Monday, October 16, 2017

Model Pembelajaran Kurikulum K13 (Pengertian, Proses, Sintaks, dan Penjelasannya)

1 comment :

Kami yakin bahwa Bapak/Ibu guru semuanya sudah tahu istilah model pembelajaran yang diterapkan dalam  kurikulum tahun 2013 (K13). Secara garis besar model pembelajaran itu ada empat, yakni:

1. Model Pembelajaran Penyingkapan (penemuan dan pencarian)
2. Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL)
3. Model pembelajaran Project Based Learning (PjBL).
4. Model Production Based Training/Production Based Education (PBT/PBE)

Namun, ada hal yang menjadi masalah mengganjal, apakah semua kita, para guru ini, tahu apa yang dimaksud dengan keempat istilah di atas sehingga kita bisa menerapkannya di dalam kelas? Ingat, masing-masing model pembelajaran tersebut memiliki urutan langkah kerja (sintaks/syntax) yang berbeda.

Jika kita tidak memahami makna dari istilah model pembelajaran di atas bagaimana mungkin kita bisa memilih model pembelajaran yang tepat untuk kita terapkan. Dan, model pembelajaran ini harus kita tulis di dalam Rencana Program Pembelajaran (RPP), pada poin V; Model dan Metode Pembelajaran.


Namun, kami yakin bahwa sebenarnya Bapak/Ibu guru sudah pernah melaksanakan semua model pembelajaran yang dimaksud. Hanya saja, selama ini kita tidak tahu istilahnya. Sementara di RPP biasanya kita hanya menuliskan model pembelajaran yang diterapkan adalah ceramah, diskusi, tanya jawab; ceramah, diskusi, tanya jawab; selalu itu-itu saja. Padahal, pelaksanaannya di dalam kelas tidak seperti itu, sama sekali berbeda.

Baiklah Bapak/Ibu guru Sahabat Populer, agar kita tidak bingung lagi memilih model pembelajaran yang tepat, sekaligus kita tahu bagaimana melaksanakan model pembelajaran yang kita pilih tersebut, maka, mari kita lihat uraian tentang model pembelajan di atas lebih detail.

1. Model Pembelajaran Penyingkapan (Discovery Learning)

Model discovery learning adalah model pembelajaran untuk memahami konsep, arti, dan hubungan, melalui proses intuitif untuk sampai kepada suatu kesimpulan (Budiningsih, 2005:43).

Penyingkapan atau penemuan terjadi bila individu terlibat, terutama dalam penggunaan proses mentalnya untuk menemukan beberapa konsep dan prinsip.

Discovery dilakukan melalui observasi, klasifikasi, pengukuran, prediksi, penentuan, dan mengambil kesimpulan. Proses tersebut disebut cognitive process sedangkan discovery itu sendiri adalah the mental process of assimilating concepts and principles in the mind (Robert B. Sund dalam Malik, 2001:219).

A. Sintak model Discovery Learning
- Pemberian rangsangan (Stimulation);
- Pernyataan/Identifikasi masalah (Problem Statement);
- Pengumpulan data (Data Collection);
- Pembuktian (Data processing dan Verification), dan
- Menarik simpulan/generalisasi (Generalization).


B. Sintak model Penelitian/Penyelidikan (Inquiry Learning)
Model pembelajaran yang dirancang membawa peserta didik dalam proses penelitian melalui penyelidikan dan penjelasan dalam setting waktu yang singkat (Joice & Wells, 2003).

Model pembelajaran Inkuiri merupakan kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki sesuatu secara sistematis, kritis dan logis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri temuannya.

Sintak/tahap model inkuiri meliputi:
- Orientasi masalah;
- Pengumpulan data dan verifikasi;
- Pengumpulan data melalui eksperimen;
- Pengorganisasian dan formulasi eksplanasi, dan
- Analisis proses inkuiri.

2. Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL)

Merupakan pembelajaran yang menggunakan berbagai kemampuan berpikir dari peserta didik secara individu maupun kelompok serta lingkungan nyata untuk mengatasi permasalahan sehingga bermakna, relevan, dan kontekstual (Tan Onn Seng, 2000).

Problem Based Learning untuk pemecahan masalah yang komplek, problem-problem nyata dengan menggunakan pendekataan studi kasus. Peserta didik melakukan penelitian dan menetapan solusi untuk pemecahan masalah. (Bernie Trilling & Charles Fadel, 2009: 111).

Tujuan PBL adalah untuk meningkatkan kemampuan dalam menerapkan konsep-konsep pada permasalahan baru/nyata, pengintegrasian konsep High Order Thinking Skills (HOT’s), keinginan dalam belajar, mengarahkan belajar diri sendiri dan keterampilan (Norman and Schmidt).

A. Sintak model Problem Based Learning dari Bransford and Stein (dalam Jamie Kirkley, 2003:3) terdiri atas:
- Mengidentifikasi masalah;
- Menetapkan masalah melalui berpikir tentang masalah dan menyeleksi informasi-informasi yang relevan;
- Mengembangkan solusi melalui pengidentifikasian alternatif-alternatif, tukar-pikiran dan mengecek perbedaan pandang;
- Melakukan tindakan strategis, dan
- Melihat ulang dan mengevaluasi pengaruh-pengaruh dari solusi yang dilakukan.


B. Sintak model Problem Solving Learning Jenis Trouble Shooting (David H. Jonassen, 2011:93) terdiri atas:
- Merumuskan uraian masalah;
- Mengembangkan kemungkinan penyebab;
- Mengetes penyebab atau proses diagnosis, dan
- Mengevaluasi.

3. Model pembelajaran Project Based Learning (PjBL).

Model pembelajaran PjBL merupakan pembelajaran dengan menggunakan proyek nyata dalam kehidupan yang didasarkan pada motivasi tinggi, pertanyaan menantang, tugas-tugas, atau permasalahan untuk membentuk penguasaan kompetensi yang dilakukan secara kerja sama dalam upaya memecahkan masalah (Barel, 2000 and Baron 2011).

Tujuan Project Based Learning  adalah meningkatkan motivasi belajar, team work, keterampilan kolaborasi dalam pencapaian kemampuan akademik level tinggi/ taksonomi tingkat kreativitas yang dibutuhkan pada abad 21 (Cole & Wasburn Moses, 2010).

Penerapan model Project Based Learning dapat dilakukan pada satu pasang KD dan atau beberapa KD dari unit kompetensi di tingkat atau jenjang yang tinggi.

Sintak/tahapan model pembelajaran Project Based Learning, meliputi:
- Penentuan pertanyaan mendasar (Start with the Essential Question);
- Mendesain perencanaan proyek;
- Menyusun jadwal (Create a Schedule);
- Memonitor peserta didik dan kemajuan proyek (Monitor the Students and the Progress of the Project);
- Menguji hasil (Assess the Outcome), dan
- Mengevaluasi pengalaman (Evaluate the Experience).

4. Model Production Based Training/Production Based Education (PBT/PBE)

Selain tiga model pembelajaran di atas, khusus untuk SMK ada model Production Based Training/Production Based Education (PBT/PBE) untuk mendukung pengembangan Teaching Factory pada mata pelajaran pengembangan produk kreatif.

Model Pembelajaran Production Based Training merupakan proses pendidikan dan pelatihan yang menyatu pada proses produksi, dimana peserta didik diberikan pengalaman belajar pada situasi yang kontekstual mengikuti aliran kerja industri mulai dari perencanaan berdasarkan pesanan, pelaksanaan dan evaluasi produk/kendali mutu produk, hingga langkah pelayanan pasca produksi.

Tujuan penggunaan model pembelajaran PBT adalah untuk menyiapkan peserta didik agar memiliki kompetensi kerja yang berkaitan dengan kompetensi teknis serta kemampuan kerjasama sesuai tuntutan organisasi kerja.


Sintaks/tahapan model pembelajaran Production Based Trainning meliputi:
- Merencanakan produk;
- Melaksanakan proses produksi;
- Mengevaluasi produk (melakukan kendali mutu), dan
- Mengembangkan rencana pemasaran.
(G. Y. Jenkins, Hospitality 2005).

Saturday, October 14, 2017

Pronomina (Definisi, Jenis, dan Contohnya)

No comments :

Defenisi Pronomina
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia

Pronomina adalah kata yang dipakai untuk mengganti orang atau benda; kata ganti seperti aku, engkau, dia;
Pronomina persona adalah pronomina yang menunjukkan kategori persona seperti saya, ia, mereka;

Menurut Wikipedia
Pronomina atau kata ganti adalah jenis kata yang menggantikan nomina atau frasa nomina. Contohnya adalah saya, kapan, -nya, ini.

Macam-Macam Pronomina
Pronomina dibedakan menjadi 4 macam, yaitu:

1. Pronomina Persona (kata ganti diri)
Kata ganti diri adalah pronomina yang menggantikan nomina orang atau yang diorangkan, baik berupa nama diri atau bukan nama diri. Kata ganti biasa dibedakan atas:
- Kata ganti diri orang pertama tunggal yaitu saya dan aku, orang pertama jamak yaitu, kami dan kita.
- Kata ganti dari orang kedua tunggal yaitu, kamu dan engkau, orang kedua jamak, yaitu kalian dan kamu sekalian.
- Kata ganti diri orang ketiga tunggal yaitu, ia, dia, dan nya.


Contoh:
"Otak kalian begitu pintar hingga saya kehabisan bahan untuk diajarakan."
"Meskipun sedih tapi tetap dia selalu menampakkan wajah ceria."

2. Pronomina Demonstratifa (kata ganti penunjuk)
Kata ganti penunjuk atau pronomina demonstratifa adalah kata ini dan itu yang digunakan untuk menggantikan nomina (frase nominal atau lainnya) sekaligus dengan penunjukkan. Kata ganti penunjuk ini digunakan untuk menunjuk sesuatu yang dekat dari pembicara, sedangkan kata ganti penunjuk itu digunakan untuk menunjuk sesuatu yang jauh dari pembicara.
Contoh:
"Ini adalah pena yang saya cari selama ini."
"Itu bukanlah burung yang kita lihat semalam."

3. Pronomina Introgatifa (kata ganti tanya)
Kata ganti tanya atau pronomina introgatifa adalah kata yang digunakan untuk bertanya atau menanyakan sesuatu nomina atau (sesuatu yang dianggap konstruksi nomina). Dalam bahasa Indonesia kita kita mengenal kata ganti tanya misalnya apa, siapa, mengapa, dimana, kapan, dan bagaimana.
Contoh:
"Apa yang akan Bapak ajarkan hari ini, Pak?"
"Siapa yang bisa menjawab pertanyaan ini?"

4. Pronomina tak tentu
Pronomina tak tentu atau kata ganti tak tentu adalah kata-kata yang digunakan untuk mengggantikan nomina yang tidak tentu. Kata yang termasuk kata ganti tak tentu misalnya seseorang, salah seorang, siapa saja, setiap orang, masing-masing, suatu, sesuatu, salah satu, beberapa, dan sewaktu-waktu.


Contoh:
"Pasti ada salah seorang dari kalian yang akan jadi orang besar suatu hari nanti. Saya yakin!"
"Tulis di buku masing-masing beberapa kata yang meragukan bagi kalian hari ini!"

Banggalah berbahasa Indonesia! Bahasa Indonesia pemersatu Bangsa!

Morfem, Morfem Bebas, dan Morfem Terikat (Pengertian dan Contohnya)

No comments :
Ilustrasi: diam lebih banyak menyampaikan pesan daripada 1000 morfem yang diucap.
Pengertian menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
- Morfem adalah satuan bentuk bahasa terkecil yang mempunyai makna secara relatif stabil dan tidak dapat dibagi atas bagian bermakna yang lebih kecil, misalnya masjid, ke, memandikan;
- Morfem bebas adalah morfem yang secara potensial dapat berdiri sendiri dalam suatu bangun kalimat, misalnya saya, duduk, kursi;
- Morfem terikat adalah morfem yang tidak mempunyai potensi untuk berdiri sendiri dan yang se-lalu terikat dengan morfem lain untuk membentuk ujaran, misalnya juang, henti, gaul, baur, bugar, renta, kerontang, ber-, meng-, -kan;

Contoh morfem, morfem bebas, dan morfem terikat
Biasanya dalam ilmu bahasa morfem diapit dengan kurung kurawal {-}

Baca juga artikel terkait lain:

1. Contoh Morfem
Kami ingatkan lagi bahwa morfem adalah satuan bentuk bahasa terkecil yang mempunyai makna secara relatif stabil dan tidak dapat dibagi atas bagian bermakna yang lebih kecil, misalnya masjid, ke, memandikan;
- Saya pergi ke masjid.
{masjid} terdiri dari satu morfem
- Saya adalah anak kedua.
{ke}+{dua} terdiri dari 2 morfem
- Saya pergi ke masjid.
{ke}+{masjid} juga terdiri dari 2 morfem. Tapi makna {ke} pada contoh poin dua  tidak sama dengan makna {ke} pada contoh ini. Di atas menyatakan perurutan sedangkan {ke} di sini menyatakan tujuan.
- Ibu memandikan Andi.
{me}+{mandi}+{kan} terdiri dari 3 morfem

2. Contoh Morfem Bebas
Kami ingatkan lagi bahwa morfem bebas adalah morfem yang secara potensial dapat berdiri sendiri dalam suatu bangun kalimat. misalnya saya, duduk, kursi;
- Saya belum makan
{saya} adalah morfem bebas yang terdiri dari 1 morfem
- dia belum duduk sejak datang
{duduk) adalah morfem bebas yang terdiri dari 1 morfem
- Kursi ini dari kayu jati
{kursi} adalah morfem bebas yang terdiri dari 1 morfem

3. Contoh Morfem Terikat
Kami ingatkan lagi bahwa morfem terikat adalah morfem yang tidak mempunyai potensi untuk berdiri sendiri dan yang se-lalu terikat dengan morfem lain untuk membentuk ujaran, misalnya juang, henti, gaul, baur, bugar, renta, kerontang, ber-, meng-, -kan;
- Perjuangkan harkat dan martabatmu
{juang} adalah morfem terikat yang tak bisa berdiri sendiri. Di sini terikat dengan morfem {per}+{kan}


- Kapan semua kebisingan ini berhenti.
{henti} adalah morfem terikat yang tak bisa berdiri sendiri. Di sini terikat dengan morfem {ber-}
- Saya selalu berpakaian rapi saat bekerja 
{ber} adalah morfem terikat yang tak bisa berdiri sendiri. Di sini terikat dengan morfem {pakai}+{an}

Jenis-Jenis Mesin Pengganda Dokumen

No comments :
Ilustrasi seorang karyawan sedang memfotocopy

Pengertian Mesin Pengganda

Mesin pengganda dokumen merupakan mesin yang digunakan untuk membuat, memperbanyak atau menggandakan suatu dokumen sesuai dengan jumlah kebutuhan.

Adapun dokumen yang diperbanyak tersebuat ialah dokumen-dokumen yang berupa naskah, tulisan, surat undangan, gambar, foto dan dokumen dokumen lainnya.

Jenis-Jenis Mesin Pengganda

A. Mesin Fotocopy
Fotocopy merupakan mesin pengganda yang paling banyak digunakan saat ini. Mesin ini berfungsi untuk menyalin kembali suatu dokumen asli yang akan diperbanyak dengan bantuan cahaya, panas, bahan kimia (tinta), dan muatan listrik statis yang menghasilkan salinan baru.

Mesin fotocopy mampu menyalin hingga 25 lembar permenit, tergantung tipe.

B. Mesin Stensil/Duplikator

Mesin stensil merupakan mesin pengganda yang umum digunakan di kantor-kantor karena biaya operasionalnya murah. Mesin stensil merupakan mesin penghasil dokumen berbentuk lembaran-lembaran dalam jumlah banyak. Pengoperasiannya menggunakan kertas kertas master yg disebut stensil sheet.


1. Mesin Stensil Manual  
Mesin stensil manual merupakan mesin yang terdiri dari komponen-komponen yang bersifat mekanis, dan dioperasikan dengan tenaga manusia.
2. Mesin Stensil Listrik
Mesin stensil listrik merupakan mesin yang terdiri dari komponen/mesin yang bersifat statis namun dioperasikan dengan listrik. Mesin ini mampu menghasilkan salinan yang lebih baik daripada mesin setnsil manual.
3. Mesin Stensil Elektronik
Mesin stensil elektronik merupakan mesin yang terdiri dari komponen mekanis dan digerakkan oleh listrik serta dilengkapi panel board otomatis sehingga penggunaanya jauh lebih mudah dengan hasil yang lebih halus.

C. Scanner
Scanner merupakan mesin pengganda dokumen, gambar, dan foto. Mesin ini mampu menghasilkan salinan hampir sama seperti aslinya. Penggunaan scanner biasanya didukung dengan penggunaan komputer.

D. Printer
Printer merupakan mesin pengganda dokumen, gambar dan foto yang banyak digunakan saat ini karena hasilnya yang baik dan penggunaanya yang mudah.
Printer umunya saat ini digunakan bersamaan dengan komputer/laptop sebagai pemberi perintah dan sumber file/dokumen yang akan dihasilkan.

E. Mesin Risograph
 
Mesin risograph atau yang dikenal dengan nama mesin Riso, merupakan mesin untuk mencetak dan menyalin dokumen dengan kecepatan tinggi, karena mesin ini dapat mencetak/menyalin hingga 120 lembar permenit, jauh lebih cepat daripada mesin fotocopy dan scanner.

Mesin Riso pada umumnya terdapat pada bisnis percetakan karena biayanya jauh lebih murah dibanding mesin cetak/pengganda lainnya.
Mesin ini bekerja dengan menyalin dokumen asli yang kemudian di-scan. Selanjutnya mesin Riso akan menghasilkan salinan baru.

F. Mesin Offset
 
Mesin offset merupakan mesin cetak yang umunya digunakan pada industri percetakan dan penerbitan, seperti koran, buku, majalah, dan lain-lain.

Mesin ini memilki bobot yang berat serta ukurannya cukup besar, karena memang digunakan untuk memproduksi cetakan dalam jumlah banyak. Namun ada juga yang berukuran relatif kecil. Umumnya mesin offset terdiri dari 3 jenis yaitu: mesin offset digital, mesin offset printing, mesin offset ukuran mini.

G. Komputer/Laptop
Penggunaan komputer sebagai mesin pengganda biasanya dilengkapi dengan printer dan scanner untuk menghasilkan dokumen dalam bentuk naskah hardcopy.

H. Faximile/Fax
 
Faximile biasanya digunakan sebagai alat komunikasi, tapi juga dapat digunakan untuk meng-copy dan menggandakan dokumen.


Berkirim dokumen dan menerima dokumen dengan fax juga dapat dikategorikan dalam kegiatan penggandaan dokumen.

Mesin fax pada umumnya menggunakan jaringan telepon. Cara menggunakannya ialah dengan memasukkan terlebih dahulu dokumen yang akan dikirim ke dalam mesin fax, kemudian menekan nomor telepon tujuan. Dan beberapa saat kemudian dokumen akan disalin pada mesin fax sipenerima si penerima.

Friday, October 13, 2017

Penyusutan Arsip (Pengertian, Tujuan, dan Cara)

No comments :

Setiap hari arsip selalu saja bertambah, karena dalam setiap kegiatan akan tercipta arsip baru. Jadi, dapat dibayangkan tumpukan arsip yang kian hari kian bertambah tinggi. Hal ini tentu membutuhkan ruangan, peralatan, juga tenaga arsiparis yang lebih banyak dalam pengelolaannya. Itu berartu biaya yang dikeluarkan juga akan bertambah besar. Di sisi lain, semakin banyak arsip semakin sulit pula berkas yang diperlukan akan ditemuakan.

Dengan kegiatan penyusutan, maka kegiatan penyimpanan dan penemuan kembali akan menjadi lebih efektif. Perawatan dan pemeliharaannya dan pengawasannya juga akan lebih mudah. Sehingga arsip-arsip yang disimpan dapat lebih terjamin keamanannya, tidak rusak dan tidak hilang. Terutama terhadap arsip-arsip penting yang menjadi bahan pertanggungjawaban.

Pengertian Penyusutan Arsip

Penyusutan arsip adalah tindakan mengurangi jumlah arsip. Biasanya dilakukan dengan 3 cara:
1. Pemindahan
2. Pemusnahan
3. Penyerahan

Baca juga artikel terkait lain:

Tujuan Penyusutan Arsip

Sesuai dengan maknanya untuk mengurangi jumlah arsip maka tujuan penyusutan arsip adalah:
1. Untuk penghematan dan efisiensi
2. Pendayagunaan arsip dinamis
3. Memudahkan pengawasan
4. Memudahkan pemeliharaan terhadap arsip yang masih diperlukan
5. Penyelamatan bahan bukti kegiatan organisasi

Cara Penyusutan Arsip

1. Memindahkan
- Mengurangi jumlah arsip yang ada di central file (Pusat Arsip Aktif) dengan cara memindahkan arsip-arsip yang sudah jarang digunakan.
- Pemindahan disertai daftar arsip yang dipindahkan.
- Pemindahan disertai Berita Acara pemindahan.
- Berita Acara ditandatangani oleh pejabat.

2. Memusnahkan
- Mengurangi jumlah arsip dengan cara memusnahkan arsip-arsip yang tidak bernilai guna/sudah melampui Jadwal Retensi Arsip.
- Pemusnahan arsip disertai daftar arsip yang dimusnahkan.
- Pemusnahan arsip dibuatkan Berita Acara pemusnahan.
- Pemusnahan arsip disaksikan oleh pejabat bidang hukum dan/atau bidang pengawasan.
- Pemusnahan arsip dilakukan secara total baik fisik maupun informasinya.
- Pemusnahan bisa dilakukan dengan cara: dicacah, dibakar, atau diberi zat kimia hingga hancur. 

Baca juga artikel terkait lain:

3. Menyerahkan Arsip ke Lembaga yang Berwewenang
- Mengurangi jumlah arsip dengan cara menyerahkan arsip yang sudah tidak digunakan secara langsung oleh organisasi ke lembaga yang berwewenang mengelola arsip statis/permanen/abadi.
- Penyerahan arsip disertai daftar arsip yang diserahkan.
- Penyerahan arsip dibuatkan Berita Acara penyerahan.

Bentuk Bentuk Organisasi

No comments :
Ilustrasi Bentuk-bentuk Organisasi
Seiring makin berkembangnya zaman maka bentuk organisasi juga ikut berkembang. Bentuk organisasi yang dulu sangat sederhana, seperti bentuk organisa garis/lini (line organization), sekarang menjadi begitu kompleks dan rumit. Hal ini dikarenakan bentuk perusahaan yang juga ikut berkembang hingga mencapai taraf internasional sehingga dibutuhkan sbuah manajemen yang kompleks, yang bisa mengatur semua hal yang bernaung di bawahnya. 

Pada tulisan kali ini kita akan membahas 5 bentuk organisasi yang paling umum. Ke lima bentuk organisasi tersebut adalah: Bentuk Organisasi Garis/Lini, Bentuk Organisasi Lini dan Staf, Bentuk Organisasi Fungsional, Organisasi Lini dan Fungsional, dan Bentuk Organisasi Komite.

Jika Anda terlalu malas untuk membaca tulisan ini karena terlalu panjang hingga ke bawah, Anda bisa mengklik link berikut ini. Jadi Anda bisa membaca dengan santai dan lebih detail satu persatu bentuk organisasi yang ingin Anda ketahui.

1. Bentuk Organisasi Garis/Lini (Line Organization)
2. Bentuk Organisasi Lini dan Staf (Line and Staff Organization)
3. Bentuk Organisasi Fungsional (Functional Organization)
4. Organisasi Lini dan Fungsional (Line and Functional Organization)
5. Bentuk Organisasi Komite (Committee Organizattion)


Baiklah Sahabat Populer, mari kita bahas kelima bentuk organisasi di atas satu persatu, dimulai dari bentuk organisasi yang paling sederhana yankni bentuk organisa garis/lini (line organisasi)

1. Bentuk Organisasi Garis/Lini (Line Organization)

Contoh Struktur Organisasi Garis/Lini (Line Organization)
Bentuk organisasi garis/lini diciptakan oleh Henry Fayol, Bentuk organisasi ini adalah suatu bentuk organisasi yang menghubungkan langsung secara vertical antara atasan dengan bawahan. Mulai dari pimpinan tertinggi sampai jabatan-jabatan terendah. Antara eselon satu dengan eselon yang lain masing-masing dihubungkan dengan garis wewenang atau komando. Organisasi ini sering disebut dengan organisasi militer. Organisasi Lini hanya tepat dipakai dalam organisasi kecil. Contohnya: bengkel, counter celuler, rumah makan, atau toko roti.

Ciri-ciri:
1. Hubungan antara atasan dan bawahan masih bersifat langsung dengan satu garis wewenang.
2. Jumlah karyawan sedikit.
3. Pemilik modal merupakan pemimpin tertinggi.
4. Belum terdapat spesialisasi.
5. Masing-masing kepala unit mempunyai wewenang & tanggung jawab penuh atas segala bidang pekerjaan.
6. Struktur organisasi sederhana dan stabil.
7. Organisasi tipe garis biasanya organisasi kecil.
8. Kedisiplin mudah dipelihara (dipertahankan).


Keuntungan-keuntungan bentuk organisasi garis/lini:

1. Ada kesatuan komando yang terjamin dengan baik.
2. Disiplin pegawai tinggi dan mudah dipelihara (dipertahankan).
3. Koordinasi lebih mudah dilaksanakan.
4. Proses pengambilan keputusan dan instruksi-instruksi dapat berjalan cepat.
5. Garis kepemimpinan tegas, tidak simpang siur, karena pimpinan langsung berhubungan dengan bawahannya sehingga semua perintah dapat dimengerti dan dilaksanakan.
6. Rasa solidaritas pegawai biasanya tinggi.
7. Pengendalian mudah dilaksanakan dengan cepat.
8. Tersedianya kesempatan baik untuk latihan bagi pengembangan bakat-bakat pimpinan.
9. Adanya penghematan biaya.
10. Pengawasan berjalan efektif.

Kelemahan-kelemahan bentuk organisasi garis/lini:

1. Tujuan dan keinginan pribadi pimpinan seringkali sulit dibedakan dengan tujuan organisasi.
2. Pembebanan yang berat dari pejabat pimpinan , karena dipegang sendiri.
3. Adanya kecenderungan pimpinan bertindak secara otoriter/diktaktor, cenderung bersikap kaku (tidak fleksibel).
4. Kesempatan pegawai untuk berkembang agak terbatas karena sukar untuk mengabil inisiatif sendiri.
5. Organisasi terlalu bergantung kepada satu orang, yaitu pimpinan.
6. Staf ahli kurang tersedia.

2. Bentuk Organisasi Lini dan Staf (Line and Staff Organization)
Contoh Struktur Bentuk Organisasi Lini dan Staf (Line and Staff Organization)

Merupakan kombinasi dari organisasi lini, asaz komando dipertahankan tetapi dalam kelancaran tugas pemimpin dibantu oleh para staff, dimana staff berperan memberi masukan, bantuan pikiranm saran-saran, data informasi yang dibutuhkan:

Ciri-ciri:

1. Hubungan atasan dan bawahan tidak bersifat langsung.
2. Pucuk pimpinan hanya satu orang dibantu staff.
3. Terdapat 2 kelompok wewenang yaitu lini dan staff.
4. Jumlah karyawan banyak.
5. Organisasi besar, bersifat komplek.
6. Adanya spesialisasi.


Keuntungan penggunaan bentuk organisasi garis dan staf:

1. Asas kesatuan komando tetap ada. Pimpinan tetap dalam satu tangan.
2. Adanya tugas yang jelas antara pimpian staf dan pelaksana.
3. Tipe organisasi garis dan staf fleksibel (luwes) karena dapat ditempatkan pada organisasi besar maupun kecil.
4. Pengembalian keputusan relatif mudah, karena mendapat bantuan/sumbangn pemikiran dari staf.
5. Koordinasi mudah dilakukan, karena ada pembagian tugas yang jelas.
6. Disiplin dan moral pegawai biasanya tinggi, karena tugas sesuai dengan spesialisasinya.
7. Bakat pegawai dapat berkembang sesuai dengan spesialisasinya.
8. Diperoleh manfaat yang besar bagi para ahli.

Kelemahan-kelemahan dari bentuk Organisasi garis dan staf:

1. Kelompok pelaksana terkadang bingung untuk membedakan perintah dan bantuan nasihat.
2. Solidaritas pegawai kurang, karena adanya pegawai yang tidak saling mengenal.
3. Sering terjadi persaingan tidak sehat, karena masing-masing menganggap tugas yang dilaksanakannyalah yang penting.
4. Pimpinan lini mengabaikan advis staf.
5. Apabila tugas dan tanggung jawab dalam berbagai kerja antara pelajat garis dan staf tidak tegas, maka akan menimbulkan kekacauan dalam menjalankan wewenang.
6. Penggunaan staf ahli bisa menambah pembebanan biaya yang besar.
7. Kemungkinan pimpinan staf melampaui kewenangan stafnya sehingga menimbulkan ketidaksenangan pegawai lini.
8. Kemungkinan akan terdapat perbedaan interpretasi antara orang lini dan staf dalam kebijakan dan tugas-tugas yang diberikan sehingga menimbulkan permasalahan menjadi kompleks.


3. Bentuk Organisasi Fungsional (Functional Organization)
Contoh Struktur Bentuk Organisasi Fungsional (Functional Organization)

Diciptakan oleh Frederick W. Taylor, Organisasi ini disusun berdasarkan sifat dan macam pekerjaan yang harus dilakukan, masalah pembagian kerja merupakan masalah yang menjadi perhatian yang sungguh-sungguh.

Ciri-ciri:

1. Pembidangan tugas secara tegas dan jelas dapat dibedakan.
2. Bawahan akan menerima perintah dari beberapa atasan.
3. Pekerjaan lebih banyak bersifat teknis.
4. Target-target jelas dan pasti.
5. Pengawasan ketat.
6. Penempatan jabatan berdasarkan spesialisasi.

Keuntungan-keuntungan organisasdi fungsional:

1. Spesialisasi dapat dilakukan secara optimal.
2. Para pegawai bekerja sesuai ketrampilannya masing-masing.
3. Produktivitas dan efisiensi dapat ditingkatkan.
4. Koordinasi menyeluruh bisa dilaksanakan pada eselon atas, sehingga berjalan lancar dan tertib.
5. Solidaritas, loyalitas, dan disiplin karyawan yang menjalankan fungsi yang sama biasanya cukup tinggi.
6. Bidangan tugas menjadi jelas.

Kelemahan-kelemahan organisasi fungsional:

1. Pekerjaan seringkali sangat membosankan.
2. Sulit mengadakan perpindahan karyawan/pegawai dari satu bagian ke bagian lain karena pegawai hanya memperhatikan bidang spesialisasi sendiri saja.
3. Sering ada pegawai yang mementingkan bidangnya sendiri, sehingga koordinasi menyeluruh sulit dan sukar dilakukan.

4. Organisasi Lini dan Fungsional (Line and Functional Organization)
Contoh Struktur Organisasi Lini dan Fungsional (Line and Functional Organization)
Organisasi Lini dan Fungsional adalah bentuk organisasi dimana wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada kepala-kepala unit di bawahnya dalam bidang pekerjaan tertentu dan selanjutnya pimpinan tertinggi tadi masih melimpahkan wewenang kepada pejabat fungsional yang melaksanakan bidang pekerjaan operasional dan hasil tugasnya diserahkan kepada kepala unit terdahulu tanpa memandang eselon atau tingkatan.


Ciri-ciri:

1. Tidak tampak adanya perbedaan tugas-tugas pokok dan tugas-tugas yang bersifat bantuan.
2. Terdapat spesialisasi yang maksimal.
3. Tidak ditonjolkan perbedaan tingkatan dalam pemabagian kerja.

Kebaikan-kebaikan organisasi Lini dan fungsional:

1. Solodaritas tinggi.
2. Disiplin tinggi.
3. Produktifitas tinggi karena spesialisasi dilaksanakan maksimal.
4. Pekerjaan–pekerjaan yang tidak rutin atau teknis tidak dikerjakan.

Kelemahan adalah organisasi Lini dan fungsional:

1. Kurang fleksibel dan tour of duty.
2. Pejabat fungsional akan mengalami kebingungan karena dikoordinasikan oleh lebih dari satu orang.
3. Spesiaisasi memberikan kejenuhan.

5. Bentuk Organisasi Komite (Committee Organizattion)
Contoh Struktur Bentuk Organisasi Komite (Committee Organizattion)
Organisasi Komite adalah suatu organisasi dimana tugas kepemimpinan dan tugas tertentu lainnya dilaksakan secara kolektif.

Organisasi komite terdiri dari:

1. Executive Committee, yaitu para anggotanya mempunyai wewenang lini.
2. Staff Committee, yaitu orang – orang yang hanya mempunyai wewenang staf.

Ciri-ciri :

1. Adanya dewan dimana anggota bertindak secara kolektif.
2. Adanya hak, wewenang dan tanggung jawab sama dari masing-masing anggota dewan.
3. Asas musyawarah sangat ditonjolkan.
4. Organisasinya besar & Struktur tidak sederhana.
5. Biasannya bergerak dibidang perbankan, asuransi, niaga.

Keuntungan Organisasi Komite:

1. Pelaksanaan decision making berlangsung baik karena terjadi musyawarah dengan pemegang saham maupun dewan.
2. Kepemimpinan yang bersifat otokratis yang sangat kecil.
3. Dengan adanya tour of duty maka pengembangan karier terjamin.


Kelemahan Organisasi Komite:

1. Proses decision making sangat lambat.
2. Biaya operasional rutin sangat tinggi.
3. Kalau ada masalah sering kali terjadi penghindaran siapa yang bertanggung jawab.

Bentuk Organisasi Komite (Committee Organizattion)

No comments :

Contoh Struktur Organisasi Komite (Committee Organization)
Organisasi Komite adalah suatu organisasi dimana tugas kepemimpinan dan tugas tertentu lainnya dilaksakan secara kolektif. 

Ini adalah salah satu bentuk organisasi dari 5 bentuk organisasi yang kami bahas. Untuk mengetahui 4 bentuk organisasi lain silakan klik link berikut ini:

1. Bentuk Organisasi Garis/Lini (Line Organization)
2. Bentuk Organisasi Garis/Lini dan Staf (Line and Staff Organization)
3. Bentuk Organisasi Fungsional (Functional Organization)
4. Organisasi Lini dan Fungsional (Line and Functional Organization)


Organisasi komite terdiri dari :

1. Executive Committee, yaitu para anggotanya mempunyai wewenang lini
2. Staff Committee, yaitu orang – orang yang hanya mempunyai wewenang staf

Ciri-ciri :

1. Adanya dewan dimana anggota bertindak secara kolektif.
2. Adanya hak, wewenang dan tanggung jawab sama dari masing-masing anggota dewan.
3. Asas musyawarah sangat ditonjolkan.
4. Organisasinya besar & Struktur tidak sederhana.
5. Biasannya bergerak dibidang perbankan, asuransi, niaga.

Keuntungan Organisasi Komite:

1. Pelaksanaan decision making berlangsung baik karena terjadi musyawarah dengan pemegang saham maupun dewan.
2. Kepemimpinan yang bersifat otokratis yang sangat kecil.
3. Dengan adanya tour of duty maka pengembangan karier terjamin.

Kelemahan Organisasi Komite:


1. Proses decision making sangat lambat.
2. Biaya operasional rutin sangat tinggi.
3. Kalau ada masalah sering kali terjadi penghindaran siapa yang bertanggung jawab.

Kembali ke pembahasan utama Bentuk-Bentuk Organisasi

Bentuk Organisasi Garis/Lini dan Fungsional (Line and Functional Organization)

No comments :
Contoh Struktur Organisasi Garis/Lini dan Fungsional (Line and Functional Organization)

Organisasi Lini dan Fungsional adalah bentuk organisasi dimana wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada kepala-kepala unit di bawahnya dalam bidang pekerjaan tertentu dan selanjutnya pimpinan tertinggi tadi masih melimpahkan wewenang kepada pejabat fungsional yang melaksanakan bidang pekerjaan operasional dan hasil tugasnya diserahkan kepada kepala unit terdahulu tanpa memandang eselon atau tingkatan.

Bnetuk Organisasi Lini dan Fungsional adalah salah satu bentuk organisasi dari 5 bentuk organisasi yang kami bahas. Untuk mengetahui 4 bentuk organisasi lain silakan klik link berikut ini:

1. Bentuk Organisasi Garis/Lini (Line Organization)
2. Bentuk Organisasi Lini dan Staf (Line and Staff Organization)
3. Bentuk Organisasi Fungsional (Functional Organization)
4. Bentuk Organisasi Komite (Committee Organizattion)


Ciri-ciri:

1. Tidak tampak adanya perbedaan tugas-tugas pokok dan tugas-tugas yang bersifat bantuan.
2. Terdapat spesialisasi yang maksimal.
3. Tidak ditonjolkan perbedaan tingkatan dalam pemabagian kerja.

Keuntungan organisasi Lini dan Fungsional:

1. Solodaritas tinggi.
2. Disiplin tinggi.
3. Produktifitas tinggi karena spesialisasi dilaksanakan maksimal.
4. Pekerjaan–pekerjaan yang tidak rutin atau teknis tidak dikerjakan.

Kelemahan Organisasi Lini dan Fungsional:

1. Kurang fleksibel dan tour of duty.
2. Pejabat fungsional akan mengalami kebingungan karena dikoordinasikan oleh lebih dari satu orang.
3. Spesiaisasi memberikan kejenuhan.
 Kembali ke pembahasan utama Bentuk-Bentuk Organisasi

Bentuk Organisasi Garis/Lini dan Staf (Line and Staff Organization)

No comments :

Contoh Struktur Organisasi Lini dan Staf (Line and Staff Organization)
Merupakan kombinasi dari organisasi lini, asaz komando dipertahankan tetapi dalam kelancaran tugas pemimpin dibantu oleh para staff, dimana staff berperan memberi masukan, bantuan pikiranm saran-saran, data informasi yang dibutuhkan.

Bentuk Organisasi Lini dan Staf (Line and Staff Organization) adalah salah satu bentuk organisasi dari 5 bentuk organisasi yang kami bahas. Untuk mengetahui 4 bentuk organisasi lain silakan klik link berikut ini:

1. Bentuk Organisasi Garis/Lini (Line Organization)
2. Bentuk Organisasi Fungsional (Functional Organization)
3. Organisasi Lini dan Fungsional (Line and Functional Organization)
4. Bentuk Organisasi Komite (Committee Organizattion)


Ciri-ciri:

1. Hubungan atasan dan bawahan tidak bersifat langsung
2. Pucuk pimpinan hanya satu orang dibantu staff
3. Terdapat 2 kelompok wewenang yaitu lini dan staff
4. Jumlah karyawan banyak
5. Organisasi besar, bersifat komplek
6. Adanya spesialisasi

Keuntungan organisasi garis/lini dan staf:

1. Asas kesatuan komando tetap ada. Pimpinan tetap dalam satu tangan.
2. Adanya tugas yang jelas antara pimpian staf dan pelaksana.
3. Tipe organisasi garis dan staf fleksibel (luwes) karena dapat ditempatkan pada organisasi besar maupun kecil.
4. Pengembalian keputusan relatif mudah, karena mendapat bantuan/sumbangn pemikiran dari staf.
5. Koordinasi mudah dilakukan, karena ada pembagian tugas yang jelas.
6. Disiplin dan moral pegawai biasanya tinggi, karena tugas sesuai dengan spesialisasinya.
7. Bakat pegawai dapat berkembang sesuai dengan spesialisasinya.
8. Diperoleh manfaat yang besar bagi para ahli.

Kelemahan organisasi garis/lini dan staf:

1. Kelompok pelaksana terkadang bingung untuk membedakan perintah dan bantuan nasihat.
2. Solidaritas pegawai kurang, karena adanya pegawai yang tidak saling mengenal.
3. Sering terjadi persaingan tidak sehat, karena masing-masing menganggap tugas yang dilaksanakannyalah yang penting.
4. Pimpinan lini mengabaikan advis staf.
5. Apabila tugas dan tanggung jawab dalam berbagai kerja antara pelajat garis dan staf tidak tegas, maka akan menimbulkan kekacauan dalam menjalankan wewenang.
6. Penggunaan staf ahli bisa menambah pembebanan biaya yang besar.
7. Kemungkinan pimpinan staf melampaui kewenangan stafnya sehingga menimbulkan ketidaksenangan pegawai lini.
8. Kemungkinan akan terdapat perbedaan interpretasi antara orang lini dan staf dalam kebijakan dan tugas-tugas yang diberikan sehingga menimbulkan permasalahan menjadi kompleks.
Kembali ke pembahasan utama Bentuk-Bentuk Organisasi

Bentuk Organisasi Garis/Lini (Line Organization)

No comments :
Bentuk Organisasi Garis/Lini (Line Organization)
Bentuk Organisasi Garis/Lini (Line Organization) diciptakan oleh Henry Fayol, Bentuk organisasi ini adalah suatu bentuk organisasi yang menghubungkan langsung secara vertical antara atasan dengan bawahan. Mulai dari pimpinan tertinggi sampai jabatan-jabatan terendah. Antara eselon satu dengan eselon yang lain masing-masing dihubungkan dengan garis wewenang atau komando. Organisasi ini sering disebut dengan organisasi militer. Organisasi Lini hanya tepat dipakai dalam organisasi kecil. Contohnya: bengkel, counter celuler, rumah makan, atau toko roti.

Bentuk Organisasi Garis/Lini (Line Organization) adalah salah satu bentuk organisasi dari 5 bentuk organisasi yang kami bahas. Untuk mengetahui 4 bentuk organisasi lain silakan klik link berikut ini:

1. Bentuk Organisasi Lini dan Staf (Line and Staff Organization)
2. Bentuk Organisasi Fungsional (Functional Organization)
3. Organisasi Lini dan Fungsional (Line and Functional Organization)
4. Bentuk Organisasi Komite (Committee Organizattion)


Ciri-ciri:

1. Hubungan antara atasan dan bawahan masih bersifat langsung dengan satu garis wewenang.
2. Jumlah karyawan sedikit.
3. Pemilik modal merupakan pemimpin tertinggi.
4. Belum terdapat spesialisasi.
5. Masing-masing kepala unit mempunyai wewenang & tanggung jawab penuh atas segala bidang pekerjaan.
6. Struktur organisasi sederhana dan stabil.
7. Organisasi tipe garis biasanya organisasi kecil.
8. Kedisiplin mudah dipelihara (dipertahankan).

Keuntungan bentuk organisasi garis/lini:

1. Ada kesatuan komando yang terjamin dengan baik.
2. Disiplin pegawai tinggi dan mudah dipelihara (dipertahankan).
3. Koordinasi lebih mudah dilaksanakan.
4. Proses pengambilan keputusan dan instruksi-instruksi dapat berjalan cepat.
5. Garis kepemimpinan tegas, tidak simpang siur, karena pimpinan langsung berhubungan dengan bawahannya sehingga semua perintah dapat dimengerti dan dilaksanakan.
6. Rasa solidaritas pegawai biasanya tinggi.
7. Pengendalian mudah dilaksanakan dengan cepat.
8. Tersedianya kesempatan baik untuk latihan bagi pengembangan bakat-bakat pimpinan.
9. Adanya penghematan biaya
10. Pengawasan berjalan efektif

Kelemahan bentuk organisasi garis/lini:

1. Tujuan dan keinginan pribadi pimpinan seringkali sulit dibedakan dengan tujuan organisasi.
2. Pembebanan yang berat dari pejabat pimpinan, karena dipegang sendiri.
3. Adanya kecenderungan pimpinan bertindak secara otoriter/diktaktor, cenderung bersikap kaku (tidak fleksibel).
4. Kesempatan pegawai untuk berkembang agak terbatas karena sukar untuk mengabil inisiatif sendiri.
5. Organisasi terlalu bergantung kepada satu orang, yaitu pimpinan.
6. Staf ahli kurang tersedia.
 Kembali ke pembahasan utama Bentuk-Bentuk Organisasi