menggunakan istilah ini yakni kita selalu menggunakannya sebelum kita berangkat. Padahal, seharusnya kita baru boleh menggunakkan istilah ini jika kita sedang di jalan menuju tempat yang diniatkan.

2. Handphone (HP)
Coba ucapkan kalimat ini, “May I have yourHandphone number,

please?”; atau kalimat ini, “May I have Your HP number, please?” Apa perasaan Anda setelah mengucapkannya? Lucu ‘kan? 
Memang! Karena kata handphone (telepon genggam) atau singkatan HP itu tidak dikenal dalam bahasa Inggris. Mereka hanya mengenal phone atau cell. Jadi, mereka lebih suka mengucapkan, “May I have your phone number, please?” atau , “May I have Your Cell number, please?
Kayaknya produsen-produsen ponsel di Indonesia pantas untuk disalahkan karena menciptakan istilah handphone (telepon genggam) atau HP ini.
Bayangkan jika orang yang mengucapkan istilah itu adalah seorang resepsionis yang bekerja di sebuah hotel yang meminta nomor ponsel kepada pelanggannya yang berada di Amerika. Bagaimana penilain mereka terhadap hotel itu, coba!?

3. Numb/Num (Singkatan untuk Number)


Siswa saya sering mengirimkan sms/pesan bbm kepada saya dengan menuliskan seperti ini, “Pak, minta numb HP Pak Kepsek dong!” atau, ”Pak, tau numb Bu Rani? Minta donk.” 

Saya sering senyum-senyum sendiri membaca sms semacam ini. Ada rasa geli dihati, tapi lebih banyak lagi rasa sedih.
Kelihatan sekali siswa saya tak mahir berbahasa Inggris. (Tapi saya juga bukan guru bahasa Inggris. Itu dia masalahnya).
Kenyataannya orang barat TIDAK PERNAH menyingkat kata number menjadi numb atau num. Jadi, saya pikir ini sungguh menggelikan jika kita mengada-ada mengubahnya menjadi num, apalagi numb. (Numb = kaku, mati rasa, kebas).
Memang, ada juga orang barat yang menyingkat kata number. Tapi, tetap saja mereka tidak menggunakan singkatan numb atau num. Mereka malah menggunakan singkatan no (dengan 1 atau 2 garis kecil dibawah huruf O). Singkatan yang jarang di pakai oleh orang barat ini biasanya kita lihat pada penomoran rumah atau penomoran kamar hotel. Seperti yang terlihat pada gambar yang penulis terakan di atas. Ini adalah gambar penomoran kamar di Sheraton Dallas Hotel.
Jadi, pertanyaan yang bagus untuk dibahas adalah mengapa singkatan kata number menjadi no, bukan num? Koq bisa gitu singkatannya?
Pada suatu saat nanti mungkin penulis tahu jawabannya. Namun, saat ini penulis masih bingung.  Apakah ada Sahabat yang tahu?



4. Stocking (kaus kaki)
Teman-teman di sekolah tempat saya mengajar sering berucap kepada siswa seperti ini, “Kamu ga pakai stocking ya?! Sini Kamu!” atau, “Stocking kamu mana?”.

Jika kita lihat makna kata stocking di dalam kamus artinya kaus kaki. Berarti teman saya menggunakan kata ini dengan benar secara leksikal.
Tapi jika kita rajin menonton film barat maka kita akan tahu bahwa orang barat tak pernah menggunakan kata ini untuk menyebut kaus kaki seperti yang digunakan oleh teman saya tadi. Orang barat lebih suka memilih kata socks daripada stocking. Socks juga memiliki arti kaus kaki jika dilihat di dalam kamus.
Lalu salahnya apa? Koq sampai dibahas begini?
Kalau kita mengetik di mesin pencari Google barulah akan terlihat beda antara stocking dengan sock. Stocking berarti kaus kaki panjang hingga ke paha, berwarna sama dengan warna kulit, dan biasanya bahannya sangat tipis. Biasanya dipakai oleh perempuan sebagai pelapis kulit sebelum memakai rok pendek. Sedangkan sock berarti kaus kaki pendek, hanya sebatas mata kaki.
Jadi, harusnya teman saya tadi lebih tepat jika menegur siswa dengan kata sock bukan stocking.
“Hei, kenapa kamu tidak pakai sock? Sini kamu!” Karena yang dimaksudkannya dalah kaus kaki pendek.

5. Service motor/mobil
“Kemana Jang? Buru-buru nampaknya!”
“Mau service motor sekejap Pak. Pergi dulu ya! Assalamulaikum!”

“Walauikum salam!”
***
Itu kalimat yang sangat biasa yang kita ucapkan atau kita dengar dalam pembicaraan sehari-hari. Hingga kita tak sadar bahwa kata di dalamnya ada yang sangat melenceng maknanya.
Jika kita merujuk pada kamus maka kita akan menemukan bahwa kata service bermakna (pe)layanan, dinas, jasa, tugas. Lalu apa hubunganya dalam konteks kalimat diatas yang kelihatannya bermaksud untuk menyatakan bahwa saya (Ujang) ingin melakukan perawatan rutin atau perbaikan mesin motor/mobil ke bengkel motor/mobil.
Orang Amerika biasanya menggunakan istilah auto repair untuk mengatakan memperbaiki motor/mobil, auto treatment untuk mengatakan perawatan motor/mobil. Tapi tak pernah mereka menggunakan auto service dengan maksud yang sama seperti yang diucapkan oleh Ujang tadi, yakni perwatan motor/mobil. Seandainyapun mereka menyebutkan auto service maka sebenarnya mereka maksudkan adalah pelayanan yang menggunakan motor/mobil. Misalnya mengantar seseorang atau menjemput barang.
Nah Sahabat Populer, itulah 5 kata/istilah berbahasa Inggris yang sangat sering kita gunakan dalam percakapan sehari-hari, baik dalam bahasa lisan maupun tulisan.
Penulis sangat berharap pada masa yang akan datang seandainya kita masih akan tetap menggunakan kata/istilah-istilah di atas paling tidak Sahabat tahu bahwa kata/istilah tersebut sebenarnya salah. Tapi, jangan terlalu memaksakan kata/istilah yang benar! Sebab, belum tentu lawan bicara kita mengerti apa yang kita maksudkan. Janganlah Sahabat mengganti singkatan OTW menjadi OMW tanpa diberitahu terlebih dahulu kepada teman bicara Sahabat. Walaupun sebetulnya yang benar itu adalah OMW.
Terakhir, jika sahabat punya kata/istilah yang serupa dengan contoh diatas penulis sangat  berharap Sahabat berkenan menuliskan istilah/kata tersebut di kolom komentar. Mudah-mudahan pada masa yang akan datang bisa kita diskusikan bersama-sama. Wassalam!!

Randu Arbitra

Randu Arbitra

1 comment:

Pengunjung yang baik tidak akan meletakkan link hidup di kolom komentar!
Please dont put your link in comment box.

Powered by Blogger.